Strategi Email Marketing dengan Traffic dari Pinterest

Strategi Email Marketing dengan Traffic dari Pinterest

Strategi Email Marketing dengan Traffic dari Pinterest

Gubuku- Strategi Email Marketing dengan Traffic dari Pinterest: Cara Mendatangkan Pengunjung dan Membangun Subscriber

Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi outfit, resep, desain, atau ide dekorasi. Platform ini juga bisa menjadi sumber traffic yang potensial untuk email marketing.

Dengan strategi yang tepat, kamu bisa mengarahkan orang dari Pinterest ke website, landing page, lalu mengajak mereka menjadi subscriber email. Setelah itu, hubungan dengan audiens bisa dibangun lewat email secara konsisten.

Kabar baiknya, strategi ini bisa dilakukan secara bertahap, bahkan untuk pemula.

Apa Itu Email Marketing dari Pinterest?

Email marketing dari Pinterest adalah strategi untuk mendapatkan calon subscriber melalui traffic yang berasal dari Pinterest.

Alurnya cukup simpel:

Pinterest → Pin → Website/Landing Page → Form Email → Subscriber → Email Marketing

Jadi, Pinterest digunakan untuk mendatangkan orang, sedangkan email digunakan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan mereka.

Misalnya, kamu membuat konten Pinterest dengan judul “10 Ide Konten Instagram untuk Pemula”. Ketika seseorang tertarik, mereka mengklik Pin tersebut dan masuk ke website.

Di dalam artikel, kamu bisa menawarkan bonus gratis seperti template, checklist, atau panduan PDF dengan imbalan alamat email.

Kenapa Pinterest Cocok untuk Email Marketing?

Pinterest memiliki karakter yang berbeda dari beberapa media sosial lainnya. Banyak orang menggunakannya untuk mencari ide dan menemukan konten yang ingin mereka simpan atau kunjungi kembali.

Artinya, konten yang dibuat dengan baik berpotensi mendatangkan traffic secara berulang.

Beberapa alasan Pinterest menarik untuk strategi email marketing:

  • Bisa menjadi sumber traffic ke website.
  • Konten dapat ditemukan melalui pencarian.
  • Cocok untuk konten edukasi dan tutorial.
  • Bisa digunakan untuk berbagai niche.
  • Traffic dapat diarahkan ke landing page.
  • Cocok untuk membangun audience jangka panjang.

Namun, Pinterest bukan mesin uang instan. Hasilnya tetap bergantung pada kualitas konten, keyword, landing page, dan penawaran yang kamu berikan.

1. Tentukan Target Audiens Terlebih Dahulu

Sebelum membuat Pin, tentukan siapa orang yang ingin kamu tarik.

Jangan hanya berpikir, “Saya ingin banyak pengunjung.”

Lebih baik tentukan:

  • Siapa target pembacanya?
  • Apa masalah mereka?
  • Apa yang sedang mereka cari?
  • Konten seperti apa yang mereka sukai?
  • Apa yang bisa kamu tawarkan?
Baca Juga  Tips Membuat Visual Pinterest yang Disukai Pengguna

Contohnya, jika niche kamu adalah digital marketing untuk pemula, target audiensnya bisa berupa orang yang baru belajar membuat website, content marketing, SEO, atau affiliate marketing.

Dengan target yang jelas, kamu akan lebih mudah membuat konten Pinterest yang relevan.

2. Riset Keyword Pinterest

Keyword adalah bagian penting dalam strategi traffic dari Pinterest.

Gunakan kata atau frasa yang kemungkinan besar dicari oleh target audiens.

Contohnya:

  • email marketing untuk pemula
  • strategi email marketing
  • cara mendapatkan subscriber
  • cara membuat email marketing
  • digital marketing untuk pemula
  • cara mendapatkan traffic website
  • Pinterest marketing
  • cara menghasilkan uang dari Pinterest

Masukkan keyword secara natural pada judul Pin, deskripsi, dan halaman yang dituju.

Jangan melakukan keyword stuffing. Fokus utama tetap membuat konten yang berguna dan mudah dipahami.

3. Buat Pin yang Bikin Orang Penasaran

Pin adalah pintu pertama untuk mendapatkan traffic.

Desainnya tidak harus terlalu rumit. Yang penting:

  • Judul mudah dibaca.
  • Visual menarik.
  • Informasi tidak terlalu padat.
  • Gunakan ukuran vertikal yang sesuai.
  • Buat pesan utama terlihat jelas.
  • Sesuaikan desain dengan niche.

Contohnya:

“7 Cara Mendapatkan Subscriber Email dari Pinterest”

Judul seperti ini lebih jelas daripada hanya menulis:

“Pinterest Marketing”

Orang langsung tahu apa yang akan mereka dapatkan.

4. Arahkan Traffic ke Landing Page

Jangan selalu mengarahkan semua traffic Pinterest ke halaman utama website.

Untuk membangun email list, kamu bisa membuat landing page khusus.

Landing page tersebut harus menjelaskan:

Apa yang didapat?

Kenapa orang membutuhkannya?

Apa yang harus dilakukan?

Misalnya:

“Download Gratis: 30 Ide Konten Pinterest untuk Pemula”

Kemudian berikan form sederhana untuk memasukkan email.

Semakin jelas manfaat yang ditawarkan, semakin mudah pengunjung memahami alasan mereka harus mendaftar.

5. Gunakan Lead Magnet

Lead magnet adalah sesuatu yang kamu berikan secara gratis untuk menarik orang agar mau menjadi subscriber.

Contohnya:

  • E-book singkat.
  • Checklist.
  • Template.
  • Kalender konten.
  • Panduan PDF.
  • Worksheet.
  • Daftar ide konten.
  • Mini course.

Misalnya kamu membuat artikel tentang Pinterest.

Lead magnet yang cocok:

“50 Ide Konten Pinterest untuk Pemula”

Orang yang tertarik dengan artikel tersebut kemungkinan juga tertarik mendapatkan bonus tersebut.

6. Jangan Membuat Form Email Terlalu Ribet

Untuk pemula, gunakan form yang sederhana.

Baca Juga  Strategi Pinterest untuk Menjual Produk ke Target yang Tepat

Biasanya cukup meminta:

Nama + Email

Tidak perlu meminta terlalu banyak informasi jika memang belum diperlukan.

Semakin sederhana prosesnya, semakin mudah pengunjung menyelesaikan pendaftaran.

7. Buat Welcome Email

Setelah seseorang menjadi subscriber, jangan biarkan mereka bingung.

Kirim welcome email untuk menyambut mereka.

Isi email bisa berupa:

  • Ucapan terima kasih.
  • Link untuk mendapatkan lead magnet.
  • Perkenalan singkat.
  • Penjelasan tentang konten yang akan mereka terima.
  • Ajakan membaca artikel tertentu.

Contohnya:

“Hai! Terima kasih sudah bergabung. Ini link untuk mendapatkan template Pinterest yang kamu minta.”

Simpel, tetapi membuat subscriber tahu bahwa email mereka benar-benar aktif.

8. Berikan Konten yang Bermanfaat

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah terlalu cepat menjual.

Baru mendapatkan subscriber, langsung dikirim promosi terus-menerus.

Akibatnya, orang bisa kehilangan minat.

Cobalah menggunakan email untuk memberikan value terlebih dahulu.

Misalnya:

Email 1: Kirim bonus gratis.

Email 2: Berikan tips Pinterest.

Email 3: Bagikan kesalahan yang harus dihindari.

Email 4: Berikan tutorial.

Email 5: Baru perkenalkan produk atau layanan yang relevan.

Intinya, jangan membuat subscriber merasa email kamu hanya berisi iklan.

9. Buat Konten Pinterest yang Mengarah ke Artikel

Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah membuat banyak Pin dari satu artikel.

Misalnya kamu memiliki artikel:

“Panduan Email Marketing untuk Pemula”

Dari satu artikel tersebut, kamu bisa membuat beberapa Pin dengan angle berbeda:

  • Cara Memulai Email Marketing dari Nol
  • 7 Kesalahan Email Marketing yang Harus Dihindari
  • Cara Mendapatkan Subscriber Pertama
  • Strategi Email Marketing untuk Pemula
  • Cara Membuat Lead Magnet

Semua Pin tersebut bisa diarahkan ke artikel atau landing page yang relevan.

Dengan cara ini, satu konten bisa dimanfaatkan menjadi beberapa sumber traffic.

10. Gunakan Call to Action yang Jelas

Jangan membuat pengunjung menebak apa yang harus dilakukan.

Gunakan CTA atau Call to Action yang sederhana.

Contohnya:

  • “Download Gratis”
  • “Pelajari Selengkapnya”
  • “Dapatkan Template”
  • “Baca Panduan Lengkap”
  • “Gabung Gratis”
  • “Dapatkan Checklist”

CTA yang jelas membantu pengunjung mengambil langkah berikutnya.

11. Analisis Traffic dan Subscriber

Setelah strategi berjalan, jangan hanya melihat jumlah views di Pinterest.

Perhatikan juga:

  • Jumlah klik Pin.
  • Jumlah pengunjung website.
  • Jumlah pendaftaran email.
  • Conversion rate.
  • Email yang paling banyak dibuka.
  • Link yang paling banyak diklik.
Baca Juga  Strategi Menjual Template Digital dengan Pinterest

Misalnya sebuah Pin mendapatkan banyak views tetapi sedikit klik.

Artinya, kamu mungkin perlu memperbaiki judul, desain, atau CTA.

Jika banyak orang mengunjungi landing page tetapi sedikit yang mendaftar, kemungkinan masalahnya ada pada penawaran atau halaman tersebut.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya tidak dilakukan saat menggunakan Pinterest untuk membangun email list.

1. Membuat Pin tanpa tujuan

Setiap Pin sebaiknya memiliki tujuan yang jelas, misalnya mendapatkan traffic ke artikel atau mengajak orang mengambil lead magnet.

2. Mengabaikan keyword

Pin yang menarik tetapi tidak menggunakan keyword yang relevan bisa lebih sulit ditemukan oleh audiens yang tepat.

3. Landing page terlalu rumit

Buat halaman yang fokus pada satu tujuan.

4. Terlalu sering melakukan promosi

Subscriber membutuhkan alasan untuk tetap membaca email kamu.

5. Tidak konsisten

Pinterest dan email marketing sama-sama membutuhkan proses. Jangan berharap hasil besar hanya dari beberapa Pin.

Contoh Strategi Sederhana untuk Pemula

Kalau kamu masih baru, coba gunakan alur berikut:

Langkah 1: Pilih satu niche.

Langkah 2: Riset keyword Pinterest.

Langkah 3: Buat artikel yang bermanfaat.

Langkah 4: Buat beberapa Pin dari artikel tersebut.

Langkah 5: Arahkan Pin ke website.

Langkah 6: Buat lead magnet.

Langkah 7: Tampilkan form email.

Langkah 8: Kirim welcome email.

Langkah 9: Berikan konten bermanfaat secara rutin.

Langkah 10: Analisis hasil dan perbaiki strategi.

Kesimpulan

Strategi email marketing dengan traffic dari Pinterest bisa menjadi cara menarik untuk membangun audience secara bertahap.

Kuncinya bukan sekadar mendapatkan banyak views. Yang lebih penting adalah mengubah traffic tersebut menjadi pengunjung website, kemudian menjadi subscriber yang benar-benar tertarik dengan niche kamu.

Mulai dari hal sederhana: pilih target audiens, riset keyword, buat Pin yang menarik, arahkan traffic ke landing page, tawarkan lead magnet, lalu bangun hubungan dengan subscriber melalui email.

Kalau dilakukan secara konsisten, Pinterest bisa menjadi salah satu sumber traffic yang mendukung pertumbuhan email list kamu dalam jangka panjang.

 

 

Penulis : Deri – SMKN 6 Tebo