Bagaimana Menggambarkan Rasa dan Suara

Bagaimana Menggambarkan Rasa dan Suara

Bagaimana Menggambarkan Rasa dan Suara

Gubuku – Pernah gak sih lo ngelihat desain logo yang warnanya bold banget, terus di otak lo langsung kepikiran: “Wah, ini rasanya pasti pedas dan asam manis!” Atau pas ngelihat pola garis gelombang warna pastel, lo seolah-olah bisa “dengar” alunan musik jazz yang tenang?

Kalau lo pernah ngalamin hal kayak gitu, selamat! Lo baru aja ngerasain fenomena yang namanya Synesthesia (Sinestesia).

Di dunia desain grafis, sinestesia bukan cuma sekadar istilah medis atau kondisi otak yang unik, tapi udah jadi secret weapon para desainer pro buat bikin karya yang gak cuma enak dilihat, tapi juga bisa “disentuh”, “Didengar”, dan “Dirasa”.

Penasaran gimana cara kerja magic yang satu ini? Yuk, kita bedah bareng-bareng!

Apa Sih Synesthesia dalam Dunia Desain?

Secara sederhana, synesthesia adalah kondisi neurologis di mana satu indra memicu persepsi di indra lainnya. Misalnya, melihat warna kuning bikin seseorang ngerasain rasa lemon, atau mendengar nada tinggi bikin seseorang melihat warna putih berkilau.

Dalam graphic design, Synesthesia in Design adalah teknik memanipulasi elemen visual (warna, bentuk, tekstur, dan tipografi) sedemikian rupa sehingga bisa memicu ingatan atau persepsi indra non-visual audiens (indra perasa, pendengaran, hingga penciuman).

Bukan pakai sihir, ini murni memanfaatkan sensory memory manusia!

Trik Menggambarkan Suara dan Rasa Lewat Elemen Visual

Biar desain lo bisa memberikan pengalaman multisensori yang bikin audiens auto-paham tanpa perlu banyak kata-kata, ini dia elemen visual yang wajib lo atur:

1. Warna = Rasa dan Nada Suara

Warna adalah penggerak emosi terbesar dalam desain.

  • Rasa Manis & Segar: Warna-warna cerah seperti soft pink, peach, dan kuning lemon langsung mengekspresikan rasa manis atau asam buah-buahan.

  • Rasa Pahit/Bumi (Earthy): Warna cokelat tua, hijau zaitun (olive), atau terracotta bikin otak kita berpikir tentang rasa kopi, cokelat hitam, atau rempah-rempah.

  • Suara Nyaring/Bising: Warna neon (electric green, hot pink) menyimbolkan nada tinggi, musik elektronik, atau suara yang keras.

  • Suara Lembut/Tenang: Warna pastel atau monochrome blue menggambarkan alunan musik akustik atau suara ombak.

Baca Juga  Panduan Mengisi Brief Desain Agar Klien dan Desainer Gak Salah Paham

2. Bentuk dan Pola = Tekstur dan Ritme

Bentuk geometri punya “suara” dan “rasa” tersendiri di pikiran kita.

  • Bentuk Tajam & Sudut (Segitiga/Zig-zag): Menggambarkan rasa pedas, tekstur renyah (crispy), atau nada musik rock/heavy metal yang menggelegar.

  • Bentuk Melengkung & Bulat (Organic Shapes): Menggambarkan rasa gurih yang lembut, tekstur renyah-lembut (creamy), atau ritme musik R&B dan Jazz yang smooth.

3. Tipografi = Suara Hati & Vibe

Pilihan font berfungsi sebagai “suara” dari teks yang lo tulis.

  • Font Bold & Heavy: Menjerit keras, memberikan efek bass yang berat.

  • Font Coretan Tangan (Script/Handwritten): Terdengar seperti bisikan pribadi, terasa estetik dan hangat.

  • Font Serif Klasik: Berbicara dengan nada formal, mahal, dan tegap.

Contoh Penerapan Synesthesia di Brand Populer

Sadar atau gak, brand-brand raksasa udah lama pakai teknik ini:

Brand / Produk Visual yang Digunakan Indra yang Terpemicu (Synesthesia)
Kemasan Sprite Kombinasi warna hijau-kuning terang + efek cipratan es Menggambarkan rasa dingin, asam segar, dan efek soda yang meletup di tenggorokan.
Iklan Spotify Wrapped Warna neon kontras tinggi + bentuk abstrak tebal Menggambarkan genre musik yang energik dan ritme lagu favorit lo.
Kemasan Kopi Premium Warna hitam matte/cokelat tua + gold foil + bentuk melengkung Menggambarkan aroma kopi yang pekat, rasa pahit-manis eksklusif, dan kesan hangat.

Kenapa Desain Berbasis Synesthesia Bisa VIRAL?

  1. Bikin Audiens Stop Scrolling: Visual yang bisa memicu ingatan indra lain bakal bikin orang berhenti sejenak karena otaknya refleks memproses “rasa” atau “suara” tersebut.

  2. Pesan Tersampaikan Lebih Cepat: Lo gak perlu nulis “Minuman ini sangat dingin dan asam segar” kalau visual cipratan es dan warna kuning-hijau lo udah mewakili semuanya.

  3. Meningkatkan Emosi & Keputusan Beli: Orang beli barang sering kali karena emosi. Kalau desain lo berhasil bikin mereka “ngiler” cuma dengan melihat gambarnya, angka penjualan auto melesat!

Baca Juga  Desain yang Bisa Meningkatkan Penjualan

Penulis kiki dari smkn 9 bungo