Gububku- Cara Menghubungkan Pinterest dengan Strategi Digital Marketing
Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi outfit, desain, resep, atau ide dekorasi. Kalau dimanfaatkan dengan tepat, Pinterest juga bisa menjadi bagian penting dari strategi digital marketing untuk membantu bisnis, website, maupun personal brand mendapatkan lebih banyak pengunjung.
Menariknya, Pinterest punya sistem pencarian yang membuat konten bisa ditemukan pengguna bahkan setelah dipublikasikan cukup lama. Jadi, kalau kamu ingin membangun traffic secara organik tanpa hanya mengandalkan media sosial, Pinterest layak dicoba.
Apa Itu Strategi Digital Marketing?
Digital marketing adalah cara mempromosikan produk, jasa, brand, atau konten melalui berbagai platform digital seperti website, mesin pencari, media sosial, email, dan platform lainnya.
Strategi digital marketing biasanya mencakup beberapa aktivitas, seperti:
- SEO untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari.
- Content marketing untuk memberikan informasi yang bermanfaat.
- Social media marketing untuk membangun audiens.
- Affiliate marketing untuk mendapatkan komisi dari rekomendasi produk.
- Email marketing untuk menjaga hubungan dengan pelanggan.
- Advertising untuk menjangkau target audiens secara lebih luas.
Pinterest bisa menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut, terutama untuk mendatangkan traffic ke website atau halaman tujuan.
Kenapa Pinterest Cocok untuk Digital Marketing?
Pinterest memiliki karakter yang cukup berbeda dari platform media sosial pada umumnya. Pengguna biasanya datang untuk mencari ide, inspirasi, referensi, atau solusi dari sesuatu yang sedang mereka butuhkan.
Misalnya, seseorang mencari:
“Ide outfit cowok simple”
Kemudian dia menemukan Pin yang menarik dan mengkliknya untuk membaca artikel lengkap di sebuah website.
Dari sini, Pinterest bisa berfungsi sebagai sumber traffic.
Selain itu, konten Pinterest juga berpotensi bertahan lebih lama dibandingkan konten yang hanya mengandalkan timeline media sosial.
Cara Menghubungkan Pinterest dengan Strategi Digital Marketing
1. Tentukan Tujuan Marketing
Sebelum membuat banyak Pin, tentukan dulu tujuan yang ingin dicapai.
- Meningkatkan traffic website.
- Mendapatkan calon pelanggan.
- Mempromosikan produk.
- Membangun brand awareness.
- Mendukung strategi affiliate marketing.
- Meningkatkan jumlah pembaca artikel.
Dengan tujuan yang jelas, kamu akan lebih mudah menentukan jenis konten Pinterest yang harus dibuat.
2. Optimalkan Profil Pinterest
Profil Pinterest sebaiknya dibuat sesuai dengan niche atau bidang yang kamu pilih.
Gunakan nama akun, foto profil, deskripsi, dan informasi lainnya yang menggambarkan topik utama akun.
Misalnya kamu membahas teknologi AI, maka profil sebaiknya fokus pada topik seperti:
- AI untuk pemula.
- Tools AI.
- Produktivitas dengan AI.
- Tips menggunakan teknologi.
- Tutorial AI.
Profil yang konsisten membuat audiens lebih mudah memahami akunmu.
3. Gunakan Keyword Pinterest
Salah satu bagian penting dalam Pinterest SEO adalah penggunaan keyword.
Keyword membantu Pinterest memahami isi Pin dan menampilkannya kepada pengguna yang melakukan pencarian relevan.
Contohnya, jika kamu membuat konten tentang cara menghasilkan uang dari Pinterest, beberapa keyword yang bisa digunakan adalah:
- cara mendapatkan uang dari Pinterest
- menghasilkan uang dari Pinterest
- Pinterest marketing
- Pinterest untuk bisnis
- cara monetisasi Pinterest
Keyword dapat ditempatkan secara natural pada judul Pin, deskripsi, board, dan konten yang relevan.
Jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Buatlah tulisan yang tetap enak dibaca manusia.
4. Buat Pin yang Menarik
Visual adalah salah satu bagian penting dalam strategi Pinterest.
Buat desain yang:
- Mudah dibaca.
- Tidak terlalu ramai.
- Memiliki judul yang jelas.
- Menggunakan ukuran vertikal.
- Memiliki visual yang sesuai dengan topik.
- Mengarahkan pengguna untuk mengetahui informasi lebih lanjut.
Contohnya, daripada hanya menulis:
“Pinterest Marketing”
kamu bisa membuat judul yang lebih menarik:
“7 Cara Menggunakan Pinterest untuk Meningkatkan Traffic Website”
Judul seperti ini lebih jelas dan memberikan alasan bagi pengguna untuk melihat kontennya.
5. Hubungkan Pin dengan Website
Ini adalah bagian yang membuat Pinterest semakin berguna untuk digital marketing.
Setiap Pin yang relevan dapat diarahkan ke halaman tujuan seperti:
- Artikel blog.
- Landing page.
- Halaman produk.
- Portofolio.
- Halaman layanan.
- Konten edukasi.
Misalnya kamu mempunyai artikel berjudul:
“10 Cara Mendapatkan Uang dari Pinterest untuk Pemula”
Buat beberapa Pin yang membahas topik tersebut dan arahkan pengguna ke artikel lengkap.
Dengan begitu, Pinterest tidak hanya menjadi tempat memposting gambar, tetapi juga menjadi saluran traffic menuju website.
6. Buat Content Funnel
Kamu juga bisa menghubungkan Pinterest dengan konsep content funnel.
Sederhananya, alurnya bisa seperti ini:
Pinterest → Artikel Website → Informasi Produk/Jasa → Conversion
Contohnya:
Pengguna melihat Pin → tertarik dengan judul → mengunjungi artikel → membaca informasi → mengenal produk atau layanan → melakukan tindakan yang kamu inginkan.
Tidak semua pengguna langsung melakukan pembelian. Karena itu, berikan konten yang informatif dan relevan terlebih dahulu.
7. Integrasikan dengan SEO
Pinterest dan SEO bisa berjalan beriringan.
Kamu bisa melakukan riset keyword untuk mengetahui topik yang banyak dicari, kemudian membuat artikel website berdasarkan topik tersebut.
Setelah artikelnya dibuat, kamu bisa membuat beberapa Pin yang mengarah ke artikel tersebut.
Contohnya:
Keyword: cara menggunakan AI untuk bisnis
Artikel: Cara Menggunakan AI untuk Meningkatkan Produktivitas Bisnis
Pin: 7 Cara Menggunakan AI untuk Bisnis agar Lebih Produktif
Dengan pendekatan ini, satu topik bisa digunakan untuk mendukung beberapa channel digital marketing.
8. Konsisten Membuat Konten
Konsistensi lebih penting daripada membuat banyak Pin dalam satu waktu lalu berhenti.
Buat jadwal yang realistis sesuai kemampuanmu.
Misalnya:
- Senin: Pin edukasi.
- Rabu: Pin tips.
- Jumat: Pin artikel.
- Minggu: Pin inspirasi.
Yang penting bukan hanya jumlahnya, tetapi kualitas dan relevansinya dengan target audiens.
9. Analisis Performa Pin
Setelah rutin membuat konten, lihat performanya.
Perhatikan metrik seperti:
- Jumlah tayangan.
- Engagement.
- Klik Pin.
- Outbound clicks.
- Traffic ke website.
- Konten yang paling banyak menarik perhatian.
Dari data tersebut, kamu bisa mengetahui jenis konten yang paling disukai audiens.
Jika satu topik menghasilkan banyak klik, kamu bisa membuat variasi konten dari topik tersebut.
Contoh Strategi Pinterest untuk Digital Marketing
Misalnya kamu memiliki website yang membahas tips teknologi untuk Gen Z.
Strateginya bisa seperti berikut:
Tahap 1 — Riset
Cari topik yang relevan dengan teknologi dan kebutuhan audiens.
Tahap 2 — Buat artikel
Buat artikel SEO seperti:
“10 Tools AI Gratis yang Bisa Membantu Produktivitas Pelajar”
Tahap 3 — Buat Pin
Buat beberapa desain Pin dengan judul berbeda tetapi tetap mengarah ke artikel yang sama.
Contohnya:
- 10 Tools AI Gratis untuk Pelajar.
- Tools AI yang Wajib Dicoba Gen Z.
- AI Gratis untuk Membantu Belajar.
- 7 AI yang Bikin Belajar Lebih Praktis.
Tahap 4 — Distribusi
Publikasikan Pin secara konsisten.
Tahap 5 — Analisis
Lihat Pin mana yang menghasilkan klik paling tinggi.
Tahap 6 — Optimasi
Buat lebih banyak konten berdasarkan topik dan format yang memiliki performa bagus.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula ketika menggunakan Pinterest untuk digital marketing.
Hanya Fokus pada Desain
Desain memang penting, tetapi Pin yang bagus juga membutuhkan judul, keyword, deskripsi, dan tujuan yang jelas.
Tidak Mengarahkan ke Halaman yang Relevan
Jangan membuat Pin dengan judul tertentu tetapi mengarahkan pengguna ke halaman yang tidak berhubungan.
Terlalu Banyak Keyword
Keyword memang penting, tetapi jangan sampai deskripsi terlihat seperti kumpulan kata yang dibuat hanya untuk mesin pencari.
Tidak Konsisten
Mengunggah banyak konten selama beberapa hari lalu berhenti bisa membuat strategi menjadi kurang optimal.
Tidak Melihat Data
Tanpa analisis, kamu akan kesulitan mengetahui konten mana yang sebenarnya bekerja dengan baik.
Tips Pinterest Marketing untuk Pemula
Kalau kamu masih baru, tidak perlu langsung membuat strategi yang rumit.
Mulai dengan langkah sederhana:
- Pilih satu niche.
- Tentukan target audiens.
- Riset keyword.
- Buat artikel atau halaman tujuan.
- Buat desain Pin yang menarik.
- Tambahkan keyword secara natural.
- Arahkan Pin ke halaman yang relevan.
- Publikasikan secara konsisten.
- Pantau performanya.
- Perbaiki strategi berdasarkan data.
Penulis : Deri – SMKN 6 Tebo




Leave a Reply