Gubuku- Cara Membuat Funnel Penjualan dari Pinterest
Cara Membuat Funnel Penjualan dari Pinterest
Pinterest bukan cuma tempat cari inspirasi outfit, resep, desain, atau ide aesthetic. Kalau dimanfaatkan dengan benar, Pinterest juga bisa menjadi sumber traffic dan calon pembeli untuk bisnis kamu.
Salah satu strateginya adalah membuat funnel penjualan dari Pinterest.
Funnel penjualan adalah alur yang membawa orang dari awalnya melihat konten sampai akhirnya melakukan tindakan, seperti mengunjungi website, mendaftar email, atau membeli produk.
Kabar baiknya, kamu nggak perlu langsung punya followers banyak untuk mulai menerapkannya.
Apa Itu Funnel Penjualan dari Pinterest?
Sederhananya, funnel penjualan Pinterest adalah proses:
Pinterest → Klik → Landing Page → Kenal Produk → Percaya → Beli
Jadi, Pinterest berfungsi sebagai pintu masuk untuk mendatangkan orang yang berpotensi tertarik dengan produk atau layanan kamu.
Kamu menjual e-book tentang belajar desain.
Kamu membuat Pin dengan judul:
“7 Cara Belajar Desain Grafis untuk Pemula”
Orang melihat Pin tersebut → tertarik → klik → masuk ke artikel atau landing page → melihat e-book → tertarik → akhirnya membeli.
Itulah contoh funnel sederhana.
Kenapa Pinterest Cocok untuk Funnel Penjualan?
Pinterest memiliki karakter yang berbeda dari media sosial seperti Instagram atau TikTok.
Banyak pengguna datang ke Pinterest untuk mencari ide dan menemukan sesuatu yang ingin mereka coba atau beli.
Karena itu, konten Pinterest bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran jangka panjang.
Beberapa manfaatnya:
- Bisa mendatangkan traffic ke website.
- Konten dapat ditemukan melalui pencarian.
- Cocok untuk berbagai niche.
- Bisa digunakan untuk mempromosikan produk digital maupun fisik.
- Tidak selalu bergantung pada jumlah followers.
- Pin yang menarik dapat terus mendatangkan pengunjung.
Cara Membuat Funnel Penjualan dari Pinterest
1. Tentukan Produk yang Mau Dijual
Sebelum membuat funnel, tentukan dulu apa yang ingin kamu tawarkan.
Contohnya:
- E-book
- Template
- Kursus online
- Jasa desain
- Produk fashion
- Produk kecantikan
- Peralatan rumah
- Affiliate product
Jangan terlalu banyak menawarkan produk di awal.
Pilih satu produk utama agar funnel lebih fokus.
2. Tentukan Target Audiens
Kamu perlu tahu siapa yang ingin kamu tarik dari Pinterest.
Misalnya kamu menjual template CV.
Targetnya bisa berupa:
Pelajar, mahasiswa, atau fresh graduate yang sedang mencari kerja.
Dari sini kamu bisa membuat konten yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Contohnya:
- “Cara Membuat CV untuk Fresh Graduate”
- “Kesalahan CV yang Harus Dihindari”
- “Template CV Simple untuk Pemula”
Konten seperti ini lebih mudah diarahkan ke produk yang kamu jual.
3. Buat Konten Pinterest yang Menarik
Konten Pinterest harus membuat orang berhenti scrolling dan penasaran untuk klik.
Gunakan:
Contoh:
Judul Pin:
“5 Kesalahan CV yang Bikin HR Skip Kamu”
CTA:
“Lihat template CV lengkap di sini.”
Tujuannya bukan sekadar mendapatkan view, tetapi mendorong orang melakukan klik.
4. Arahkan Pengunjung ke Landing Page
Setelah orang klik Pin, jangan biarkan mereka bingung harus melakukan apa.
Arahkan mereka ke halaman yang relevan.
Misalnya:
Pinterest Pin → Artikel → Produk
atau:
Pinterest Pin → Landing Page → Checkout
Landing page sebaiknya memiliki:
- Judul yang menarik.
- Penjelasan manfaat.
- Masalah yang ingin diselesaikan.
- Keunggulan produk.
- Testimoni jika tersedia.
- Tombol CTA yang jelas.
Semakin jelas alurnya, semakin mudah pengunjung mengambil keputusan.
5. Berikan Value Sebelum Menawarkan Produk
Jangan langsung hard selling.
Coba berikan informasi gratis terlebih dahulu.
Misalnya kamu menjual e-book tentang produktivitas.
Buat Pin:
“7 Kebiasaan yang Bikin Kamu Lebih Produktif”
Pengunjung klik dan membaca artikel gratis.
Di dalam artikel tersebut, kamu bisa memperkenalkan e-book sebagai solusi yang lebih lengkap.
Dengan cara ini, pengunjung tidak merasa hanya sedang “disuruh beli”.
6. Gunakan Call-to-Action yang Jelas
CTA atau Call-to-Action adalah ajakan agar pengunjung melakukan sesuatu.
Contohnya:
- “Baca panduan lengkapnya.”
- “Lihat produknya.”
- “Download template gratis.”
- “Cek koleksi lengkap.”
- “Pelajari selengkapnya.”
Jangan membuat pengunjung menebak langkah berikutnya.
7. Bangun Kepercayaan
Orang biasanya tidak langsung membeli dari brand yang baru mereka temukan.
Karena itu, funnel juga harus membangun kepercayaan.
Kamu bisa menggunakan:
- Konten edukatif.
- FAQ.
- Review pelanggan.
- Testimoni.
- Portofolio.
- Contoh hasil produk.
- Informasi produk yang transparan.
Semakin yakin pengunjung, semakin besar kemungkinan mereka melakukan pembelian.
8. Buat Beberapa Pin untuk Satu Produk
Jangan hanya membuat satu Pin untuk satu produk.
Coba buat beberapa sudut konten berbeda.
Misalnya kamu menjual template desain.
Pin 1: “Template Desain untuk Pemula”
Pin 2: “5 Kesalahan Saat Membuat Desain”
Pin 3: “Cara Membuat Desain Profesional”
Pin 4: “Template Desain Siap Pakai”
Semuanya bisa diarahkan ke halaman produk yang sama.
Dengan begitu, kamu punya lebih banyak peluang mendapatkan traffic.
Contoh Funnel Penjualan Pinterest
Misalnya kamu menjual e-book tentang cara mendapatkan uang dari internet.
Funnel sederhananya seperti ini:
↓
Pin: “7 Cara Mendapatkan Uang dari Internet untuk Pemula”
↓
Artikel gratis
↓
Tawaran e-book
↓
Landing page
↓
Checkout
↓
Pembelian
Jadi, Pinterest tidak harus menjadi tempat transaksi langsung.
Pinterest bisa menjadi mesin untuk mendatangkan calon pelanggan.
Tips Agar Funnel Pinterest Lebih Efektif
Gunakan Keyword yang Relevan
Pinterest juga bekerja seperti mesin pencarian.
Gunakan keyword yang sesuai dengan topik pada:
- Judul Pin.
- Deskripsi Pin.
- Judul artikel.
- Nama board.
- Konten website.
Hindari memasukkan keyword secara berlebihan. Buat tetap natural dan mudah dibaca.
Buat Visual yang Konsisten
Gunakan gaya visual yang mudah dikenali.
Misalnya:
- Warna brand yang konsisten.
- Font yang mudah dibaca.
- Layout sederhana.
- Judul yang kuat.
- Branding yang tidak berlebihan.
Fokus pada Manfaat
Daripada hanya menulis nama produk, tunjukkan manfaatnya.
Kurang menarik:
“E-book Produktivitas”
Lebih menarik:
“Panduan Produktivitas untuk Mengatur Waktu Tanpa Ribet”
Orang lebih tertarik pada solusi, bukan sekadar nama produk.
Pantau Data
Jangan hanya melihat jumlah view.
Perhatikan juga:
- Jumlah klik.
- CTR.
- Traffic website.
- Leads.
- Penjualan.
- Pin yang paling banyak menghasilkan pengunjung.
Dari data tersebut, kamu bisa mengetahui konten mana yang layak dibuat lebih banyak.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat membuat funnel Pinterest adalah:
1. Tidak punya tujuan yang jelas
Konten dibuat hanya untuk mendapatkan view tanpa memikirkan langkah selanjutnya.
2. Link tidak relevan
Orang mengklik Pin tentang CV, tetapi malah diarahkan ke halaman yang tidak berhubungan.
3. Terlalu fokus jualan
Semua Pin hanya berisi promosi. Padahal audiens juga membutuhkan konten yang membantu mereka.
4. Landing page membingungkan
Terlalu banyak informasi atau CTA sehingga pengunjung tidak tahu harus klik apa.
5. Tidak menggunakan keyword
Pin terlihat bagus, tetapi sulit ditemukan karena tidak menggunakan kata kunci yang sesuai.
Penulis : Deri – SMKN 6 Tebo




Leave a Reply