Gubuku- Strategi Mendapatkan Leads dari Pinterest untuk Bisnis
Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi foto, outfit, resep, atau desain. Kalau dimanfaatkan dengan strategi yang tepat, Pinterest juga bisa menjadi sumber leads yang potensial untuk bisnis.
Menariknya, pengguna Pinterest biasanya datang karena memang sedang mencari ide atau solusi tertentu. Jadi, peluang mereka untuk tertarik pada produk atau layanan yang relevan cukup besar.
Artikel ini akan membahas cara mendapatkan leads dari Pinterest dengan bahasa simpel dan mudah dipraktikkan, terutama buat pemula.
Apa Itu Leads dari Pinterest?
Leads adalah orang yang menunjukkan ketertarikan terhadap bisnis kamu, misalnya dengan:
- Mengunjungi website.
- Mengisi formulir kontak.
- Berlangganan email.
- Menghubungi bisnis.
- Mengunduh e-book atau panduan.
- Mendaftar newsletter.
- Mengklik link produk atau layanan.
Jadi, tujuan Pinterest bukan sekadar mendapatkan banyak views atau followers. Yang lebih penting adalah mengubah pengunjung menjadi calon pelanggan.
Kenapa Pinterest Cocok untuk Mendapatkan Leads?
Pinterest memiliki karakter yang berbeda dari media sosial seperti Instagram atau TikTok. Banyak orang menggunakan Pinterest sebagai mesin pencari visual untuk menemukan ide, produk, tutorial, dan inspirasi.
Artinya, konten yang kamu buat punya peluang ditemukan kembali melalui pencarian, bahkan setelah beberapa waktu dipublikasikan.
Contohnya, kamu punya bisnis desain grafis. Kamu bisa membuat Pin dengan judul seperti:
“10 Ide Desain Feed Instagram untuk Bisnis Pemula”
Kemudian, Pin tersebut diarahkan ke artikel atau halaman website yang menawarkan jasa desain.
Orang yang tertarik bisa masuk ke website dan akhirnya menjadi lead.
Strategi Mendapatkan Leads dari Pinterest untuk Bisnis
1. Tentukan Target Audiens
Sebelum membuat Pin, tentukan dulu siapa yang ingin kamu tarik.
Misalnya:
Dengan target yang jelas, kamu akan lebih mudah membuat konten yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
2. Pilih Niche yang Jelas
Jangan membuat akun Pinterest dengan topik yang terlalu random.
Pilih niche yang berhubungan dengan bisnis kamu. Contohnya:
- Fashion.
- Digital marketing.
- Desain grafis.
- Teknologi.
- Pendidikan.
- Keuangan.
- Bisnis online.
- Produk digital.
- Kecantikan.
- Dekorasi rumah.
Niche yang jelas membuat Pinterest lebih mudah memahami jenis konten yang kamu buat dan siapa yang mungkin tertarik.
3. Buat Pinterest Business Account
Kalau Pinterest digunakan untuk bisnis, gunakan akun bisnis agar kamu bisa mengakses fitur yang mendukung pemasaran dan analisis performa.
Pastikan profil terlihat profesional dengan:
- Nama bisnis yang jelas.
- Foto profil atau logo.
- Deskripsi singkat.
- Link website.
- Kata kunci yang relevan.
Jangan membuat profil terlalu rumit. Buat sesimpel mungkin supaya orang langsung tahu bisnis kamu menawarkan apa.
4. Riset Keyword Pinterest
Pinterest juga bekerja seperti mesin pencari. Karena itu, keyword Pinterest sangat penting.
Cari tahu kata yang sering digunakan audiens ketika mencari informasi yang berkaitan dengan bisnis kamu.
Contohnya, jika kamu menjual produk digital, keyword yang bisa ditargetkan antara lain:
- produk digital
- template Canva
- template Instagram
- cara jual produk digital
- ide bisnis online
- bisnis online untuk pemula
Gunakan keyword secara natural pada judul Pin, deskripsi, nama board, dan halaman yang dituju.
5. Buat Pin yang Menarik
Visual adalah salah satu bagian penting dalam strategi Pinterest.
Buat desain yang:
- Mudah dibaca.
- Tidak terlalu ramai.
- Memiliki judul yang jelas.
- Menggunakan gambar berkualitas.
- Memiliki CTA.
- Sesuai dengan identitas brand.
Contohnya:
“7 Cara Mendapatkan Pelanggan dari Pinterest”
Kemudian tambahkan CTA seperti:
“Baca panduan lengkapnya →”
Tujuannya adalah membuat orang penasaran dan mau melakukan klik.
6. Gunakan Call to Action
Jangan hanya membuat Pin lalu berharap orang mengkliknya.
Berikan alasan kenapa mereka harus melakukan tindakan.
Contoh CTA:
- “Baca panduan lengkapnya.”
- “Download gratis.”
- “Cek tutorial lengkap.”
- “Lihat produknya.”
- “Dapatkan templatenya.”
- “Pelajari caranya.”
CTA yang sederhana bisa membantu mengarahkan audiens dari Pinterest menuju website atau landing page.
7. Arahkan Traffic ke Landing Page
Kalau tujuan utama kamu adalah mendapatkan leads, jangan hanya mengarahkan semua Pin ke homepage.
Buat landing page khusus untuk kampanye tertentu.
Misalnya kamu menawarkan e-book gratis tentang digital marketing.
Alurnya bisa seperti ini:
Pinterest → Pin → Landing Page → Formulir → Leads
Landing page sebaiknya memiliki:
- Judul yang menarik.
- Penjelasan singkat.
- Manfaat yang didapat.
- Formulir sederhana.
- Tombol CTA yang jelas.
Semakin mudah prosesnya, semakin kecil kemungkinan calon lead meninggalkan halaman.
8. Berikan Freebie atau Lead Magnet
Salah satu cara menarik leads adalah memberikan sesuatu yang berguna secara gratis.
Contohnya:
Misalnya kamu menjual jasa social media management.
Kamu bisa membuat Pin:
“Download Gratis: 30 Ide Konten Instagram untuk Bisnis”
Untuk mendapatkan file tersebut, pengunjung mengisi formulir email.
Dari sini, pengunjung berubah menjadi lead.
9. Buat Banyak Konten dengan Topik yang Relevan
Jangan hanya membuat satu Pin untuk satu topik.
Misalnya topik utamanya adalah cara mendapatkan uang dari Pinterest.
Kamu bisa membuat beberapa konten:
- Cara menghasilkan uang dari Pinterest.
- Cara mendapatkan traffic dari Pinterest.
- Strategi Pinterest untuk bisnis.
- Cara membuat Pin yang menarik.
- Cara mendapatkan pelanggan dari Pinterest.
- Kesalahan Pinterest marketing yang harus dihindari.
Setiap Pin bisa diarahkan ke artikel atau halaman yang relevan.
10. Optimalkan Profil dan Board
Buat board berdasarkan kebutuhan audiens.
Misalnya bisnis kamu bergerak di bidang digital marketing:
- Pinterest Marketing.
- SEO untuk Pemula.
- Social Media Marketing.
- Strategi Bisnis Online.
- Content Marketing.
Gunakan nama board yang jelas dan mengandung keyword yang relevan.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula ketika menggunakan Pinterest untuk bisnis.
Terlalu Fokus pada Followers
Followers memang bagus, tetapi tujuan utama lead generation adalah mendapatkan calon pelanggan.
Lebih baik mendapatkan traffic yang relevan daripada sekadar mengejar angka followers.
Tidak Menggunakan CTA
Pin yang bagus tetapi tidak memiliki arahan bisa membuat audiens bingung harus melakukan apa.
Selalu berikan CTA yang sesuai dengan tujuan konten.
Mengarahkan Semua Pin ke Satu Halaman
Setiap Pin sebaiknya memiliki tujuan yang relevan.
Pin tentang tips SEO sebaiknya diarahkan ke artikel SEO, bukan ke halaman produk yang tidak berhubungan.
Mengabaikan Keyword
Desain menarik saja belum tentu cukup. Kalau keyword tidak jelas, konten bisa lebih sulit ditemukan oleh audiens yang tepat.
Tidak Mengecek Data
Jangan hanya membuat konten tanpa melihat hasilnya.
Gunakan data Pinterest untuk mengetahui konten mana yang mendapatkan impresi, klik, dan engagement paling baik.
Cara Mengukur Keberhasilan Strategi Lead Pinterest
Beberapa metrik yang bisa kamu perhatikan antara lain:
Impressions
Menunjukkan seberapa sering Pin ditampilkan.
Saves
Menunjukkan berapa banyak orang yang menyimpan Pin.
Outbound Clicks
Menunjukkan jumlah klik yang mengarah keluar dari Pinterest.
Website Traffic
Melihat seberapa banyak pengunjung yang datang dari Pinterest.
Conversion Rate
Mengukur berapa banyak pengunjung yang akhirnya melakukan tindakan yang kamu inginkan.
Contohnya, jika 1.000 orang mengunjungi landing page dan 100 orang mengisi formulir, conversion rate-nya adalah 10%.
Tips Agar Leads dari Pinterest Lebih Berkualitas
Mendapatkan banyak leads belum tentu berarti semuanya berkualitas. Fokuslah pada audiens yang memang sesuai dengan bisnis kamu.
Beberapa tipsnya:
- Buat konten berdasarkan masalah audiens.
- Gunakan keyword yang spesifik.
- Berikan freebie yang relevan.
- Buat landing page yang sederhana.
- Gunakan CTA yang jelas.
- Jangan menggunakan judul clickbait.
- Evaluasi performa Pin secara rutin.
- Buat konten secara konsisten.
Penulis : Deri – SMKN 6 Tebo




Leave a Reply