Cara Menjual Preset dan Template melalui Pinterest

Cara Menjual Preset dan Template melalui Pinterest

Cara Menjual Preset dan Template melalui Pinterest

Gubuku- Apa Itu Preset dan Template?

Preset dan template termasuk produk digital yang bisa dijual secara online tanpa harus mengirim barang secara fisik.

Preset biasanya digunakan untuk mengubah tampilan foto dengan cepat, misalnya preset Lightroom. Sementara itu, template bisa berupa desain Canva, template Instagram, CV, presentasi, planner, undangan digital, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Menariknya, Pinterest bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk tersebut karena platform ini memungkinkan pengguna menemukan ide, inspirasi, dan produk melalui pencarian.

Jadi, kalau kamu punya skill desain atau editing, Pinterest bisa menjadi salah satu tempat untuk mendatangkan calon pembeli.

Kenapa Menjual Preset dan Template di Pinterest?

Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi desain atau foto aesthetic. Platform ini juga bisa menjadi sumber traffic untuk bisnis online.

Salah satu kelebihannya adalah konten Pinterest dapat ditemukan melalui pencarian berdasarkan kata kunci. Artinya, Pin yang dibuat dengan strategi SEO yang tepat berpotensi terus mendatangkan pengunjung.

Contohnya, kamu menjual template CV.

Kamu bisa membuat Pin dengan judul seperti:

“Template CV ATS Profesional untuk Fresh Graduate”

Ketika orang mencari template CV, Pin tersebut berpeluang muncul dan mengarahkan mereka ke halaman produk.

Cara Menjual Preset dan Template melalui Pinterest

1. Tentukan Produk Digital yang Mau Dijual

Sebelum membuat akun Pinterest untuk jualan, tentukan dulu produk yang ingin kamu tawarkan.

Beberapa contoh produk yang bisa dijual:

Pilih produk yang sesuai dengan skill kamu dan punya target pengguna yang jelas.

2. Tentukan Target Pembeli

Jangan mencoba menjual produk untuk semua orang.

Tentukan siapa yang paling membutuhkan produkmu.

Misalnya:

Produk: Template Instagram
Target: Content creator pemula dan pemilik bisnis kecil.

Atau:

Produk: Preset Lightroom
Target: Fotografer pemula, creator, dan orang yang suka mengedit foto.

Dengan target yang jelas, kamu akan lebih mudah membuat konten Pinterest yang relevan.

Baca Juga  Cara Menulis Call to Action pada Pin Pinterest

3. Buat Produk yang Punya Nilai

Produk digital harus memberikan alasan bagi orang untuk membelinya.

Misalnya kamu menjual template Canva. Jangan hanya membuat template yang terlihat bagus. Pastikan template tersebut juga mudah diedit dan membantu pembeli menghemat waktu.

Untuk preset, kamu bisa membuat beberapa pilihan tampilan agar pembeli mendapatkan lebih banyak variasi.

Semakin jelas manfaat produk, semakin mudah kamu menjelaskan alasan kenapa orang membutuhkan produk tersebut.

4. Buat Akun Pinterest Business

Untuk kebutuhan jualan, gunakan akun Pinterest Business agar kamu bisa mendapatkan fitur yang lebih mendukung aktivitas bisnis dan melihat performa konten.

Gunakan nama akun yang sesuai dengan brand atau niche produkmu.

Lengkapi juga:

Contohnya:

“Template Canva & preset Lightroom untuk content creator dan bisnis pemula.”

5. Buat Pin yang Menarik

Pin adalah salah satu bagian terpenting dalam strategi Pinterest.

Jangan hanya mengunggah gambar produk. Buat desain yang membuat orang tertarik untuk berhenti dan melihatnya.

Contohnya, jika menjual preset:

“5 Preset Lightroom untuk Foto Outdoor”

Jika menjual template:

“10 Template Instagram Canva untuk Bisnis Online”

Gunakan desain yang bersih, teks mudah dibaca, dan tampilkan preview produk.

6. Gunakan Keyword yang Tepat

Pinterest juga menggunakan sistem pencarian berbasis keyword. Karena itu, jangan asal menulis judul Pin.

Masukkan keyword yang memang berkaitan dengan produk.

Contoh keyword:

“Template Canva Instagram”

Bisa digunakan dalam:

  • Judul Pin
  • Deskripsi Pin
  • Nama board
  • Deskripsi board
  • Judul konten

Namun, hindari memasukkan keyword secara berlebihan. Buat tetap natural dan mudah dibaca.

7. Buat Board Sesuai Niche

Board membantu mengelompokkan konten berdasarkan topik.

Jika kamu menjual template Canva, misalnya kamu bisa membuat:

  • Template Canva
  • Template Instagram
  • Template Bisnis
  • Ide Konten Instagram
  • Desain Media Sosial

Jika menjual preset:

  • Preset Lightroom
  • Edit Foto Aesthetic
  • Lightroom Preset
  • Photography Tips
  • Foto Instagram

Dengan board yang relevan, akunmu terlihat lebih terorganisir.

Baca Juga  Cara Mendapatkan Klien Baru dengan Konten Pinterest

8. Arahkan Pengunjung ke Halaman Produk

Pinterest sebaiknya digunakan sebagai sumber traffic, bukan hanya tempat memajang produk.

Tambahkan link pada Pin yang mengarah ke halaman produk.

Alurnya bisa dibuat sederhana:

Pinterest → Klik Pin → Halaman Produk → Lihat Detail → Beli → Download Produk

Pastikan halaman produk menjelaskan:

  • Nama produk
  • Manfaat
  • Isi produk
  • Harga
  • Contoh hasil
  • Cara mendapatkan produk
  • Cara penggunaan

Semakin jelas informasinya, semakin mudah calon pembeli mengambil keputusan.

9. Tampilkan Preview Produk

Orang biasanya ingin melihat seperti apa produk sebelum membeli.

Kalau menjual template, tampilkan beberapa contoh desain.

Kalau menjual preset, tampilkan contoh hasil edit sebelum dan sesudah dengan cara yang jujur dan tidak menyesatkan.

Kamu juga bisa membuat beberapa Pin dari satu produk.

Misalnya satu paket berisi 20 template. Kamu bisa membuat beberapa konten berbeda untuk memperkenalkan isi paket tersebut.

10. Konsisten Membuat Konten

Jangan berharap satu Pin langsung menghasilkan banyak penjualan.

Pinterest membutuhkan proses.

Cobalah membuat konten secara konsisten dan lihat Pin mana yang mendapatkan banyak impresi, klik, atau kunjungan.

Setelah menemukan jenis konten yang performanya bagus, kamu bisa membuat variasi baru dengan topik yang masih relevan.

Tips Pinterest SEO agar Preset dan Template Lebih Mudah Ditemukan

Pinterest SEO pada dasarnya berfokus pada penggunaan keyword yang relevan agar konten lebih mudah ditemukan.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

Gunakan keyword pada judul Pin.
Buat judul yang jelas dan sesuai dengan isi konten.

Optimalkan deskripsi Pin.
Jelaskan produk dengan bahasa natural sambil memasukkan keyword utama.

Buat nama board yang relevan.
Hindari nama board yang terlalu umum dan tidak menjelaskan topiknya.

Gunakan desain yang mudah dibaca.
Tulisan pada Pin harus tetap terlihat jelas ketika pengguna melihatnya melalui smartphone.

Buat beberapa variasi Pin.
Satu produk bisa dipromosikan dengan beberapa angle berbeda.

Contoh Strategi Menjual Preset Lightroom

Misalnya kamu menjual Preset Lightroom Aesthetic untuk Foto Outdoor.

Baca Juga  Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest dengan Menawarkan Jasa

Kamu bisa membuat beberapa Pin seperti:

  1. “Preset Lightroom Aesthetic untuk Foto Outdoor”
  2. “Bikin Foto Outdoor Lebih Aesthetic dengan Preset Ini”
  3. “Preset Lightroom untuk Foto Traveling”
  4. “Rekomendasi Preset Foto Aesthetic”
  5. “Cara Membuat Foto Outdoor Lebih Menarik”

Setiap Pin dapat diarahkan ke halaman produk yang sama.

Dengan begitu, kamu memiliki lebih banyak peluang untuk mendapatkan pengunjung dari berbagai pencarian.

Contoh Strategi Menjual Template Canva

Misalnya produkmu adalah Template Instagram untuk Bisnis.

Kamu bisa membuat konten seperti:

  • “10 Template Instagram untuk Bisnis”
  • “Template Canva Instagram yang Mudah Diedit”
  • “Ide Desain Feed Instagram”
  • “Template Instagram untuk UMKM”
  • “Desain Instagram Profesional Tanpa Ribet”

Konten tersebut bisa memberikan informasi sekaligus memperkenalkan produkmu.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula ketika mencoba jualan melalui Pinterest.

Hanya Fokus pada Produk

Jangan setiap Pin hanya berisi promosi.

Buat juga konten informatif yang membantu audiens.

Desain Pin Kurang Jelas

Jika tulisan terlalu kecil atau desain terlalu ramai, orang bisa melewatinya begitu saja.

Tidak Menggunakan Keyword

Pin yang bagus tetapi tidak menggunakan keyword yang relevan bisa lebih sulit ditemukan oleh target audiens.

Tidak Memberikan Link

Kalau tujuan akhirnya adalah penjualan, pastikan pengguna punya jalan yang jelas untuk menuju halaman produk.

Cepat Menyerah

Hasil Pinterest tidak selalu instan. Evaluasi performa konten dan terus lakukan eksperimen.

Berapa Penghasilan dari Menjual Preset dan Template di Pinterest?

Penghasilan tidak bisa ditentukan hanya dari jumlah followers Pinterest.

Yang lebih penting adalah berapa banyak orang yang melihat Pin, mengklik link, tertarik dengan produk, lalu melakukan pembelian.

Misalnya kamu menjual template seharga Rp25.000.

Jika dalam satu periode ada 20 orang yang membeli, pendapatan kotor dari penjualan tersebut adalah:

20 × Rp25.000 = Rp500.000

Angka tersebut hanya contoh perhitungan. Hasil sebenarnya bisa berbeda tergantung harga produk, kualitas produk, traffic, tingkat konversi, dan strategi pemasaran.

 

penulis : Ilham – SMK Setih Setio2