Gubuku- Tips-Tips Menghindari Desain Terlalu Ramai Biar Gak Bikin Pusing Audiens!
Mau bikin feed Instagram, poster tugas, atau presentasi tapi kelihatan sumpek dan bikin mata sakau? Tenang, kamu gak sendirian. Sering banget kita, terutama Gen Z, khilaf nambahin banyak elemen, warna neon, sampai font estetik tapi malah hasilnya cringe dan norak.
Padahal, kunci desain yang aesthetic dan gampang viral di era sekarang itu simple tapi nampol. Biar desainmu gak kelihatan kayak pasar malam, yuk intip tips anti-ribet menghindari desain terlalu ramai berikut ini!
1. Terapkan Prinsip Less is More
Jangan masukin semua ide ke satu kanvas. Kalau semua elemen ditaruh di depan, audiens malah bingung mau fokus ke mana.
-
Fokus utama: Pilih satu pesan atau objek yang paling penting sebagai bintang utama desainmu.
-
Saring elemen: Kalau dirasa elemen tertentu gak penting-penting banget, delete aja! Jangan sayang dibuang.
2. Berikan “Ruang Bernapas” (White Space)
Desain yang terlalu padat bikin orang malas melihatnya lebih dari 3 detik. Makanya, kamu butuh white space (ruang kosong/negatif).
-
Ruang kosong bukan berarti desainmu jelek atau kosong melompong, ya.
-
Ruang kosong justru bikin mata audiens istirahat dan langsung fokus ke informasi inti yang mau kamu sampaikan.
3. Batasi Palet Warna (Max 3 Warna Aja!)
Mau kelihatan warna-warni ala Y2K atau cyberpunk? Boleh banget, tapi tetap ada seninya. Jangan pakai 10 warna berbeda dalam satu poster.
-
Gunakan maksimal 3 warna utama yang senada.
-
Manfaatkan situs pencari warna seperti Coolors atau Color Hunt biar kombinasi warnanya tetap eye-pleasing dan gak bikin sakit mata.
4. Jangan Lebay Pakai Terlalu Banyak Font
Kesalahan paling klasik adalah pakai font sambung yang susah dibaca, terus dicampur sama font tebal yang kaku. Hasilnya? Estetiknya hilang, pusingnya dapet.
-
Batasi maksimal 2 jenis font dalam satu desain (satu untuk judul, satu untuk teks isi).
-
Pastikan font-nya tetap clean dan gampang dibaca, bahkan saat dilihat sekilas di layar HP yang kecil.
5. Susun dengan Visual Hierarchy (Skala Prioritas)
Gak semua teks harus ditulis pakai ukuran huruf besar dan tebal. Gunakan hierarki visual biar audiens tahu mana yang harus dibaca duluan.
-
Buat judul utama dengan ukuran paling besar dan mencolok.
-
Sub-judul dibuat lebih kecil, dan teks penjelasan dibuat paling kecil tapi tetap terbaca.
Kesimpulan
penulis : pebrian – SMKN 6 BUNGO




Leave a Reply