Cara Meningkatkan Penjualan Online dengan Pinterest

Cara Meningkatkan Penjualan Online dengan Pinterest

Cara Meningkatkan Penjualan Online dengan Pinterest

Gubuku- Cara Meningkatkan Penjualan Online dengan Pinterest

Punya toko online tapi pengunjungnya masih sepi? Jangan cuma mengandalkan Instagram atau TikTok. Pinterest juga bisa jadi tempat yang menarik untuk mendapatkan calon pembeli.

Pinterest bukan sekadar tempat mencari inspirasi foto, outfit, makanan, atau desain. Platform ini juga bisa digunakan untuk mempromosikan produk dan mengarahkan orang ke toko online atau website kamu.

Menariknya, kamu nggak harus punya ribuan followers untuk mulai mendapatkan traffic dari Pinterest. Yang penting adalah kontennya menarik, relevan, dan mudah ditemukan.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan penjualan online dengan Pinterest? Yuk, bahas step by step.

1. Buat Akun Pinterest Business

Kalau tujuanmu adalah jualan, gunakan Pinterest Business agar kamu bisa mendapatkan fitur yang lebih cocok untuk bisnis dan melihat performa konten.

Gunakan nama akun yang mudah dikenali dan sesuai dengan bisnis. Jangan lupa lengkapi bio dengan informasi singkat tentang produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Contohnya:

“Inspirasi outfit kekinian + rekomendasi fashion untuk Gen Z.”

Bio yang jelas membantu orang memahami akunmu dalam beberapa detik.

2. Tentukan Target Pembeli

Sebelum membuat konten, tentukan dulu siapa yang ingin kamu jangkau.

Misalnya kamu menjual:

  • Fashion → targetnya bisa remaja dan anak muda.
  • Produk digital → bisa menyasar pelajar, mahasiswa, atau kreator.
  • Dekorasi rumah → targetnya orang yang tertarik dengan interior.
  • Produk kecantikan → targetnya orang yang mencari tips dan rekomendasi kecantikan.

Dengan target yang jelas, kamu jadi lebih mudah menentukan ide konten, kata kunci, dan desain Pin.

3. Buat Pin yang Menarik

Di Pinterest, visual adalah salah satu hal yang sangat penting.

Gunakan desain yang:

  • Mudah dibaca.
  • Tidak terlalu ramai.
  • Memiliki judul yang jelas.
  • Menggunakan gambar berkualitas.
  • Menampilkan manfaat produk.
  • Memiliki CTA atau ajakan bertindak.
Baca Juga  Cara Merancang Visual Infografis Taktis untuk Dashboard

Contohnya, daripada membuat judul:

“Produk Baru Kami”

lebih menarik jika dibuat:

“5 Outfit Simpel yang Cocok Buat Nongkrong”

Kemudian arahkan pengguna ke produk yang relevan.

4. Gunakan Keyword Pinterest

Pinterest juga menggunakan sistem pencarian. Karena itu, keyword sangat penting.

Masukkan keyword yang relevan pada:

  • Nama profil.
  • Bio.
  • Judul Pin.
  • Deskripsi Pin.
  • Nama board.
  • Link atau halaman tujuan jika relevan.

Contohnya jika kamu menjual sepatu sneakers, kamu bisa menggunakan keyword seperti:

“sneakers pria,” “sepatu sneakers pria,” “outfit sneakers,” atau “rekomendasi sneakers.”

Jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Gunakan secara natural agar konten tetap nyaman dibaca.

5. Buat Konten yang Menyelesaikan Masalah

Jangan cuma membuat Pin yang isinya “Beli produk saya”.

Orang biasanya lebih tertarik pada konten yang memberikan solusi atau informasi.

Misalnya kamu menjual tas, kamu bisa membuat konten:

“7 Cara Memilih Tas yang Cocok untuk Kuliah”

Di dalam konten tersebut, kamu bisa menampilkan produk yang sesuai dan mengarahkan pembaca ke toko.

Strategi ini terasa lebih natural karena kamu memberikan value sebelum menawarkan produk.

6. Arahkan Pengunjung ke Toko Online

Tujuan akhirnya tentu saja bukan sekadar mendapatkan views.

Kamu ingin orang melakukan tindakan seperti:

Pinterest → Klik Pin → Masuk ke halaman produk → Melihat produk → Membeli.

Karena itu, pastikan link yang kamu gunakan mengarah ke halaman yang relevan.

Jika Pin membahas sepatu, jangan arahkan pengguna ke halaman utama toko yang membuat mereka harus mencari produknya lagi.

Lebih baik langsung arahkan ke halaman produk atau kategori yang sesuai.

7. Gunakan Call to Action

Jangan membuat pembaca bingung harus melakukan apa setelah melihat konten.

Baca Juga  Cara Membuat Thumbnail Pinterest yang Menarik Perhatian

Tambahkan CTA sederhana seperti:

  • Lihat produknya di sini
  • Cek koleksi lengkap
  • Klik untuk melihat detail
  • Temukan produk favoritmu
  • Lihat rekomendasi lengkap

CTA yang jelas bisa membantu mendorong pengguna untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

8. Buat Beberapa Pin untuk Satu Produk

Satu produk tidak harus dibuat menjadi satu Pin saja.

Misalnya kamu menjual satu produk fashion. Kamu bisa membuat beberapa konten:

  1. Ide outfit menggunakan produk tersebut.
  2. Tips memilih produk.
  3. Keunggulan produk.
  4. Inspirasi penggunaan produk.
  5. Perbandingan beberapa model.
  6. Tips merawat produk.

Dengan begitu, satu produk bisa menghasilkan banyak peluang untuk mendapatkan traffic.

9. Buat Board Berdasarkan Topik

Rapikan konten dengan membuat board yang sesuai dengan niche.

Contohnya jika kamu memiliki bisnis fashion:

  • Outfit Pria
  • Outfit Casual
  • Outfit Kuliah
  • Fashion Gen Z
  • Inspirasi Sneakers
  • Streetwear Indonesia

Board yang terstruktur membuat akun terlihat lebih profesional dan membantu Pinterest memahami topik kontenmu.

10. Konsisten Upload

Kamu nggak harus langsung membuat puluhan Pin setiap hari.

Lebih baik membuat konten secara konsisten dan menjaga kualitasnya.

Misalnya kamu membuat jadwal:

Senin: Tips
Rabu: Inspirasi
Jumat: Produk
Minggu: Rekomendasi

Yang penting adalah konsisten dan terus melihat konten mana yang mendapatkan respons terbaik.

11. Cek Analytics

Jangan hanya upload lalu pergi.

Perhatikan performa kontenmu. Lihat Pin mana yang mendapatkan banyak:

  • Tayangan.
  • Simpanan.
  • Klik.
  • Engagement.
  • Traffic ke website.

Dari data tersebut, kamu bisa mengetahui jenis konten yang paling disukai audiens.

Kalau satu topik performanya bagus, buat lebih banyak konten dengan tema yang masih berkaitan.

12. Jangan Terlalu Hard Selling

Ini salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula.

Setiap Pin hanya berisi:

“BELI SEKARANG!”

Baca Juga  Panduan Riset Tren Pinterest untuk Pemula

“PROMO!”

“CHECK OUT!”

Boleh melakukan promosi, tetapi jangan semua konten terasa seperti iklan.

Coba gunakan kombinasi:

80% konten bermanfaat + 20% promosi, sebagai gambaran awal.

Dengan begitu, akunmu tidak terasa seperti katalog jualan saja.

13. Optimalkan Halaman Produk

Pinterest bisa mendatangkan pengunjung, tetapi keputusan membeli biasanya terjadi setelah mereka masuk ke toko.

Jadi, pastikan halaman produkmu memiliki:

  • Foto produk yang jelas.
  • Judul produk yang mudah dipahami.
  • Deskripsi lengkap.
  • Harga yang jelas.
  • Informasi ukuran atau variasi.
  • Cara pemesanan yang mudah.
  • Tombol pembelian yang terlihat.

Kalau Pinterest sudah berhasil mendatangkan traffic tetapi halaman produk membingungkan, calon pembeli bisa pergi sebelum membeli.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari:

1. Menggunakan desain yang sulit dibaca
Teks terlalu kecil atau terlalu banyak bisa membuat orang langsung scroll.

2. Tidak menggunakan keyword
Konten bagus tetapi sulit ditemukan tetap akan kurang maksimal.

3. Link tidak relevan
Jangan membuat pengguna mencari produk yang mereka lihat di Pin.

4. Hanya fokus pada jumlah followers
Pinterest lebih cocok dipandang sebagai sumber discovery dan traffic, bukan sekadar mengejar followers.

5. Tidak konsisten
Upload sekali lalu berhenti membuat perkembangan akun sulit terlihat.

 

penulis : Ghiyas – SMKN 9 Bungo