Gubuku- Cara Gampang Bikin Kemasan Skincare Aesthetic di Canva, Dijamin Auto-Lolos Kurasi FYP!
Mau bikin brand skincare sendiri tapi budget tipis buat sewa desainer? No worries, era gowes cari agensi udah lewat, bestie! Sekarang,
kamu bisa bikin kemasan produk yang glowing dan kelihatan mahal cuma pakai Canva.
Selain gratis dan super gampang, desain dari Canva juga ramah banget buat dicetak. Mau tahu rahasianya? Yuk, intip langkah-langkah simpel di bawah ini!
1. Riset Vibe Brand Kamu (Jangan Asal Comot Warna!)
Sebelum buka aplikasi Canva, tentuin dulu personality produk skincare kamu itu kayak gimana:
-
Minimalist/Clean: Cocok buat kulit sensitif atau organic skincare. Warnanya biasanya earth tone, pastel lembut, atau monokrom (putih, krem, abu-abu muda).
-
Bold/Trendy: Cocok buat produk eksfoliasi atau serum hits kekinian. Warnanya lebih berani kayak neon, hot pink, atau ungu metalik.
-
Luxury/Elegance: Cocok buat anti-aging atau produk premium. Mainkan kombinasi warna hitam, putih, dengan sentuhan gold (emas).
Tips Gen Z: Jangan pakai lebih dari 3 warna supaya kemasan kamu nggak kelihatan norak atau “rame” banget pas dipajang di feed Instagram.
2. Set Ukuran Kanvas yang Pas (Jangan Sampai Kepotong!)
Kesalahan pemula yang paling sering kejadian adalah mendesain tanpa tahu ukuran asli botol atau pot krim mereka. Di Canva, kamu bisa langsung atur ukuran kustom (Custom Size):
-
Klik Create a design di pojok kanan atas.
-
Pilih Custom Size dan ubah satuannya ke milimeter (mm).
-
Masukkan ukuran sesuai cetakan kemasanmu (misal: label botol serum 5×10 cm atau stiker pot cream diameter 4 cm).
3. Cari Keyword yang Tepat di Kolom Elemen Canva
Fitur pencarian elemen di Canva itu luas banget, tapi kalau salah ketik kata kunci, hasilnya malah zonk. Supaya vibes-nya dapet, coba pakai keyword pencarian bahasa Inggris yang estetik ini:
-
Cari “minimalist frame aesthetic” untuk bingkai teks yang rapi.
-
Cari “soft pastel blob” atau “abstract organic shapes” kalau mau bikin latar belakang yang nggak polos-polos banget.
-
Cari “line art botanical” kalau produk kamu berbasis bahan alami atau vegan.
4. Pilih Font yang “Lokal Pride” tapi Berkelas
Jangan pernah pakai font yang terlalu ramai kayak komik (Comic Sans atau sejenisnya) kalau nggak mau brand kamu dikira produk mainan. Pilih font yang clean agar gampang dibaca konsumen dalam waktu 3 detik pertama:
-
Untuk Nama Brand (Judul): Pilih font jenis Serif yang elegan (contoh: Playfair Display, Cinzel, atau Bodoni FLF).
-
Untuk Deskripsi/Kandungan (Ingredients): Pilih font jenis Sans-Serif yang tipis dan rapi (contoh: Montserrat, Poppins, atau Lato).
5. Jangan Lupa “The Magic Trio” (Info Wajib di Kemasan)
Estetik itu penting, tapi informasi produk jauh lebih penting biar lolos standar edar (BPOM). Pastikan desain kamu memuat 3 hal wajib ini:
-
Nama Brand & Jenis Produk: (Contoh: Glow Up Daily Serum).
-
Netto (Ukuran Bersih): (Contoh: 20ml atau 100g).
-
Ingredients & Cara Pakai: Tulis dengan ukuran font kecil tapi tetap terbaca jelas di bagian belakang kemasan.
6. Download dengan Resolusi Tinggi (High-Res)
Kalau desain kamu udah perfect dan siap dicetak, jangan langsung di-save, ya!
-
Klik tombol Share > Download.
-
Pada bagian File Type, ubah menjadi PDF Print (ini format terbaik untuk percetakan agar warna tidak pecah).
-
Centang opsi Crop marks and bleed supaya tukang cetak gampang motong stiker/kemasan kamu dengan presisi.
penulis : pebrian – SMKN 6 BUNGO




Leave a Reply