Mengapa Memphis Design Style Kembali Disukai?

Mengapa Memphis Design Style Kembali Disukai?

Gubuku – Pernah gak kamu lagi scrolling TikTok, Instagram, atau main Pinterest, terus nemu desain visual yang warnanya tabrak lari, banyak pola geometris kayak garis zig-zag, segitiga acak, dan bentuk bercak-bercak lucu?

Gak perlu bingung, gaya visual yang estetik sekaligus atraktif itu namanya Memphis Design Style!

Desain yang populer di era 80-an ini belakangan ini mendadak comeback dan makin digandrungi Gen Z. Padahal, gaya ini sempat dicap “norak” dan kelewat ramai. Lantas, kenapa sih tren visual retro ini bisa mendadak viral lagi dan bikin anak muda jatuh cinta? Yuk, kita bedah alasannya!

Sekilas tentang Memphis Design: Pemberontak Dunia Visual

Sebelum bahas alasannya, kita intip dulu sejarah singkatnya. Memphis Design pertama kali digagas oleh desainer Italia bernama Ettore Sottsass bersama kelompok Memphis Group pada tahun 1981.

Kala itu, dunia desain didominasi oleh gaya minimalis yang serba rapi, serba hitam-putih, dan teratur. Bosen sama gaya yang dinilai kaku, kelompok ini sengaja bikin gerakan “pemberontakan” visual: nabrak warna pastel terang, pakai pola geometris acak, dan membuang semua aturan estetika lama.

5 Alasan Memphis Design Style Kembali Disukai Gen Z

1. Bosan Sama Tren Minimalis yang Terlalu Kaku

Generasi sebelum Gen Z banyak mengagungkan estetika minimalism, clean layout, dan warna-warna netral kayak earth tone atau monochrome. Tapi buat Gen Z, gaya minimalis lama-lama kerasa dingin dan ngebosenin. Memphis Style datang membawa angin segar lewat konsep maksimalisme yang berani dan penuh energi.

2. Visualnya Eye-Catching & Sangat Feeds-Friendly

Di media sosial yang serba cepat, kamu cuma punya waktu sekitar 1,5 detik buat menarik perhatian audiens saat mereka scrolling. Kombinasi warna neon, pastel cerah, dan bentuk abstrak dari Memphis Style terbukti ampuh bikin mata auto-stop dan stay di postingan tersebut.

Baca Juga  Kelebihan dan Kekurangan Teknologi

3. Gelombang Nostalgia Y2K dan Retro 80-90an

Gen Z punya obsesi unik sama estetika era 80-an dan 90-an (kidcore, Y2K, hingga vibes vaperwave). Memphis Design adalah jiwa dari estetika zaman tersebut. Elemen-elemen ini ngasih rasa nostalgia yang fun dan playful, meskipun banyak dari Gen Z belum lahir di era itu!

4. Mengekspresikan Jiwa Bebas dan Anti-Mainstream

Memphis Style gak punya aturan yang saklek. Kamu bisa menempatkan bentuk segitiga di atas garis gelombang dengan background kuning terang tanpa takut di-judge. Semangat “bebas berekspresi” inilah yang cocok banget sama nilai-nilai yang dijunjung Gen Z: authentic, eksploratif, dan gak takut beda.

5. Cocok Buat Berbagai Media Digital

Hebatnya, elemen Memphis Design itu sangat serbaguna (flexible). Gaya ini gampang diaplikasikan ke berbagai hal, mulai dari:

Karakteristik Utama Memphis Design yang Wajib Kamu Tahu

Buat kamu yang mau coba bikin desain dengan gaya ini, pastikan ada elemen-elemen kunci berikut:

Elemen Utama Ciri Khas Visual
Warna Tabrak warna cerah (Kuning, Cyan, Magenta, Lime Green) bercampur Pastel
Pola Geometris Garis zig-zag, titik-titik (dots), gelombang, dan segitiga terpisah
Bentuk Abstrak Bentuk bercak (squiggles) atau objek tanpa batas yang melayang
Garis Outline Garis tepi hitam yang tegas untuk memisahkan bentuk geometris

Penulis kiki dari SMKN 9 Bungo