Gubuku- Cara Menggunakan Pinterest untuk Memperluas Jangkauan Bisnis
Di era digital seperti sekarang, bisnis nggak cukup hanya mengandalkan Instagram, TikTok, atau Facebook. Ada satu platform yang sering diremehkan, padahal punya potensi besar untuk mendatangkan audiens baru, yaitu Pinterest.
Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi outfit, desain kamar, resep, atau ide konten. Platform ini juga bisa digunakan sebagai media untuk memperluas jangkauan bisnis dan mendatangkan traffic ke website atau toko online.
Menariknya, Pinterest lebih mirip mesin pencari visual. Jadi, konten yang kamu upload bisa tetap ditemukan orang meskipun sudah dibuat beberapa waktu lalu.
Lalu, bagaimana cara menggunakan Pinterest untuk bisnis? Simak langkah-langkah berikut.
1. Buat Akun Pinterest Business
Langkah pertama adalah menggunakan akun Pinterest Business. Akun bisnis memberikan fitur yang lebih cocok untuk kebutuhan pemasaran, termasuk analitik untuk melihat performa konten.
Lengkapi profil bisnis dengan:
- Nama brand atau bisnis
- Foto profil atau logo
- Deskripsi singkat
- Website atau toko online
- Informasi yang menjelaskan produk atau jasa
Buat profil yang terlihat profesional, tetapi tetap sesuai dengan karakter brand kamu.
2. Tentukan Target Audiens
Sebelum membuat banyak Pin, kamu perlu tahu siapa yang ingin kamu jangkau.
Misalnya, kalau bisnis kamu menjual produk fashion, targetnya bisa berupa orang yang mencari inspirasi outfit. Kalau menjual produk dekorasi, kamu bisa membuat konten tentang desain kamar atau rumah.
Semakin jelas target audiensnya, semakin mudah menentukan konten yang relevan.
3. Gunakan Keyword yang Tepat
Pinterest bekerja seperti search engine. Karena itu, penggunaan keyword sangat penting.
Masukkan keyword yang relevan pada:
- Judul Pin
- Deskripsi Pin
- Nama board
- Deskripsi board
Contohnya, jika kamu menjual produk skincare, gunakan keyword seperti tips skincare, perawatan wajah, atau skincare untuk pemula, selama memang sesuai dengan isi konten.
Hindari memasukkan keyword secara berlebihan. Buat tetap natural agar mudah dibaca.
4. Buat Konten Visual yang Menarik
Pinterest adalah platform visual, jadi tampilan konten sangat berpengaruh.
Kamu bisa membuat Pin berupa:
- Infografis
- Tips singkat
- Tutorial
- Foto produk
- Checklist
- Quote yang relevan
- Ide atau inspirasi
- Artikel dalam bentuk visual
Gunakan desain yang simpel dan mudah dipahami. Jangan memenuhi gambar dengan terlalu banyak tulisan.
Tips: buat judul utama yang langsung menjelaskan manfaat konten agar orang tertarik untuk mengkliknya.
5. Buat Board Sesuai Topik
Board berfungsi untuk mengelompokkan konten berdasarkan tema.
Misalnya kamu punya bisnis fashion, kamu bisa membuat beberapa board seperti:
- Inspirasi Outfit Pria
- Outfit Casual
- Fashion Tips
- Ide Outfit Kuliah
- Style untuk Pemula
Dengan pengelompokan seperti ini, audiens lebih mudah menemukan konten yang mereka butuhkan.
6. Arahkan Audiens ke Website
Salah satu keuntungan Pinterest untuk bisnis adalah kemampuannya membantu mendatangkan traffic.
Misalnya kamu memiliki artikel tentang cara memilih outfit yang tepat. Buat Pin yang menarik lalu arahkan Pin tersebut ke artikel di website.
Dengan begitu, Pinterest bukan hanya tempat mendapatkan views, tetapi juga bisa menjadi jalan untuk membawa orang ke website atau halaman produk.
7. Konsisten Membuat Pin
Nggak perlu langsung membuat puluhan konten setiap hari.
Yang lebih penting adalah konsisten.
Buat jadwal upload yang realistis dan pertahankan kualitas konten. Misalnya, kamu bisa mulai dengan beberapa Pin secara rutin setiap minggu.
Daripada upload banyak konten lalu berhenti lama, lebih baik membangun kebiasaan yang bisa dilakukan dalam jangka panjang.
8. Analisis Performa Konten
Jangan hanya upload lalu berharap konten viral.
Gunakan data Pinterest untuk melihat konten mana yang mendapatkan performa bagus.
Perhatikan beberapa hal seperti:
Dari data tersebut, kamu bisa mengetahui jenis konten yang paling disukai audiens dan membuat lebih banyak konten serupa.
9. Manfaatkan Tren Tanpa Kehilangan Identitas Brand
Mengikuti tren bisa membantu konten mendapatkan perhatian lebih besar. Namun, jangan sampai semua konten hanya mengejar tren.
Tetap sesuaikan tren dengan niche dan identitas bisnis kamu.
Misalnya sedang ada tren desain tertentu, kamu bisa mengadaptasinya ke konten bisnis selama masih relevan dengan target audiens.
10. Jangan Hanya Fokus Menjual
Ini salah satu kesalahan yang sering dilakukan bisnis di media sosial.
Kalau setiap Pin hanya berisi promosi produk, audiens bisa cepat bosan.
Coba kombinasikan konten promosi dengan konten yang memberikan value, seperti tips, tutorial, inspirasi, atau informasi yang membantu audiens.
Formula sederhananya:
Edukasi → Inspirasi → Solusi → Promosi
Dengan cara ini, akun Pinterest kamu terasa lebih bermanfaat dan nggak seperti katalog jualan saja.
Kenapa Pinterest Cocok untuk Memperluas Jangkauan Bisnis?
Pinterest punya karakter yang berbeda dari media sosial lainnya. Orang biasanya datang ke Pinterest untuk mencari ide, inspirasi, solusi, atau produk yang ingin mereka gunakan.
Artinya, ketika seseorang menemukan konten bisnis kamu melalui pencarian, mereka memang sedang mencari sesuatu yang berkaitan dengan konten tersebut.
Inilah alasan Pinterest bisa menjadi salah satu channel tambahan untuk membangun awareness dan mendatangkan traffic.
penulis : Deri – SMKN 6 TEBO




Leave a Reply