Gubuku- Cara Membuat Konten Pinterest yang Tidak Cepat Mati
Pinterest bukan cuma tempat cari inspirasi. Kalau dimanfaatkan dengan benar, platform ini juga bisa menjadi sumber traffic dan peluang cuan. Salah satu kuncinya adalah membuat konten Pinterest yang tidak cepat mati, alias tetap bisa ditemukan dan mendatangkan pengunjung meskipun sudah lama diposting.
Berbeda dengan beberapa platform sosial yang kontennya bisa tenggelam dalam hitungan jam atau hari, Pinterest lebih mirip mesin pencari visual. Karena itu, konten yang dibuat dengan strategi SEO dan keyword yang tepat punya peluang untuk terus muncul di pencarian.
Apa Itu Konten Pinterest yang Tidak Cepat Mati?
Konten Pinterest yang tidak cepat mati adalah konten yang tetap relevan dan berpotensi mendapatkan impresi, klik, atau traffic dalam waktu yang panjang.
Konten seperti ini biasanya membahas topik yang evergreen, yaitu topik yang tetap dicari orang dari waktu ke waktu.
- Cara membuat CV untuk pemula
- Tips mengatur keuangan
- Ide desain kamar minimalis
- Cara belajar lebih produktif
- Tutorial menggunakan aplikasi tertentu
- Ide bisnis online
- Tips membuat konten media sosial
Sebaliknya, konten yang hanya mengikuti tren sesaat biasanya memiliki umur yang lebih pendek.
Kenapa Konten Evergreen Cocok untuk Pinterest?
Pinterest memiliki sistem pencarian yang membuat pengguna bisa menemukan konten berdasarkan keyword, topik, dan relevansi.
Jadi, sebuah Pin yang dibuat beberapa bulan lalu masih berpotensi ditemukan jika kontennya relevan dengan pencarian pengguna.
Inilah alasan kenapa kamu sebaiknya tidak hanya mengejar konten viral. Buat konten yang bisa dicari ulang.
Misalnya, daripada hanya membuat Pin berjudul:
“Tren Konten Viral Minggu Ini”
kamu bisa membuat:
“10 Cara Membuat Konten Media Sosial untuk Pemula”
Topik kedua lebih mudah bertahan karena kebutuhan informasinya tidak bergantung pada satu tren tertentu.
Cara Membuat Konten Pinterest yang Tidak Cepat Mati
1. Pilih Topik yang Evergreen
Langkah pertama adalah memilih topik yang kemungkinan tetap dibutuhkan dalam jangka panjang.
Coba pikirkan:
“Apakah orang masih akan mencari informasi ini beberapa bulan atau satu tahun lagi?”
Kalau jawabannya iya, topik tersebut memiliki potensi evergreen.
Beberapa niche yang bisa dipertimbangkan:
- Keuangan
- Pendidikan
- Produktivitas
- Teknologi
- Bisnis online
- Digital marketing
- Fashion
- Dekorasi rumah
- Resep makanan
- Pengembangan diri
2. Gunakan Keyword yang Sering Dicari
Pinterest bekerja seperti mesin pencari visual. Karena itu, keyword sangat penting.
Masukkan keyword utama secara natural pada:
Misalnya keyword utama kamu adalah “cara menghasilkan uang dari Pinterest”.
Judul yang bisa digunakan:
Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest untuk Pemula
Deskripsi juga bisa memasukkan variasi keyword seperti:
cara monetisasi Pinterest, menghasilkan uang dari Pinterest, Pinterest untuk pemula, dan tips mendapatkan cuan dari Pinterest.
Jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Buat tetap natural supaya mudah dibaca.
3. Buat Judul yang Menjawab Masalah
Judul yang bagus bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga menjelaskan manfaat konten.
Contoh:
Kurang efektif:
“Pinterest dan Dunia Digital”
Lebih menarik:
“7 Cara Menggunakan Pinterest untuk Mendapatkan Traffic Website”
Judul kedua langsung memberi tahu pengguna apa yang akan mereka dapatkan.
4. Buat Desain Pin yang Mudah Dibaca
Visual tetap menjadi bagian penting dari Pinterest.
Gunakan desain yang:
- Teksnya jelas
- Tidak terlalu ramai
- Memiliki hierarki informasi
- Menggunakan ukuran tulisan yang mudah dibaca
- Memiliki kontras yang cukup
- Menampilkan satu pesan utama
Jangan memasukkan terlalu banyak informasi ke dalam satu gambar.
Ingat: orang harus bisa memahami topik Pin hanya dalam beberapa detik.
5. Berikan Informasi yang Benar-Benar Berguna
Konten yang hanya dibuat untuk mendapatkan klik biasanya sulit mempertahankan perhatian pengguna.
Kalau kamu mengarahkan pengguna ke artikel, pastikan isi artikel benar-benar sesuai dengan judul Pin.
Misalnya Pin berjudul:
“10 Cara Mendapatkan Traffic dari Pinterest”
Maka halaman tujuan sebaiknya benar-benar membahas 10 cara tersebut.
Semakin relevan konten dengan kebutuhan pengguna, semakin besar peluang mereka mendapatkan manfaat dari kontenmu.
6. Buat Konten yang Menjawab Pertanyaan Pengguna
Salah satu cara termudah membuat konten evergreen adalah mencari masalah yang sering ditanyakan orang.
Contohnya:
- Bagaimana cara menggunakan Pinterest?
- Bagaimana mendapatkan followers?
- Bagaimana membuat Pin yang menarik?
- Bagaimana mendapatkan traffic dari Pinterest?
- Bagaimana menghasilkan uang dari Pinterest?
Kemudian ubah pertanyaan tersebut menjadi konten.
7. Buat Beberapa Pin dari Satu Artikel
Tidak harus satu artikel hanya memiliki satu Pin.
Kamu bisa membuat beberapa desain Pin dengan angle berbeda tetapi tetap mengarah ke artikel yang sama.
Contohnya satu artikel berjudul:
Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest
Bisa dibuat menjadi beberapa Pin:
- Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest untuk Pemula
- 7 Cara Monetisasi Pinterest
- Pinterest Bisa Jadi Sumber Cuan? Ini Caranya
- Cara Mendapatkan Traffic dan Cuan dari Pinterest
- Panduan Pinterest untuk Pemula
Dengan cara ini, satu artikel bisa mendapatkan beberapa pintu masuk dari Pinterest.
8. Update Konten yang Sudah Lama
Konten evergreen bukan berarti dibuat sekali lalu ditinggalkan.
Sesekali cek apakah informasinya masih relevan.
Jika ada informasi yang sudah berubah, lakukan pembaruan pada:
- Judul
- Deskripsi
- Data
- Link
- Gambar
- Contoh
- Informasi terbaru
Dengan begitu, konten tetap fresh dan lebih berguna bagi pembaca.
9. Jangan Terlalu Bergantung pada Tren
Tren memang bisa menghasilkan traffic besar dalam waktu singkat. Namun, umur kontennya biasanya lebih pendek.
Strategi yang lebih aman adalah menggabungkan:
Konten evergreen + konten tren
Contohnya:
- 70–80% konten evergreen
- 20–30% konten tren atau musiman
Persentasenya tidak harus sama persis. Intinya, jangan sampai seluruh strategi kontenmu bergantung pada tren.
10. Gunakan CTA yang Jelas
Jangan biarkan pengguna bingung setelah melihat Pin.
Gunakan ajakan seperti:
- “Baca panduan lengkapnya”
- “Lihat tutorial selengkapnya”
- “Cek tips lainnya”
- “Pelajari caranya di artikel lengkap”
CTA membantu mengarahkan pengguna ke langkah berikutnya.
Contoh Strategi Konten Pinterest Evergreen
Misalnya kamu berada di niche cara menghasilkan uang online.
Kamu bisa membuat konten seperti:
Pin 1:
“10 Cara Menghasilkan Uang Online untuk Pemula”
Pin 2:
“Cara Mendapatkan Cuan dari Pinterest”
Pin 3:
“Panduan Affiliate Marketing untuk Pemula”
Pin 4:
“Cara Menjual Produk Digital Secara Online”
Pin 5:
“7 Ide Bisnis Online Tanpa Modal Besar”
Topik-topik tersebut memiliki peluang untuk tetap dicari karena membahas kebutuhan yang tidak hanya muncul sekali.
Kesalahan yang Membuat Konten Pinterest Cepat Mati
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Hanya Mengejar Viral
Konten viral memang menarik, tetapi belum tentu bertahan lama.
Tidak Menggunakan Keyword
Desain bagus saja belum tentu cukup. Pengguna harus bisa menemukan kontenmu melalui pencarian.
Judul Tidak Jelas
Judul yang terlalu umum membuat pengguna tidak langsung memahami manfaat konten.
Desain Terlalu Ramai
Terlalu banyak tulisan, elemen, dan warna dapat membuat pesan utama sulit dipahami.
Tidak Memperbarui Konten
Informasi yang sudah tidak relevan dapat membuat konten kehilangan nilai.
Clickbait Berlebihan
Jangan membuat judul yang menjanjikan sesuatu tetapi isi kontennya tidak sesuai. Ini bisa membuat pengalaman pengguna menjadi buruk.
Tips Agar Konten Pinterest Lebih Awet
Kalau ingin kontenmu memiliki umur panjang, gunakan prinsip sederhana ini:
Cari masalah → riset keyword → buat konten → desain Pin → optimasi SEO → arahkan ke halaman relevan → evaluasi → update.
Jangan hanya bertanya:
“Bagaimana supaya Pin saya viral?”
Coba ubah pertanyaannya menjadi:
“Bagaimana supaya Pin saya tetap ditemukan orang setelah beberapa bulan?”
Mindset ini bisa membantu kamu membuat strategi Pinterest yang lebih berkelanjutan.
Penulis : Deri – SMKN 6 Tebo




Leave a Reply