Gubuku – Pernah gak sih kamu liat akun organisasi kampus atau komunitas yang feeds Instagram-nya rapi banget, warnanya senada, dan desainnya iconic? Sekali lewat di Explore, kamu langsung tahu: “Oh, ini postingan-nya organisasi X!”
Nah, rahasia di balik visual yang konsisten dan aesthetic itu cuma satu: Branding Kit.
Buat kamu yang lagi dipercaya jadi divisi Medkominfo, Kreatif, atau Humas di organisasi, punya branding kit itu hukumnya wajib. Gak cuma bikin tampilan organisasi kelihatan profesional, branding kit juga bikin kerjaan tim desain jadi 10x lebih cepat karena gak perlu bingung milih warna tiap kali mau bikin konten.
Yuk, bedah cara bikin branding kit organisasi yang fresh, relevan, dan pastinya magnetik buat Gen Z!
Apa Sih Branding Kit Itu?
Gampangnya, branding kit adalah panduan visual resmi milik organisasi. Isinya mencakup semua elemen desain—mulai dari logo, palet warna, jenis tulisan (font), sampai gaya visual—yang dipakai di seluruh media komunikasi, baik cetak maupun digital.
Step-by-Step Merancang Branding Kit Organisasi
1. Tentukan “Vibe” dan Kepribadian Organisasi Sebelum nyentuh aplikasi desain, duduk bareng tim kamu dan tentukan dulu persona organisasi. Kalau organisasi kamu adalah seorang manusia, dia tipikal yang gimana?
Vibe ini yang bakal menentukan arah visual kamu nantinya.
2. Kunci Palet Warna Utama & Sekunder Jangan gunakan semua warna pelangi cuma karena kelihatan lucu. Pilih 3–5 warna utama:
-
Primary Color (1-2 warna): Warna dominan yang jadi identitas utama.
-
Secondary/Accent Color (2-3 warna): Warna pelengkap buat highlight poin penting atau tombol CTA (Call to Action).
Pro Tip: Pastikan kontras warna teks dan background memenuhi standar aksesibilitas (WCAG) biar konten kamu nyaman dibaca di layar HP!
3. Pilih Kombinasi Tipografi (Font) yang Mudah Dibaca Hindari pakai font yang terlalu rumit sampai susah dibaca pas di-scroll cepat. Cukup pilih maksimal 2–3 jenis font:
-
Header Font: Dipakai buat judul utama (pilih yang berani/tebal).
-
Body Font: Dipakai buat isi teks (pilih yang bersih dan legible seperti Sans-serif: Inter, Poppins, atau Montserrat).
4. Buat Aturan Penggunaan Logo (Do’s & Don’ts) Logo adalah aset paling berharga. Di dalam branding kit, kasih petunjuk jelas:
-
Ukuran minimal logo biar gak pecah.
-
Variasi warna logo (versi full color, hitam-putih, atau transparan/PNG).
-
Larangan mengubah bentuk, memiringkan, atau memberi efek bayangan berlebihan pada logo.
5. Tentukan Gaya Visual & Elemen Pendukung Biar konten feeds atau poster event makin berkarakter, tambahkan elemen khas seperti:
-
Gaya Foto/Ilustrasi: Pakai foto gaya candid, ilustrasi 3D, atau bentuk geometris?
-
Icon Set: Jenis ikon yang dipakai (apakah garis tipis/line art, atau solid/bold).
Cara Praktis Menyimpan & Membagikan Branding Kit
Setelah semua elemen beres, jangan cuma disimpan di laptop pribadi!
-
Buat di Canva (Brand Hub): Kalau pakai Canva Pro, kamu bisa langsung upload palet warna, logo, dan font ke Brand Kit biar semua anggota tim tinggal pakai.
-
Simpan di Google Drive/Figma: Buat dokumen panduan format PDF (Brand Guideline) yang ringkas dan bagikan link-nya ke seluruh pengurus.
penulis;bungasmksudj



Leave a Reply