Gubuku – Pernah nggak sih, kamu lihat brand yang feeds Instagram-nya rapi, warnanya konsisten, gaya bahasanya asik, tapi pas ngecek reels-nya malah kayak akun lain yang lagi nyasar? Awkward banget, kan?
Makanya, kalau kamu mau bisnis atau personal brand kamu keliatan makin professional, punya main character energy, dan nggak gampang dilupain, kamu butuh yang namanya Brand Guidelines. Tenang, ini bukan kitab suci perusahaan yang ribet kok. Anggap aja ini cheat sheet atau “kitab suci aesthetic” buat brand kamu.
Yuk, kita bedah cara merancang brand guidelines yang komprehensif tapi tetap santai dan gampang dipahami!
Sebenarnya, Apa Sih Brand Guidelines Itu?
Secara simpel, brand guidelines itu adalah buku panduan manual tentang bagaimana brand kamu harus tampil di dunia nyata dan dunia maya. Mulai dari warna apa yang boleh dipakai, font apa yang gemesin, sampai cara brand kamu ngomong sama audiens.
Tanpa ini, brand kamu bakal kelihatan inconsistent dan susah nempel di kepala netizen. Intinya, brand guidelines bikin brand kamu punya kepribadian yang jelas, bukan cuma ikut-ikutan tren doang.
Step-by-Step Merancang Brand Guidelines yang Kece
Supaya nggak bingung mau mulai dari mana, yuk ikuti langkah-langkah gampang ini:
1. Tentukan “Vibe” dan Core Values Brand Kamu
Sebelum masuk ke urusan visual yang warna-warni, kamu harus tahu dulu “siapa” brand kamu kalau seandainya dia jadi manusia.
-
Misi & Visi: Mau jadi apa brand ini? Kenapa brand ini harus ada?
-
Core Values (Nilai Inti): 3 sampai 5 kata yang mendeskripsikan sifat brand kamu. Contoh: Playful, sustainable, bold, transparent.
-
Target Audiens: Siapa yang mau kamu ajak ngobrol? Gen Z? Millennial? Cowok kantoran? Tahu audiens bikin kamu nggak salah kostum dalam menyampaikan pesan.
2. Lock Visual Identity (The Glow Up!)
Nah, ini bagian paling seru karena menyangkut estetika visual. Di sini kamu wajib nge-lock beberapa hal krusial:
-
Logo Versi Lengkap: Atur gimana logo utama, logo sekunder, dan favicon (ikon kecil di browser) harus dipakai. Kasih tahu juga clear space (jarak aman logo) biar nggak dipepet-pepetin sembarangan.
-
Color Palette (Palet Warna): Jangan asal comot warna pelangi! Pilih 3-5 warna utama dan warna aksen, lengkap dengan kode HEX-nya (misal:
#FF5733) biar warnanya konsisten di semua platform, baik cetak maupun digital. -
Typography (Font): Tentukan jenis font untuk judul (headline) dan isi (body text). Pilih maksimal 2 jenis font biar feeds atau web kamu nggak kelihatan kayak surat kaleng.
3. Voice & Tone (Cara Brand Kamu Ngomong)
Visual udah kece, tapi cara ngomongnya jutek? Wah, bisa ditinggal kabur followers! Kamu harus tentukan Voice & Tone brand:
-
Apakah brand kamu tipikal bestie yang santai, receh, dan suka pake slang?
-
Atau tipikal mentor bijak yang serius tapi tetap suportif?
-
Tuliskan do’s and don’ts dalam pemilihan kata (copywriting) supaya siapa pun yang megang akun sosmed brand kamu nanti, nadanya bakal tetep sama.
4. Imagery & Photography Style
Biar feeds atau konten video kamu punya signature look, tentukan juga gaya visual fotonya:
-
Apakah style-nya earthy tone yang hangat? Minimalist dengan banyak negative space? Atau cyberpunk yang edgy?
-
Berikan contoh moodboard foto atau video yang approved dan yang rejected biar tim kreatif nggak salah arah.
Kenapa Sih Harus Ribet Bikin Ini?
Mungkin ada yang mikir, “Duh, ribet amat, kan tinggal posting aja yang penting jalan.” Eits, jangan salah! Ini nih keuntungan kalau kamu punya brand guidelines yang matang:
-
Hemat Waktu & Anti Pusing: Nggak perlu debat tiap kali mau bikin konten baru karena semua aturannya udah tertulis jelas.
-
Keliatan Lebih Profesional: Brand yang konsisten bakal terlihat lebih bonafide dan trustworthy di mata konsumen.
-
Gampang Didelegasikan: Kalau nanti bisnis kamu makin gede dan ngerkrut tim baru, kamu tinggal lempar file brand guidelines ini tanpa harus jelasin dari nol lagi.
penulis;bungasmksudj




Leave a Reply