Gubuku- Cara Meningkatkan Penjualan Online dengan Pinterest
Sekarang, jualan online nggak cuma mengandalkan Instagram, TikTok, atau marketplace. Ada satu platform yang sering diremehkan, padahal punya potensi besar untuk mendatangkan calon pembeli, yaitu Pinterest.
Pinterest bukan sekadar tempat mencari inspirasi foto, outfit, desain, resep, atau dekorasi. Platform ini juga bisa digunakan untuk mempromosikan produk dan meningkatkan penjualan online.
Menariknya lagi, Pinterest bisa membantu produk kamu ditemukan oleh orang yang memang sedang mencari sesuatu. Jadi, kalau strateginya tepat, konten Pinterest bisa mendatangkan traffic secara konsisten.
Apa Itu Pinterest untuk Bisnis?
Pinterest adalah platform visual yang memungkinkan pengguna mencari, menyimpan, dan menemukan berbagai ide melalui gambar atau video yang disebut Pin.
Untuk bisnis, Pinterest bisa dimanfaatkan sebagai media promosi sekaligus sumber traffic menuju toko online, website, marketplace, atau halaman produk.
Misalnya kamu menjual:
- Fashion
- Produk kecantikan
- Dekorasi rumah
- Produk digital
- Aksesori
- Makanan
- Jasa desain
- Produk handmade
Kamu bisa membuat Pin yang menarik lalu mengarahkannya ke halaman tempat produk tersebut dijual.
Kenapa Pinterest Bisa Membantu Meningkatkan Penjualan?
Salah satu alasan Pinterest menarik untuk bisnis adalah karena pengguna biasanya datang dengan tujuan mencari inspirasi dan menemukan sesuatu.
Artinya, konten yang kamu buat bisa ditemukan bahkan setelah beberapa waktu dipublikasikan.
Berbeda dengan konten media sosial yang terkadang cepat tenggelam, Pin yang dioptimasi dengan baik berpotensi terus mendapatkan impresi dan klik.
Karena itu, Pinterest cocok dijadikan salah satu sumber traffic organik untuk bisnis online.
1. Buat Akun Pinterest Business
Langkah pertama adalah menggunakan akun Pinterest Business.
Akun bisnis memberikan fitur yang lebih cocok untuk kebutuhan pemasaran, termasuk analitik untuk melihat performa konten.
Gunakan nama akun yang sesuai dengan brand atau niche bisnis kamu. Lengkapi juga:
Jangan biarkan profil terlihat kosong karena profil yang rapi membuat bisnis terlihat lebih profesional.
2. Tentukan Target Audiens
Sebelum membuat banyak Pin, kamu harus tahu siapa calon pembelinya.
Coba tentukan:
- Siapa yang membutuhkan produk?
- Masalah apa yang ingin mereka selesaikan?
- Apa yang biasanya mereka cari?
- Jenis konten apa yang menarik perhatian mereka?
Contohnya, kalau kamu menjual template desain untuk pelajar, jangan membuat konten yang terlalu umum.
Buat konten seperti:
“Template Jadwal Belajar untuk Pelajar”
atau
“Template Catatan Digital yang Bikin Belajar Lebih Rapi”
Konten seperti ini lebih spesifik dan punya tujuan yang jelas.
3. Gunakan Keyword Pinterest
Kalau ingin konten lebih mudah ditemukan, jangan asal membuat judul Pin.
Gunakan keyword yang memang berkaitan dengan produk dan kebutuhan audiens.
Contohnya, jika kamu menjual produk dekorasi kamar, beberapa keyword yang bisa digunakan:
Masukkan keyword secara natural pada:
- Judul Pin
- Deskripsi Pin
- Nama board
- Profil bisnis
Inilah salah satu bagian penting dari Pinterest SEO.
4. Buat Desain Pin yang Menarik
Pinterest sangat mengandalkan visual. Jadi, tampilan Pin harus menarik perhatian.
Gunakan desain yang:
- Mudah dibaca
- Tidak terlalu ramai
- Memiliki headline yang jelas
- Menggunakan gambar berkualitas
- Memiliki identitas brand
- Menampilkan manfaat produk
Contohnya, daripada hanya menulis:
“Produk Baru”
lebih menarik jika dibuat:
“5 Ide Dekorasi Kamar Minimalis yang Wajib Dicoba”
Kemudian tampilkan produk secara natural di dalam desain.
5. Buat Judul yang Bikin Orang Penasaran
Judul menjadi salah satu bagian penting untuk mendapatkan klik.
Gunakan judul yang langsung menjelaskan manfaat atau solusi.
Contohnya:
- 7 Ide Outfit Casual untuk Nongkrong
- Cara Membuat Kamar Terlihat Lebih Aesthetic
- 10 Template Canva Gratis untuk Pemula
- Ide Hadiah Unik untuk Sahabat
- Tips Memilih Produk Skincare untuk Pemula
Hindari judul yang terlalu clickbait dan tidak sesuai dengan isi.
6. Tulis Deskripsi Pin dengan SEO
Jangan menganggap deskripsi Pin sebagai bagian yang bisa dilewati.
Tulis deskripsi yang menjelaskan isi konten dan manfaat produk.
Contoh:
“Cari ide dekorasi kamar minimalis? Temukan berbagai inspirasi dekorasi sederhana yang cocok untuk kamar berukuran kecil. Cocok untuk kamu yang ingin membuat kamar lebih nyaman dan aesthetic.”
Gunakan keyword secara natural. Jangan memasukkan keyword secara berlebihan karena tulisan bisa terlihat spam.
7. Tambahkan Link Produk
Kalau tujuan utama kamu adalah meningkatkan penjualan, pastikan calon pembeli bisa menemukan produk dengan mudah.
Arahkan Pin ke:
- Website
- Landing page
- Toko online
- Halaman produk
- Blog
- Marketplace yang sesuai
Semakin sedikit langkah yang harus dilakukan calon pembeli, semakin mudah mereka melanjutkan ke tahap pembelian.
8. Buat Konten yang Tidak Terlalu Hard Selling
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah membuat semua konten berisi promosi.
Padahal, konten Pinterest bisa dibuat dengan pendekatan soft selling.
Misalnya kamu menjual produk skincare.
Jangan hanya membuat Pin:
“Beli Produk Skincare Kami Sekarang!”
Coba buat konten:
“5 Kesalahan Skincare yang Sering Dilakukan Pemula”
Kemudian produk kamu bisa diperkenalkan sebagai salah satu solusi.
Cara ini membuat konten terasa lebih membantu dan tidak terlalu seperti iklan.
9. Buat Beberapa Jenis Konten
Jangan hanya membuat satu jenis Pin.
Kamu bisa mencoba:
- Tips
- Tutorial
- Infografis
- Listicle
- Inspirasi
- Before-after
- Panduan
- Rekomendasi produk
- Konten edukasi
- Promosi produk
Dengan begitu, akun Pinterest kamu tidak terasa monoton.
10. Buat Board Sesuai Niche
Board membantu mengelompokkan konten berdasarkan topik.
Misalnya bisnis kamu menjual fashion, kamu bisa membuat:
- Outfit Casual
- Outfit Cowok
- Outfit Cewek
- Fashion Minimalis
- Inspirasi Outfit
- Tips Fashion
Gunakan nama board yang jelas dan relevan dengan keyword yang dicari audiens.
11. Konsisten Upload
Konsistensi jauh lebih penting daripada membuat banyak konten dalam satu hari lalu berhenti.
Buat jadwal upload yang realistis.
Misalnya:
3–5 Pin per minggu
Yang penting adalah bisa dilakukan secara rutin.
Setelah beberapa waktu, lihat data performanya dan cari tahu jenis konten mana yang paling banyak mendapatkan impresi dan klik.
12. Manfaatkan Analytics Pinterest
Jangan hanya fokus pada jumlah followers.
Perhatikan juga metrik seperti:
- Impression
- Pin clicks
- Outbound clicks
- Saves
- Engagement
Kalau satu jenis konten mendapatkan banyak klik, coba buat konten lain dengan konsep yang mirip tetapi tetap fresh.
Dengan begitu, strategi kamu dibuat berdasarkan data, bukan sekadar tebakan.
13. Gunakan Call to Action
Jangan membuat audiens bingung harus melakukan apa setelah melihat Pin.
Tambahkan CTA atau Call to Action yang sederhana.
Contohnya:
- Lihat produknya di sini
- Cek selengkapnya
- Temukan koleksinya
- Baca panduan lengkap
- Klik untuk melihat produk
- Simpan Pin ini untuk nanti
CTA membantu mengarahkan audiens ke langkah berikutnya.
14. Optimalkan Halaman Produk
Mendapatkan klik dari Pinterest saja belum cukup.
Ketika calon pembeli masuk ke halaman produk, pastikan halaman tersebut juga menarik.
Gunakan:
- Foto produk yang jelas
- Deskripsi yang mudah dipahami
- Harga yang transparan
- Informasi produk lengkap
- Tombol pembelian yang mudah ditemukan
- Testimoni jika tersedia
Jangan sampai Pinterest sudah mendatangkan traffic, tetapi calon pembeli pergi karena halaman produknya kurang meyakinkan.
15. Evaluasi dan Perbaiki Strategi
Tidak semua Pin akan langsung viral atau menghasilkan penjualan.
Itu normal.
Justru dari data tersebut kamu bisa belajar.
Cari tahu:
Konten mana yang paling banyak dilihat?
Konten mana yang paling banyak disimpan?
Konten mana yang menghasilkan klik?
Produk mana yang paling menarik perhatian?
Setelah itu, buat strategi baru berdasarkan hasil tersebut.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Kalau baru mulai menggunakan Pinterest untuk bisnis, hindari beberapa kesalahan berikut:
- Menggunakan gambar berkualitas rendah.
- Tidak menggunakan keyword.
- Membuat judul yang terlalu umum.
- Hanya melakukan hard selling.
- Tidak mencantumkan link yang relevan.
- Tidak konsisten membuat konten.
- Tidak mengecek analytics.
- Meniru konten orang lain secara mentah.
- Menggunakan keyword secara berlebihan.
- Mengharapkan penjualan instan.
Pinterest membutuhkan proses. Jadi, jangan langsung menyerah kalau hasilnya belum terlihat dalam beberapa hari.
Strategi Pinterest untuk Meningkatkan Penjualan
Kalau ingin lebih simpel, kamu bisa menggunakan pola berikut:
Cari masalah → Buat konten → Optimasi keyword → Tampilkan solusi → Arahkan ke produk → Analisis hasil → Ulangi
Contohnya:
Masalah: Orang mencari ide dekorasi kamar kecil.
Konten: “7 Ide Dekorasi Kamar Kecil agar Terlihat Lebih Luas”
Solusi: Tampilkan beberapa produk dekorasi.
CTA: “Lihat koleksi lengkap.”
Tujuan: Mengarahkan pengguna ke halaman produk.
Dengan strategi seperti ini, Pinterest tidak hanya menjadi tempat upload gambar, tetapi bisa menjadi bagian dari sales funnel bisnis kamu.
Penulis : Deri – SMKN 6 Tebo




Leave a Reply