Gubuku- Strategi Pinterest untuk Menjual Produk Informasi yang Efektif
Punya ebook, template, panduan, kursus online, atau produk digital lainnya, tapi masih bingung cara memasarkannya?
Pinterest bisa menjadi salah satu platform yang menarik untuk dicoba.
Berbeda dari media sosial yang biasanya digunakan untuk mengikuti tren atau berinteraksi dengan orang lain, Pinterest lebih mirip mesin pencari visual. Orang datang ke Pinterest untuk mencari inspirasi, ide, tutorial, referensi, sampai solusi dari masalah mereka.
Karena itu, strategi Pinterest untuk menjual produk informasi bukan cuma soal membuat gambar lalu berharap ada yang membeli. Kamu perlu membuat konten yang sesuai dengan apa yang dicari audiens.
Apa Itu Produk Informasi?
Produk informasi adalah produk yang berisi pengetahuan atau informasi yang membantu seseorang mempelajari sesuatu atau menyelesaikan masalah tertentu.
- Ebook
- Panduan PDF
- Template
- Worksheet
- Checklist
- Modul pembelajaran
- Mini course
- Video tutorial
- Preset atau file digital
- Paket desain
Misalnya kamu membuat ebook tentang cara mengatur keuangan untuk pemula.
Daripada hanya mengunggah promosi seperti “Beli ebook saya”, kamu bisa membuat konten Pinterest seperti:
“7 Kesalahan Mengatur Uang yang Sering Dilakukan Anak Muda”
Orang yang merasa relate dengan konten tersebut bisa tertarik membaca lebih lanjut dan akhirnya diarahkan ke produk yang kamu tawarkan.
Kenapa Pinterest Cocok untuk Menjual Produk Informasi?
Pinterest punya karakter yang cukup berbeda dari platform media sosial lainnya.
Konten yang kamu buat tidak harus langsung viral dalam beberapa jam. Pin yang sudah dibuat bisa tetap ditemukan pengguna ketika mereka melakukan pencarian di kemudian hari.
Ini membuat Pinterest menarik untuk strategi content marketing jangka panjang.
Selain itu, pengguna Pinterest biasanya sudah datang dengan tujuan tertentu. Mereka mencari ide, inspirasi, solusi, atau referensi.
Artinya, jika produk informasimu bisa menjadi solusi dari pencarian tersebut, peluang mendapatkan audiens yang relevan menjadi lebih besar.
1. Tentukan Produk Informasi yang Jelas
Sebelum memikirkan desain Pinterest, pastikan produk yang kamu jual memiliki target yang jelas.
Jangan membuat produk dengan target terlalu luas.
Contohnya:
Kurang spesifik:
Ebook tentang bisnis.
Lebih spesifik:
Ebook cara memulai bisnis online untuk pelajar dan pemula.
Semakin jelas targetnya, semakin mudah kamu menentukan konten Pinterest yang akan dibuat.
Coba jawab tiga pertanyaan sederhana:
- Produk ini dibuat untuk siapa?
- Masalah apa yang ingin diselesaikan?
- Apa manfaat utama setelah membeli produk tersebut?
Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa menjadi dasar strategi kontenmu.
2. Riset Keyword yang Dicari Audiens
Pinterest juga menggunakan sistem pencarian. Karena itu, keyword menjadi bagian penting dalam Pinterest marketing.
Misalnya produkmu adalah ebook tentang produktivitas.
Beberapa keyword yang bisa digunakan:
- cara meningkatkan produktivitas
- tips produktif
- cara mengatur waktu
- manajemen waktu
- rutinitas produktif
- tips belajar efektif
Gunakan keyword yang relevan pada:
Namun jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Gunakan secara natural agar konten tetap nyaman dibaca.
3. Buat Pin yang Menarik Secara Visual
Pinterest adalah platform visual, jadi tampilan konten tetap penting.
Kamu tidak harus membuat desain yang terlalu rumit.
Justru desain yang simpel dan mudah dibaca bisa menjadi pilihan yang bagus.
Beberapa elemen yang bisa digunakan:
- Judul besar
- Warna yang konsisten
- Font yang mudah dibaca
- Ilustrasi sederhana
- Foto yang relevan
- Call to action
Contohnya, jika kamu menjual ebook tentang keuangan:
“5 Cara Mengatur Uang untuk Anak Muda”
Judul seperti ini lebih menarik dibandingkan hanya menulis:
“Ebook Keuangan Dijual di Sini.”
Fokuskan Pin pada manfaat dan masalah audiens, bukan hanya promosi produk.
4. Gunakan Banyak Jenis Konten
Jangan membuat semua Pin terlihat seperti iklan.
Kalau setiap konten hanya berisi promosi produk, audiens bisa cepat bosan.
Gunakan kombinasi beberapa jenis konten.
Konten edukasi
Contoh:
5 Cara Menghemat Uang Setiap Bulan
Konten problem solving
Contoh:
Kenapa Uang Cepat Habis? Ini 7 Penyebabnya
Konten tips
Contoh:
6 Tips Mengatur Waktu untuk Pelajar
Konten checklist
Contoh:
Checklist Sebelum Memulai Bisnis Online
Konten promosi
Contoh:
Panduan Lengkap Memulai Bisnis Online untuk Pemula
Dengan variasi tersebut, akun Pinterest terasa lebih bermanfaat dan tidak seperti katalog jualan.
5. Arahkan Pin ke Halaman yang Tepat
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah membuat Pin bagus tetapi tidak memiliki tujuan yang jelas.
Setiap Pin sebaiknya memiliki link yang relevan.
Misalnya:
Pin:
“7 Cara Mengatur Keuangan untuk Pemula”
Link:
Artikel tentang cara mengatur keuangan.
Di dalam artikel tersebut, kamu bisa memperkenalkan ebook yang lebih lengkap.
Alurnya menjadi:
Pinterest → Konten/Artikel → Produk Informasi → Pembelian
Cara seperti ini membuat audiens tidak langsung “dipaksa” membeli.
6. Buat Landing Page yang Sederhana
Kalau seseorang sudah mengklik Pin dan masuk ke halaman produk, jangan membuat mereka bingung.
Landing page sebaiknya menjelaskan:
- Produk apa yang ditawarkan
- Masalah yang ingin diselesaikan
- Manfaat produk
- Isi produk
- Siapa yang cocok menggunakannya
- Harga
- Cara mendapatkan produk
Gunakan bahasa yang sederhana.
Jangan hanya mengatakan:
“Ebook berkualitas dengan informasi lengkap.”
Lebih baik jelaskan manfaatnya:
“Panduan praktis untuk membantu pemula memahami cara mengatur keuangan tanpa istilah yang ribet.”
7. Gunakan Call to Action
Call to action atau CTA membantu memberi tahu audiens apa yang harus dilakukan setelah melihat konten.
Contohnya:
- Baca panduan lengkap
- Lihat tutorialnya
- Download panduan
- Cek ebook lengkap
- Pelajari selengkapnya
- Lihat produknya
CTA tidak perlu terlalu agresif.
Yang penting, audiens tahu langkah berikutnya.
8. Buat Konten yang Menjawab Masalah
Salah satu strategi paling penting adalah memahami masalah target audiens.
Misalnya kamu menjual ebook tentang desain grafis.
Jangan hanya membuat Pin:
“Ebook Desain Grafis – RpXX.XXX”
Coba buat konten:
“7 Kesalahan Desain yang Bikin Konten Terlihat Kurang Profesional”
Kemudian di bagian akhir arahkan audiens ke panduan yang lebih lengkap.
Strategi ini membuat produkmu terlihat sebagai solusi, bukan sekadar barang yang ingin dijual.
9. Buat Beberapa Pin untuk Satu Produk
Satu produk tidak harus dipromosikan menggunakan satu desain saja.
Misalnya kamu memiliki satu ebook tentang bisnis online.
Kamu bisa membuat beberapa Pin:
- Cara Memulai Bisnis Online untuk Pemula
- 7 Kesalahan Bisnis Online yang Harus Dihindari
- Cara Mendapatkan Ide Bisnis dari Rumah
- Checklist Memulai Bisnis Online
- Panduan Bisnis Online untuk Pemula
Semua konten tersebut dapat mengarah ke produk yang sama.
Dengan begitu, satu produk bisa memiliki banyak pintu masuk dari Pinterest.
10. Konsisten Lebih Penting daripada Spam
Tidak perlu membuat ratusan Pin dalam satu hari.
Yang lebih penting adalah membangun sistem konten yang konsisten.
Misalnya kamu membuat beberapa konten secara rutin dengan topik yang masih berhubungan dengan produk.
Perhatikan juga konten mana yang mendapatkan:
- Banyak tayangan
- Banyak klik
- Banyak simpanan
- Banyak kunjungan
- Konversi ke produk
Dari data tersebut, kamu bisa mengetahui jenis konten yang paling menarik bagi audiens.
11. Bangun Funnel Sederhana
Strategi Pinterest untuk menjual produk informasi akan lebih efektif jika kamu memiliki alur yang jelas.
Contohnya:
Pinterest Pin
↓
Artikel atau landing page
↓
Konten gratis / informasi bermanfaat
↓
Produk informasi
↓
Pembelian
Jadi, Pinterest tidak harus langsung digunakan untuk menjual.
Fungsi utamanya bisa menjadi sumber traffic yang membawa orang yang tepat ke halaman produkmu.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari ketika menggunakan Pinterest untuk menjual produk digital.
1. Hanya membuat konten promosi
Jika semua Pin berisi iklan, audiens bisa kehilangan alasan untuk mengikuti atau mengunjungi akunmu.
2. Tidak melakukan riset keyword
Konten bagus tetap akan sulit ditemukan jika tidak menggunakan kata kunci yang relevan.
3. Desain terlalu ramai
Terlalu banyak elemen bisa membuat pesan utama sulit dibaca.
4. Link tidak relevan
Jangan membuat judul Pin tentang satu topik tetapi mengarahkan pengguna ke halaman yang tidak berhubungan.
5. Tidak mengecek performa
Jangan hanya membuat konten tanpa melihat hasilnya. Gunakan data untuk mengetahui konten mana yang paling efektif.
penulis : Ilham – SMK Setih Setio2




Leave a Reply