Gubuku- Tips Mengembangkan Bisnis Online dengan Pinterest
Di era digital seperti sekarang, punya bisnis online bukan cuma soal jualan di marketplace atau media sosial. Kamu juga perlu mencari platform yang bisa membantu produk atau brand kamu ditemukan lebih banyak orang.
Salah satu platform yang bisa dimanfaatkan adalah Pinterest.
Pinterest bukan sekadar tempat mencari inspirasi foto, outfit, resep, atau desain. Platform ini juga bisa digunakan untuk membangun brand, mendatangkan traffic ke website, mempromosikan produk, bahkan mendapatkan calon pelanggan.
Nah, kalau kamu sedang membangun bisnis online, artikel ini bakal membahas tips mengembangkan bisnis online dengan Pinterest yang simpel dan bisa dicoba pemula.
Apa Itu Pinterest untuk Bisnis?
Pinterest adalah platform visual yang memungkinkan pengguna menemukan, menyimpan, dan membagikan berbagai ide melalui gambar atau video yang disebut Pin.
Untuk bisnis, Pinterest bisa menjadi salah satu sumber traffic organik. Kamu bisa membuat konten yang mengarah ke website, toko online, blog, atau halaman produk.
Bedanya dengan beberapa media sosial lain, pengguna Pinterest biasanya datang untuk mencari ide atau solusi tertentu. Jadi, kalau kontenmu sesuai dengan kebutuhan mereka, peluang untuk mendapatkan kunjungan dan calon pelanggan bisa semakin besar.
1. Buat Akun Pinterest Business
Langkah pertama adalah menggunakan akun Pinterest Business.
Akun bisnis membuat profilmu terlihat lebih profesional dan memberikan akses ke berbagai fitur yang berguna untuk mengembangkan bisnis.
Pastikan nama akun, foto profil, deskripsi, dan informasi bisnis dibuat jelas. Gunakan juga keyword yang berhubungan dengan niche bisnis agar profil lebih mudah ditemukan.
Contohnya, kalau kamu menjual produk dekorasi kamar, gunakan kata-kata seperti dekorasi kamar, interior minimalis, room decor, atau keyword relevan lainnya.
2. Tentukan Niche Bisnis yang Jelas
Jangan mencoba membahas semua hal sekaligus.
Tentukan niche yang ingin kamu fokuskan. Misalnya:
- Fashion
- Kecantikan
- Kuliner
- Teknologi
- Dekorasi rumah
- Pendidikan
- Produk digital
- Travel
- Fitness
- Bisnis online
Niche yang jelas membuat Pinterest lebih mudah memahami topik kontenmu. Selain itu, audiens juga lebih gampang mengenali akunmu.
3. Buat Pin yang Menarik
Pinterest adalah platform visual, jadi tampilan konten sangat penting.
Buat desain yang menarik, bersih, dan mudah dibaca. Jangan memasukkan terlalu banyak tulisan dalam satu gambar.
Gunakan judul yang membuat orang penasaran sekaligus menjelaskan manfaat konten.
Contohnya:
Kurang menarik:
“Tips Bisnis”
Lebih menarik:
“7 Tips Mengembangkan Bisnis Online untuk Pemula”
Judul yang jelas membuat pengguna langsung memahami isi konten.
4. Gunakan Keyword di Pinterest
Salah satu strategi penting dalam Pinterest SEO adalah penggunaan keyword.
Pinterest memiliki sistem pencarian sehingga pengguna bisa menemukan konten berdasarkan kata kunci.
Masukkan keyword yang relevan pada:
- Nama profil
- Deskripsi profil
- Judul Pin
- Deskripsi Pin
- Nama board
- Deskripsi board
Namun, jangan melakukan keyword stuffing. Gunakan keyword secara natural supaya tulisan tetap nyaman dibaca.
5. Buat Board Sesuai Topik
Board berfungsi untuk mengelompokkan Pin berdasarkan tema tertentu.
Misalnya bisnis kamu bergerak di bidang fashion, kamu bisa membuat:
- Inspirasi Outfit Pria
- Fashion Casual
- Outfit untuk Kuliah
- Fashion Streetwear
- Tips Memilih Pakaian
Dengan board yang terorganisir, pengunjung akan lebih mudah menemukan konten yang mereka butuhkan.
6. Konsisten Upload Konten
Jangan berharap akun langsung ramai hanya karena mengunggah beberapa Pin.
Pinterest membutuhkan konsistensi.
Buat jadwal upload yang realistis dan pertahankan kualitas konten. Lebih baik rutin membuat konten berkualitas daripada mengunggah banyak Pin tetapi asal-asalan.
Kamu juga bisa membuat beberapa variasi desain dari satu topik untuk melihat format mana yang paling menarik bagi audiens.
7. Arahkan Traffic ke Website atau Toko Online
Salah satu keuntungan Pinterest untuk bisnis adalah kemampuannya membantu mendatangkan traffic.
Jika kamu memiliki website, blog, atau toko online, buat Pin yang relevan dan arahkan pengguna ke halaman tersebut.
Contohnya:
Pin:
“10 Ide Outfit Casual untuk Kuliah”
Kemudian Pin tersebut mengarah ke artikel atau halaman produk yang membahas outfit tersebut.
Dengan cara ini, Pinterest tidak hanya menjadi tempat promosi, tetapi juga bisa menjadi sumber pengunjung untuk bisnis kamu.
8. Buat Konten yang Memberikan Solusi
Jangan membuat semua konten hanya berisi promosi produk.
Coba buat konten yang benar-benar membantu audiens.
Misalnya kamu menjual produk skincare. Selain mempromosikan produk, kamu bisa membuat konten seperti:
- Tips memilih skincare untuk pemula
- Kesalahan menggunakan skincare
- Urutan skincare yang benar
- Tips menjaga kesehatan kulit
Konten edukatif seperti ini bisa membantu membangun kepercayaan sebelum seseorang membeli produkmu.
9. Gunakan Call to Action
Jangan biarkan audiens bingung harus melakukan apa setelah melihat Pin.
Gunakan CTA atau Call to Action yang sederhana, misalnya:
- “Lihat panduan lengkapnya.”
- “Cek produk selengkapnya.”
- “Baca artikel lengkap.”
- “Kunjungi website kami.”
- “Simpan Pin ini untuk nanti.”
CTA membantu mengarahkan audiens ke langkah berikutnya.
10. Analisis Performa Pin
Jangan hanya upload lalu ditinggalkan.
Perhatikan performa konten untuk mengetahui apa yang disukai audiens.
Beberapa hal yang bisa diperhatikan antara lain:
- Jumlah tayangan
- Interaksi
- Simpanan Pin
- Klik
- Traffic ke website
- Konten dengan performa terbaik
Dari data tersebut, kamu bisa membuat strategi konten yang lebih efektif.
11. Gunakan Desain yang Konsisten
Branding juga penting dalam Pinterest.
Gunakan gaya visual yang konsisten, misalnya jenis font, layout, dan elemen desain yang menjadi ciri khas brand.
Tujuannya supaya ketika orang melihat Pin kamu, mereka bisa langsung mengenali bahwa konten tersebut berasal dari brand yang sama.
12. Manfaatkan Tren dengan Bijak
Pinterest memiliki berbagai tren pencarian yang bisa dimanfaatkan untuk mencari ide konten.
Tetapi jangan mengikuti semua tren secara asal.
Pilih tren yang masih berhubungan dengan niche bisnis kamu. Dengan begitu, konten tetap relevan dan memiliki peluang menjangkau audiens yang tepat.
13. Buat Konten Evergreen
Konten evergreen adalah konten yang tetap relevan dalam waktu lama.
Contohnya:
- Cara membuat CV
- Tips mengatur keuangan
- Ide dekorasi kamar
- Tutorial menggunakan aplikasi
- Tips memulai bisnis online
Konten seperti ini berpotensi terus ditemukan melalui pencarian Pinterest selama masih relevan dengan kebutuhan pengguna.
14. Jangan Hanya Fokus pada Jumlah Followers
Salah satu hal yang menarik dari Pinterest adalah kamu tidak harus memiliki followers dalam jumlah besar untuk mendapatkan traffic.
Yang lebih penting adalah membuat konten yang relevan, mudah ditemukan, dan memberikan manfaat.
Jadi, jangan terlalu fokus mengejar followers. Fokuslah pada kualitas Pin dan bagaimana konten tersebut bisa mendatangkan pengunjung yang sesuai dengan target bisnis.
15. Gabungkan Pinterest dengan Strategi Digital Marketing
Agar hasilnya lebih maksimal, jangan gunakan Pinterest sendirian.
Kamu bisa menghubungkannya dengan strategi digital marketing lainnya seperti:
- Website
- Blog
- TikTok
- Marketplace
- Email marketing
- Affiliate marketing
Misalnya, Pinterest digunakan untuk mendapatkan traffic, kemudian website digunakan untuk memberikan informasi lebih lengkap dan mengarahkan calon pelanggan menuju pembelian.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula ketika menggunakan Pinterest untuk bisnis.
Terlalu Banyak Promosi
Kalau semua Pin hanya berisi iklan, audiens bisa kehilangan minat. Seimbangkan konten promosi dengan konten edukasi dan inspirasi.
Desain Tidak Jelas
Pin dengan tulisan terlalu kecil atau desain terlalu ramai bisa membuat orang melewatinya.
Tidak Menggunakan Keyword
Konten yang bagus tetapi tidak dioptimasi dengan keyword bisa lebih sulit ditemukan melalui pencarian.
Tidak Konsisten
Mengupload banyak konten dalam satu hari lalu berhenti lama bukan strategi yang ideal. Buat jadwal yang bisa kamu jalankan secara konsisten.
Tidak Mengecek Data
Tanpa melihat performa konten, kamu akan sulit mengetahui strategi mana yang berhasil.
penulis : Ilham – SMK Setih Setio2




Leave a Reply