Gubuku – Pernah gak sih lo lagi asyik nge-desain, terus nemu font yang estetik banget di internet, langsung main download dan pakai gitu aja?
Eits, tunggu dulu! Jangan main asal Comot (copy-paste) ya, bestie. Di dunia desain grafis, font itu adalah karya cipta yang dilindungi hukum. Pakai font tanpa tahu aturan lisensinya itu ibarat lo masuk toko terus ngambil barang tanpa bayar—alias ilegal!
Banyak desainer pemula atau pemilik bisnis yang kena teguran hukum (bahkan denda puluhan juta) cuma gara-gara salah paham soal lisensi font. Nah, biar karya lo aman dan bebas dari masalah hukum, yuk pahami perbedaan jenis-jenis lisensi font berikut ini!
1. Desktop License (Buat Desain Cetak & Gambar Statis)
Ini adalah jenis lisensi yang paling umum dan sering lo jumpai. Begitu lo beli atau download lisensi ini, file font (biasanya format .ttf atau .otf) bakal di-instal di laptop atau PC lo.
-
Boleh Dipakai Buat: Bikin poster cetak, kaos, merchandise, logo statis, spanduk, sampai konten gambar di media sosial.
-
Gak Boleh Dipakai Buat: Di-embed ke dalam website, aplikasi HP, atau dikirim file
.otf-nya ke orang lain secara bebas. -
Analogi Sederhana: Kayak lo beli baju, baju itu bebas lo pakai jalan-jalan atau dipajang, tapi lo gak boleh meng-kloning baju itu buat dijual lagi.
2. Webfont License (Khusus Tampilan Website)
Pernah ngelihat website yang tulisan heading atau body text-nya estetik banget? Nah, itu menggunakan Webfont License (biasanya format .woff atau .woff2).
-
Cara Kerjanya: File font di-upload ke server website, lalu dipanggil lewat kodingan (CSS). Jadi, siapa pun yang buka website tersebut bisa ngelihat font-nya dengan rapi.
-
Sistem Pembayaran: Biasanya dihitung berdasarkan jumlah pengunjung website per bulan (monthly pageviews). Makin rame website lo, harga lisensinya bisa makin mahal.
-
Penting: Lisensi Desktop gak bisa langsung dipakai buat Webfont ya, biarpun nama font-nya sama!
3. App / E-Book License (Buat Aplikasi HP & Digital Publishing)
Kalau lo lagi bikin aplikasi mobile (iOS/Android), game, atau e-book yang bakal dijual massal, lo wajib punya App License.
-
Kenapa Beda? Karena di dalam aplikasi, file font itu “ditanam” (embedded) ke dalam kode program aplikasi tersebut.
-
Ketentuan: Lisensi ini biasanya dihitung per satu aplikasi (per app). Kalau lo bikin 2 aplikasi berbeda pakai font yang sama, lo harus beli 2 lisensi.
4. Commercial vs. Personal Use (Jebakan Batman Pemula!)
Saat lo download font gratis di situs kayak DaFont atau 1001 Fonts, perhatiin tulisan kecil di sampingnya!
-
Personal Use Only: Cuma boleh dipakai buat tugas sekolah, proyek iseng, atau desain yang GAK menghasilkan uang.
-
Commercial Use: Boleh dipakai buat proyek klien, jualan, promosi bisnis, dan semua hal yang menghasilkan cuan.
Warning: Memakai font “Personal Use” buat jualan produk atau desain klien adalah kesalahan paling fatal yang sering bikin desainer kena somasi dari type foundry (pembuat font)!
Ringkasan Perbedaan Lisensi Font (Cheatsheet)
Biar gak pusing, ini dia tabel perbandingan singkatnya:
| Jenis Lisensi | Format File | Media Penggunaan | Hitungan Biaya |
| Desktop | .otf / .ttf |
Print, Poster, Social Media Image, Logo | Per Pengguna / Komputer |
| Webfont | .woff / .woff2 |
Teks di dalam Website | Per Pageviews / Bulan |
| App License | Integrated Code | Aplikasi Mobile, Game, E-Book | Per Aplikasi / Title |
| Commercial | Bebas | Semua proyek yang menghasilkan cuan | Sekali Beli / Lisensi Khusus |




Leave a Reply