Gubuku- Cara UMKM Mendapatkan Cuan dari Pinterest
Banyak orang mengira Pinterest cuma tempat mencari inspirasi foto, outfit, resep, atau desain. Padahal, Pinterest juga bisa dimanfaatkan UMKM untuk mendapatkan cuan dan mencari calon pelanggan.
Menariknya, kamu nggak harus punya followers ribuan dulu. Dengan konten yang tepat dan strategi yang konsisten, Pinterest bisa menjadi sumber traffic gratis untuk bisnis.
Jadi, gimana cara UMKM mendapatkan cuan dari Pinterest? Yuk, bahas dengan cara yang simpel.
1. Buat Akun Pinterest Business
Langkah pertama adalah membuat akun Pinterest Business. Akun bisnis memberikan fitur yang lebih cocok untuk kebutuhan UMKM, seperti analitik untuk melihat performa konten.
Gunakan nama bisnis yang mudah dicari dan lengkapi profil dengan informasi tentang produk atau jasa yang kamu tawarkan.
Contohnya, kalau kamu menjual produk skincare lokal, gunakan nama dan deskripsi profil yang berkaitan dengan skincare.
2. Tentukan Produk yang Mau Dipromosikan
Jangan langsung upload semua produk secara random.
Pilih beberapa produk yang paling potensial untuk dipromosikan di Pinterest. Misalnya:
- Produk fashion
- Dekorasi rumah
- Makanan dan minuman
- Kerajinan tangan
- Produk digital
- Aksesori
- Produk kecantikan
- Jasa desain
- Hampers dan hadiah
Pinterest sangat cocok untuk produk yang memiliki tampilan visual menarik.
3. Buat Pin yang Menarik
Di Pinterest, tampilan visual adalah salah satu hal penting.
Buat desain yang bersih, jelas, dan mudah dipahami. Gunakan gambar produk yang berkualitas serta tambahkan teks singkat yang membuat orang penasaran.
Contohnya:
“5 Ide Hampers Murah untuk Teman”
Kemudian arahkan pin tersebut ke halaman produk atau toko kamu.
Jangan membuat desain terlalu penuh tulisan. Yang penting, orang langsung tahu apa yang kamu tawarkan dan kenapa mereka harus klik.
4. Gunakan Keyword Pinterest
Pinterest juga bekerja seperti mesin pencari. Karena itu, penggunaan keyword sangat penting.
Misalnya kamu menjual produk hampers. Beberapa keyword yang bisa digunakan:
- hampers murah
- ide hampers ulang tahun
- hampers untuk teman
- hampers unik
- kado murah
- rekomendasi hadiah
Masukkan keyword secara natural pada:
- Judul Pin
- Deskripsi Pin
- Nama board
- Deskripsi board
- Profil bisnis
Dengan cara ini, kontenmu punya peluang lebih besar ditemukan orang yang sedang mencari produk terkait.
5. Arahkan Traffic ke Toko Online
Pinterest bisa digunakan sebagai sumber traffic.
Caranya sederhana:
Pin → klik → toko online/website → calon pembeli → transaksi
Misalnya kamu memiliki toko online. Buat konten Pinterest yang menarik lalu arahkan pengguna ke halaman produk.
Jadi, Pinterest nggak harus menjadi tempat transaksi utama. Kamu bisa menjadikannya sebagai jalan masuk untuk mendatangkan calon pembeli.
6. Manfaatkan Affiliate Marketing
Selain menjual produk sendiri, UMKM juga bisa memanfaatkan affiliate marketing jika program dan platform yang digunakan mengizinkannya.
Misalnya kamu membuat konten:
“Rekomendasi Peralatan Dapur untuk UMKM Kuliner”
Kemudian konten tersebut mengarahkan pengguna ke produk yang relevan melalui tautan affiliate yang sesuai aturan platform.
Jika terjadi pembelian melalui tautan tersebut, kamu bisa mendapatkan komisi sesuai ketentuan program affiliate.
7. Buat Konten Berdasarkan Masalah Calon Pembeli
Jangan cuma membuat konten yang berisi:
“Beli produk kami sekarang!”
Coba buat konten yang menjawab kebutuhan calon pelanggan.
Contohnya, jika kamu menjual kopi:
- “Cara Membuat Kopi di Rumah”
- “Ide Kopi untuk Teman Kerja”
- “Jenis Kopi yang Cocok untuk Pemula”
- “Tips Menyimpan Kopi agar Tetap Fresh”
Di dalam konten tersebut, kamu bisa mengenalkan produk secara natural.
Strategi ini terasa lebih membantu dan tidak terlalu hard selling.
8. Konsisten Upload Konten
Nggak perlu langsung upload puluhan Pin setiap hari.
Yang lebih penting adalah konsisten dan kualitas konten.
Buat jadwal sederhana, misalnya beberapa Pin setiap minggu. Setelah itu lihat konten mana yang mendapatkan impresi, klik, dan interaksi paling bagus.
Konten yang performanya bagus bisa dikembangkan menjadi beberapa variasi baru.
9. Gunakan Pinterest untuk Membangun Brand
Pinterest bukan cuma tempat jualan.
Platform ini juga bisa digunakan untuk membangun identitas brand UMKM.
Gunakan:
- Warna brand yang konsisten
- Gaya desain yang mudah dikenali
- Logo bisnis
- Foto produk berkualitas
- Gaya bahasa yang konsisten
Lama-kelamaan orang bisa lebih mudah mengenali bisnis kamu ketika melihat konten di Pinterest.
10. Pantau Analytics
Jangan hanya upload lalu pergi.
Cek data Pinterest secara berkala untuk mengetahui konten mana yang mendapatkan hasil terbaik.
Perhatikan beberapa hal seperti:
- Jumlah impresi
- Jumlah klik
- Pin yang paling banyak dilihat
- Konten yang paling banyak disimpan
- Traffic yang masuk ke website
Dari data tersebut, kamu bisa mengetahui jenis konten yang paling disukai audiens.
Strategi Sederhana Pinterest untuk UMKM
Kalau masih pemula, kamu bisa menggunakan pola sederhana berikut:
Produk → buat konten → optimasi keyword → upload Pin → arahkan ke toko → cek analytics → ulangi strategi yang berhasil.
Contohnya, kamu menjual produk dekorasi kamar.
Buat Pin dengan judul:
“7 Ide Dekorasi Kamar Minimalis untuk Anak Muda”
Isi Pin dengan beberapa inspirasi dekorasi. Kemudian arahkan pengguna ke halaman produk dekorasi yang kamu jual.
Dengan begitu, konten tidak terasa seperti iklan biasa, tetapi tetap bisa membantu mendatangkan calon pembeli.
Apakah Pinterest Cocok untuk Semua UMKM?
Nggak selalu.
Pinterest lebih menarik untuk bisnis yang produknya mudah divisualisasikan, seperti fashion, makanan, dekorasi, kerajinan, kecantikan, wedding, desain, dan produk digital.
Namun, bisnis jasa juga tetap bisa memanfaatkannya dengan membuat konten edukasi, inspirasi, tutorial, atau portofolio.
Kuncinya adalah menyesuaikan jenis konten dengan target audiens.
Kesalahan yang Harus Dihindari UMKM di Pinterest
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula antara lain:
1. Hanya fokus jualan
Konten yang terlalu sering hard selling bisa membuat audiens kurang tertarik.
2. Tidak menggunakan keyword
Konten bagus akan kurang maksimal kalau tidak dioptimasi agar mudah ditemukan.
3. Desain terlalu ramai
Gunakan desain yang simpel dan informasi yang mudah dibaca.
4. Tidak mencantumkan tujuan klik
Kalau ingin mendapatkan traffic, pastikan Pin mengarahkan pengguna ke halaman yang relevan.
5. Tidak konsisten
Jangan berharap langsung mendapatkan hasil besar setelah upload beberapa konten.
penulis : Ilham – SMK Setih Setio2




Leave a Reply