Gubuku- Apa Itu Evergreen Content Pinterest?
Evergreen content adalah konten yang tetap relevan dan dicari dalam jangka waktu panjang. Jadi, kontennya nggak cuma ramai beberapa hari lalu hilang begitu saja.
Di Pinterest, konsep ini cocok banget karena banyak orang menggunakan Pinterest untuk mencari ide, inspirasi, tutorial, rekomendasi produk, sampai solusi dari berbagai masalah.
Contohnya seperti:
- Cara membuat CV yang menarik
- Ide desain kamar minimalis
- Tips mengatur keuangan
- Tutorial membuat konten
- Rekomendasi aplikasi produktivitas
- Ide bisnis untuk pemula
- Tutorial membuat produk digital
Konten seperti ini bisa terus mendapatkan pencarian dan klik meskipun sudah dibuat berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Kenapa Evergreen Content Bisa Menghasilkan Cuan?
Pinterest bukan cuma tempat untuk upload gambar. Platform ini juga bisa menjadi sumber traffic menuju website, toko online, blog, atau halaman produk.
Alurnya cukup sederhana:
Pinterest → orang melihat Pin → orang melakukan klik → masuk ke halaman kamu → melakukan tindakan → kamu mendapatkan penghasilan.
Penghasilannya bisa berasal dari beberapa cara, misalnya:
- Affiliate marketing
- Penjualan produk digital
- Penjualan produk sendiri
- Traffic ke blog
- Jasa atau layanan
- Monetisasi website
Artinya, kamu nggak harus selalu mengejar konten viral.
Dengan evergreen content, satu konten yang dibuat hari ini berpotensi terus mendatangkan pengunjung di kemudian hari.
Strategi Evergreen Content Pinterest untuk Mendapatkan Cuan
1. Pilih Niche yang Bisa Bertahan Lama
Langkah pertama adalah memilih niche yang punya permintaan jangka panjang.
Beberapa contoh niche yang cukup fleksibel:
- Keuangan
- Produktivitas
- Pendidikan
- Teknologi
- Desain
- Fashion
- Dekorasi rumah
- Resep
- Bisnis
- Pengembangan diri
Hindari hanya mengikuti tren sesaat jika tujuanmu adalah membangun traffic dalam jangka panjang.
Cari topik yang kemungkinan besar masih dicari orang beberapa bulan atau tahun ke depan.
2. Riset Keyword Sebelum Membuat Pin
Jangan asal membuat Pin lalu berharap orang menemukannya.
Gunakan keyword yang memang berhubungan dengan topik yang kamu bahas.
Misalnya kamu membahas produk digital, beberapa keyword yang bisa digunakan adalah:
- produk digital untuk pemula
- cara membuat produk digital
- ide produk digital
- jual produk digital
- bisnis produk digital
Masukkan keyword secara natural pada judul Pin, deskripsi, dan konten yang relevan.
3. Buat Konten yang Menjawab Masalah
Konten evergreen biasanya punya satu karakter penting: berguna.
Coba tanyakan:
“Masalah apa yang sedang dicari solusinya oleh audiens?”
Misalnya:
Masalah: Bingung mencari ide bisnis online.
Kamu bisa membuat Pin:
“15 Ide Bisnis Online untuk Pemula yang Bisa Dicoba dari Rumah”
Konten seperti ini memiliki peluang lebih besar untuk dicari karena memberikan solusi yang jelas.
4. Gunakan Judul yang Bikin Orang Ingin Klik
Judul Pin harus jelas, singkat, dan memberikan alasan untuk membaca.
Contohnya:
❌ Tips Pinterest
Lebih menarik:
✅ 7 Strategi Pinterest untuk Mendapatkan Traffic Gratis
Atau:
“Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest untuk Pemula”
Hindari clickbait yang tidak sesuai dengan isi. Kalau judul menjanjikan sesuatu, pastikan kontennya benar-benar memberikan jawabannya.
5. Buat Beberapa Pin dari Satu Topik
Kamu nggak harus membuat topik baru setiap hari.
Satu artikel atau satu topik bisa dikembangkan menjadi beberapa desain Pin dengan angle berbeda.
Misalnya artikel:
“Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest”
Bisa dibuat menjadi:
- 7 Cara Mendapatkan Cuan dari Pinterest
- Pinterest Bisa Jadi Sumber Penghasilan?
- Panduan Pinterest untuk Pemula
- Cara Monetisasi Pinterest
- Strategi Pinterest untuk Mendapatkan Traffic
- Kesalahan Pemula Saat Menggunakan Pinterest
Topiknya masih berhubungan, tetapi sudut pandangnya berbeda.
6. Arahkan Traffic ke Tempat yang Bisa Menghasilkan Uang
Pinterest sendiri bukan satu-satunya tempat kamu mendapatkan penghasilan.
Gunakan Pin sebagai pintu masuk menuju platform yang menghasilkan uang.
Contohnya:
Pin → Artikel Blog → Affiliate
atau:
Pin → Landing Page → Produk Digital
atau:
Pin → Toko Online → Pembelian Produk
Jadi, tujuan akhirnya bukan hanya mendapatkan view, tetapi mendapatkan traffic yang berkualitas.
7. Gunakan Affiliate Marketing
Affiliate marketing menjadi salah satu cara yang bisa dikombinasikan dengan Pinterest.
Misalnya kamu membuat konten:
“10 Tools AI yang Berguna untuk Content Creator”
Kemudian artikel tersebut membahas tools yang memiliki program affiliate.
Ketika pembaca melakukan pembelian melalui link affiliate yang sesuai dengan ketentuan program, kamu bisa mendapatkan komisi.
Pastikan kamu mengikuti aturan program affiliate dan Pinterest serta memberikan disclosure jika memang diwajibkan.
8. Buat Konten yang Bisa Dicari Sepanjang Tahun
Kalau ingin membuat evergreen content, hindari terlalu bergantung pada tanggal atau tren tertentu.
Contoh:
❌ Ide Konten Instagram Agustus 2026
Lebih evergreen:
✅ 100 Ide Konten Instagram untuk Pemula
Contoh pertama punya masa relevansi yang lebih pendek, sedangkan contoh kedua bisa tetap dicari kapan saja.
9. Update Konten Lama
Evergreen bukan berarti konten dibuat sekali lalu dilupakan.
Sesekali cek konten lama.
Kalau informasinya sudah tidak relevan, lakukan update.
Misalnya:
- Perbarui informasi
- Tambahkan contoh baru
- Perbaiki desain Pin
- Update keyword
- Perbaiki link yang sudah tidak aktif
- Tambahkan informasi yang lebih lengkap
Dengan begitu, konten tetap relevan bagi audiens.
10. Konsisten Lebih Penting daripada Spam
Kamu nggak perlu upload puluhan Pin sekaligus hanya untuk mengejar jumlah.
Lebih baik fokus membuat konten yang:
relevan + bermanfaat + searchable + menarik secara visual.
Buat jadwal yang realistis dan bisa kamu jalankan secara konsisten.
Contoh Strategi Evergreen Pinterest
Misalnya kamu memilih niche AI untuk pemula.
Kamu bisa membuat artikel:
“10 Cara Menggunakan AI untuk Meningkatkan Produktivitas”
Kemudian membuat beberapa Pin:
- 10 Cara Menggunakan AI untuk Pemula
- AI Tools yang Bisa Membantu Produktivitas
- Cara Memanfaatkan AI untuk Bekerja Lebih Cepat
- Tips Menggunakan AI Secara Efektif
- Panduan AI untuk Pemula
Setiap Pin diarahkan ke artikel atau halaman yang relevan.
Jika artikel memiliki affiliate, produk digital, atau penawaran lain yang sesuai, traffic tersebut berpotensi menjadi sumber penghasilan.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula antara lain:
- Membuat konten hanya berdasarkan tren
- Tidak melakukan riset keyword
- Judul Pin terlalu umum
- Desain sulit dibaca
- Link tujuan tidak relevan
- Hanya mengejar jumlah view
- Tidak mengukur performa konten
- Mengabaikan update konten lama
- Menggunakan keyword secara berlebihan
Ingat, banyak view belum tentu banyak cuan.
Yang lebih penting adalah apakah traffic dari Pinterest benar-benar melakukan tindakan yang kamu inginkan.
Penulis : Deri – SMKN 6 Tebo




Leave a Reply