Gubuku- Cara Memanfaatkan Pin Lama untuk Mendapatkan Cuan
Cara Memanfaatkan Pin Lama untuk Mendapatkan Cuan
Punya banyak pin lama di Pinterest yang sudah jarang dilihat? Jangan buru-buru dihapus. Pin lama ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan traffic, pembeli, bahkan cuan kalau dioptimasi dengan cara yang tepat.
Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi foto, fashion, resep, atau desain. Platform ini juga bisa menjadi sumber traffic untuk website, toko online, affiliate, hingga produk digital.
Jadi, daripada terus membuat pin baru dari nol, kamu bisa menghidupkan kembali pin lama dan membuatnya lebih relevan dengan kebutuhan audiens sekarang.
1. Cek Pin Lama yang Masih Berpotensi
Langkah pertama adalah melihat kembali pin yang pernah kamu buat.
Cari pin yang:
- Pernah mendapatkan banyak tayangan.
- Memiliki banyak klik.
- Mendapatkan banyak simpanan.
- Membahas topik yang masih relevan.
- Mengarah ke halaman yang masih aktif.
Pin seperti ini punya potensi lebih besar untuk dioptimasi kembali.
Tips: jangan hanya melihat jumlah tayangan. Pin dengan tayangan sedang tetapi banyak klik bisa lebih berharga karena menunjukkan adanya ketertarikan dari audiens.
2. Update Judul Pin
Judul pin sangat penting karena membantu pengguna memahami isi konten.
Kalau judul lama terasa biasa, kamu bisa membuatnya lebih menarik dan memasukkan keyword yang relevan.
Sebelum:
“Tips Pinterest”
Sesudah:
“7 Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest untuk Pemula”
Judul yang lebih spesifik membuat pengguna langsung tahu apa yang akan mereka dapatkan.
3. Optimasi Deskripsi Pin
Jangan biarkan deskripsi pin kosong atau terlalu singkat.
Masukkan keyword yang berhubungan dengan topik secara natural. Hindari memasukkan keyword berulang-ulang hanya untuk mengejar SEO.
Contohnya:
“Ingin mendapatkan cuan dari Pinterest? Pelajari beberapa cara memanfaatkan Pinterest untuk meningkatkan traffic, mempromosikan produk, dan mendapatkan peluang penghasilan secara online.”
Deskripsi seperti ini lebih informatif sekaligus membantu Pinterest memahami konteks pin.
4. Perbarui Link pada Pin
Ini bagian yang sering dilupakan.
Kalau pin lama mengarah ke link yang sudah tidak aktif, segera perbarui. Kamu bisa mengarahkannya ke:
- Artikel blog.
- Landing page.
- Toko online.
- Halaman produk.
- Portofolio.
- Halaman produk digital.
- Halaman affiliate yang memang diizinkan oleh program terkait.
Pastikan link yang digunakan relevan dengan isi pin dan aman untuk dikunjungi.
5. Ubah Desain Pin Lama
Kalau desain pin terlihat jadul atau kurang menarik, kamu bisa membuat versi desain baru dari konten yang sama.
Misalnya, satu artikel lama bisa dibuat menjadi beberapa konsep visual:
Versi 1: desain minimalis.
Versi 2: format “5 Tips”.
Versi 3: format “Kesalahan yang Harus Dihindari”.
Versi 4: format “Panduan untuk Pemula”.
Isi dasarnya tetap sama, tetapi visual dan sudut pembahasannya dibuat berbeda.
6. Gunakan Keyword yang Lebih Relevan
Tren pencarian bisa berubah. Keyword yang kamu gunakan beberapa bulan lalu belum tentu menjadi keyword terbaik sekarang.
Lakukan riset keyword Pinterest dan cari istilah yang benar-benar berkaitan dengan kontenmu.
Misalnya kamu punya pin tentang cara menghasilkan uang online. Kamu bisa mengembangkan topiknya menjadi:
- Cara mendapatkan uang dari Pinterest.
- Cara monetisasi Pinterest.
- Pinterest untuk bisnis.
- Cara mendapatkan traffic dari Pinterest.
- Cara menghasilkan uang online untuk pemula.
Gunakan keyword secara natural pada judul, deskripsi, dan konten yang relevan.
7. Manfaatkan Pin Lama untuk Affiliate Marketing
Kalau kamu mengikuti program affiliate yang memperbolehkan promosi melalui Pinterest, pin lama bisa menjadi salah satu sumber traffic.
Misalnya kamu mempunyai pin tentang rekomendasi perlengkapan belajar. Pin tersebut bisa diperbarui dan diarahkan ke halaman yang sesuai dengan produk affiliate.
Ketika pengguna melakukan pembelian melalui link affiliate sesuai ketentuan program, kamu berpotensi mendapatkan komisi.
Namun, selalu cek aturan program affiliate yang kamu gunakan sebelum memasang link.
8. Arahkan Traffic ke Website
Pin lama juga bisa digunakan untuk mendatangkan pengunjung ke website.
Caranya cukup sederhana:
Pin → Artikel website → Produk/layanan → Potensi penghasilan
Misalnya kamu mempunyai artikel berjudul:
“10 Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest untuk Pemula”
Buat pin yang menarik untuk artikel tersebut. Kemudian gunakan pin lama yang relevan untuk membantu mendatangkan traffic ke artikel.
Semakin banyak traffic yang relevan, semakin besar peluang pengunjung melakukan tindakan yang menghasilkan uang.
9. Promosikan Produk Digital
Kalau kamu memiliki produk digital seperti template, ebook, desain, atau file digital lainnya, pin lama bisa digunakan untuk memperkenalkannya kembali.
Contohnya:
Pin lama:
“Tips Membuat Konten Instagram”
Dikembangkan menjadi:
“Template Konten Instagram untuk Pemula”
Pin tersebut kemudian dapat diarahkan ke halaman produk yang relevan.
Pastikan produk dan halaman tujuan benar-benar sesuai dengan isi pin agar pengguna tidak merasa tertipu.
10. Buat Beberapa Versi dari Pin yang Sama
Satu ide konten tidak harus berhenti pada satu pin.
Kamu bisa membuat beberapa versi visual dengan angle berbeda.
Contohnya, dari satu artikel tentang Pinterest kamu dapat membuat:
- “Cara Mendapatkan Cuan dari Pinterest”
- “5 Strategi Monetisasi Pinterest”
- “Pinterest untuk Pemula”
- “Cara Mendapatkan Traffic Gratis dari Pinterest”
- “Kesalahan Pinterest yang Harus Dihindari”
Dengan begitu, satu konten lama bisa memiliki beberapa peluang untuk ditemukan pengguna.
11. Jangan Langsung Menghapus Pin Lama
Kalau sebuah pin tidak langsung menghasilkan traffic atau uang, bukan berarti pin tersebut tidak berguna.
Coba evaluasi terlebih dahulu:
- Apakah judulnya menarik?
- Apakah desainnya masih relevan?
- Apakah keyword-nya tepat?
- Apakah link-nya masih aktif?
- Apakah kontennya sesuai dengan target audiens?
Kalau masih relevan, lebih baik optimasi daripada langsung menghapusnya.
12. Fokus pada Pin yang Punya Potensi Cuan
Tidak semua pin lama harus dioptimasi.
Prioritaskan pin yang memiliki hubungan dengan:
- Produk.
- Affiliate.
- Website.
- Jasa.
- Produk digital.
- Bisnis.
- Konten dengan peluang menghasilkan traffic.
Dengan begitu, waktu yang kamu gunakan untuk optimasi bisa lebih efektif.
13. Buat Strategi Konten dari Pin Lama
Cara yang lebih efektif adalah menjadikan pin lama sebagai sumber ide konten baru.
Misalnya satu pin mendapatkan banyak perhatian karena membahas cara mendapatkan uang online.
Dari pin tersebut, kamu bisa membuat artikel baru seperti:
- Cara Mendapatkan Uang dari Pinterest Tanpa Modal.
- Strategi Pinterest untuk Pemula.
- Cara Mendapatkan Traffic dari Pinterest.
- Cara Menggunakan Pinterest untuk Affiliate Marketing.
- Cara Membangun Brand melalui Pinterest.
Jadi, pin lama bukan cuma aset lama, tetapi juga bisa menjadi sumber ide konten baru.
penulis : Deri – SMKN 6 Tebo




Leave a Reply