Merancang Visual System Khusus untuk Aplikasi Mental Health

Merancang Visual System Khusus untuk Aplikasi Mental Health

Merancang Visual System Khusus untuk Aplikasi Mental Health

Gubuku – Zaman sekarang, aplikasi mental health bukan cuma butuh fitur curhat atau tracker mood yang canggih, tapi juga visual yang pas. Bayangin aja, orang lagi cemas atau burnout, pas buka aplikasi malah disuguhin warna merah menyala dengan tombol yang bikin bingung. Auto close app dan uninstall, kan?

Riset visual untuk aplikasi mental health itu beda banget sama bikin visual buat game atau e-commerce. UI/UX-nya harus berasa kayak “pelukan hangat” pas kamu lagi capek-capeknya.

Nah, biar aplikasi kamu ramah di mata, nyaman di otak, dan disukai Gen Z, ikuti racikan visual system berikut ini!

1. Palette Warna: Pilihan Vibe yang Menenangkan Warna punya dampak psikologis paling cepat ke otak manusia. Untuk aplikasi kesehatan mental, hindari warna neon atau merah menyala (alert/danger) secara berlebihan.

  • Soft Teal & Sage Green: Memberikan efek rasa aman, bertumbuh, dan tenang.

  • Warm Blue: Biru lembut bikin detak jantung berasa lebih rileks (bebas dari kesan corporate yang kaku).

  • Warm Neutral (Cream/Off-White): Jangan pakai warna putih murni (#FFFFFF) yang kelewat silau. Ganti ke cream atau warm grey biar mata nggak cepat lelah.

2. Tipografi: Simpel, Jelas, dan Beri “Ruang Bernapas” Font yang ribet atau terlalu rapat bikin otak bekerja lebih keras buat ngebaca. Padahal pengguna lagi butuh ketenangan.

  • Gunakan font jenis sans-serif yang bentuk hurufnya bulat dan bersahabat (contoh: Inter, Nunito, atau Outfit).

  • Naikkan line-height (jarak antar baris) dan letter-spacing agar teks berasa lebih plong dan gampang dipindai (scannable).

  • penulis;bungasmksudj

Baca Juga  Kenapa Konsistensi Visual Penting untuk Brand