Alasan Kenapa Font Ini Malah Jadi Bahan Bully Sedunia

Alasan Kenapa Font Ini Malah Jadi Bahan Bully Sedunia

Alasan Kenapa Font Ini Malah Jadi Bahan Bully Sedunia

Gubuku – Di dunia desain grafis, ada satu aturan tidak tertulis yang sifatnya sakral: Jangan pernah, dalam kondisi apa pun, pakai font Comic Sans buat hal formal.

Lo pasti pernah ngeliat font ini, kan? Bentuk hurufnya yang membulat, santai, dan agak “kekanak-kanakan” sering banget muncul di pengumuman RT, stiker jualan, atau tugas sekolah kating. Tapi anehnya, di mata para desainer grafis dan netizen, font ini dianggap sebagai “dosa besar” visual.

Kok bisa sih sebuah font yang niat awalnya baik malah berakhir jadi bahan bully dan meme internasional selama berpuluh-puluh tahun? Yuk, kita bongkar kisah asal-usulnya yang bikin plot twist ini!

1. Plot Twist: Niat Awalnya Cuma Buat Anjing Kartun! (1994)

Pernah denger nama Vincent Connare? Dialah desainer asal Microsoft yang menciptakan Comic Sans pada tahun 1994.

Usut punya usut, Vincent waktu itu lagi ngerjain software komputer untuk pemula bernama Microsoft Bob. Di dalam software itu, ada karakter asisten virtual berupa anjing kuning lucu bernama Rover. Nah, si Rover ini ngomong lewat speech bubble (balon kata) ala komik.

Masalahnya, font yang dipake di dalam balon kata itu adalah Times New Roman—font formal yang kaku banget. Vincent mikir: “Masa anjing kartun ngomongnya pake font berita koran? Gak matching banget!”

Akhirnya, terinspirasi dari tulisan tangan di komik-komik legendaris kayak Watchmen dan The Dark Knight Returns, Vincent pun mendesain font baru yang santai dan ramah. Boom! Lahirlah Comic Sans.

2. Tragedi “Bintang Lapangan”: Masuk ke Windows 95

Awalnya Comic Sans bahkan gak sempat dimasukkan ke software Microsoft Bob karena masalah teknis ukuran font. Tapi, tim Microsoft suka banget sama vibes-nya yang ramah pengguna.

Baca Juga  Tips Menggunakan Transisi di Canva

Akhirnya, Comic Sans dimasukkan ke dalam Windows 95 Supplemental Fonts. Dan di situlah petaka visual dimulai!

Tiba-tiba, jutaan orang di seluruh dunia yang baru pertama kali punya komputer pribadi punya akses ke font lucu ini. Karena terlihat beda dari font kaku lainnya, orang-orang mulai ketagihan makai Comic Sans untuk SEMUA HAL:

  • Surat dokumen kantor

  • Peringatan bahaya di pabrik

  • Brosur tempat duka cita

  • Bahkan pengumuman resmi gereja dan sekolah!

3. Alasan Kenapa Comic Sans Jadi Bahan Bully Sedunia

Kenapa sih orang-orang (khususnya anak desain) benci setengah mati sama Comic Sans? Ini beberapa alasan utamanya:

A. Mismatch Context (Salah Tempat, Salah Suasana)

Comic Sans itu ibarat lo datang ke acara pemakaman formal tapi pake kostum badut. Karakter font-nya yang santai dan kekanak-kanakan jadi kelihatan sangat tidak profesional kalau dipakai buat dokumen resmi atau pengumuman penting.

B. Kerning dan Proporsi yang “Berantakan”

Bagi mata desainer, jarak antar-huruf (kerning) dan ketebalan garis Comic Sans itu dianggap kurang seimbang. Font ini bikin teks kelihatan gak rapi kalau ditumpuk jadi paragraf panjang.

C. Overused Alias Terlalu Sering Dipakai

Karena ada di setiap PC, orang-orang yang gak paham desain asal main tempel Comic Sans di mana-mana. Sensasi “eneg” karena terlalu sering melihatnya di tempat yang salah bikin font ini makin dibenci.

4. Dibully Sampai Ada Gerakan “Ban Comic Sans”!

Saking dibencinya, di era 2000-an dua desainer bernama Dave dan Holly Combs sampai bikin website kampanye bernama “Ban Comic Sans”. Misi mereka cuma satu: menghapus font ini dari muka bumi!

Bahkan, pas ilmuwan di CERN mengumumkan penemuan partikel fisika penting Higgs Boson pada tahun 2012, dunia malah heboh dan ngamuk gara-gara presentasi ilmiah tingkat tinggi itu disampaikan menggunakan slide ber-font Comic Sans! Refleks netizen auto silaturahmi.

Baca Juga  Strategi Memasarkan Jasa Desain

Tapi Tunggu… Ternyata Comic Sans Punya “Superpower” Ini!

Di balik badai hate, ternyata Comic Sans punya sisi pahlawan yang jarang orang tahu, lho:

  • Sangat Ramah Penderita Disleksia: Bentuk setiap huruf di Comic Sans itu unik dan tidak simetris (misalnya huruf ‘b’ dan ‘d’ tidak sekadar dicerminkan). Ini membantu orang dengan disleksia untuk membedakan huruf dengan jauh lebih mudah saat membaca!

  • Mudah Dibaca Anak-Anak: Karakternya yang mirip tulisan tangan asli sangat membantu balita dan anak-anak belajar membaca.