Gubuku- Bosan Baca Brosur yang Bikin Pusing? Ini 5 Teknik Layout Biar Gampang Dicerna!
Pernah gak, lagi lewat atau dapet selembaran brosur, tapi pas dilihat malah bikin eyestrain alias puyeng duluan? Teksnya numpuk, gambarnya nabrak, dan akhirnya brosur itu langsung berakhir di tempat sampah tanpa sempat dibaca. Padahal, isinya penting banget!
Buat kamu yang lagi merintis brand, bikin tugas kuliah, atau ngejalanin event kampus, tata letak (layout) brosur itu koentji utama biar pesanmu nyampe ke pembaca. Gen Z kan terkenal suka yang estetik, clean, dan to the point.
Yuk, kenalan sama teknik layout brosur anti-ribet dan dijamin bikin alur bacanya senyaman scroll TikTok!
1. Terapkan Prinsip Visual Hierarchy (Skala Prioritas)
Mata manusia itu pemalas—eh, maksudnya suka diarahkan secara otomatis! Kalau semua teks di brosur ukurannya sama besar, pembaca bakal bingung mau mulai baca dari mana.
-
Judul Utama (Headline): Bikin paling besar dan tebal biar langsung nge- hook mata pembaca dalam 3 detik pertama.
-
Sub-judul: Ukurannya medium untuk memecah informasi.
-
Isi (Body Text): Buat sekecil dan sebersih mungkin, yang penting gampang dibaca.
Tips Gen Z: Gunakan kombinasi maksimal 2 jenis font biar tetap kelihatan modern dan gak kelihatan kayak surat kaleng jadul.
2. Mainkan Alur Z-Pattern atau F-Pattern
Otak kita punya kebiasaan unik saat membaca sebuah media cetak atau digital. Pola gerak mata biasanya membentuk huruf Z atau F.
-
Pola Z: Cocok untuk brosur minimalis. Mata pembaca akan mulai dari pojok kiri atas -> geser ke kanan bawah -> lalu berakhir di pojok kanan bawah (biasanya tempat Call to Action / tombol info).
-
Pola F: Cocok buat brosur yang isinya agak padat informasi. Pembaca bakal baca baris atas secara penuh, lalu turun ke bawah dengan porsi baca yang makin ke kanan makin pendek.
3. Jangan Takut Sama White Space (Ruang Kosong)
Banyak pemula, terutama yang baru belajar desain, takut banget sama ruang kosong. Dikit-dikit mau diisi gambar atau teks biar “gak sepi”. Padahal, white space atau negative space itu penting banget!
-
Ruang kosong ngasih “napas” buat mata pembaca.
-
Bikin desain brosur kamu langsung kelihatan lebih mahal, clean, dan estetik ala feed Instagram brand minimalist.
4. Batasi Kombinasi Warna (Maksimal 3 Warna Utama)
Mau brosur kamu kelihatan eye-catching tanpa bikin sakit mata? Jangan pakai palet warna pelangi dalam satu desain.
Pilih 1 warna dominan (warna brand kamu), 1 warna pendukung, dan 1 warna aksen yang kontras buat bagian penting kayak diskon atau kontak person. Desain yang warnanya senada terbukti jauh lebih nyaman dibaca dalam waktu lama.
5. Akhiri dengan Call to Action (CTA) yang Jelas
Udah capek-capek bikin layout rapi, tapi pembaca bingung harus ngapain setelah baca? Fatal banget!
Selalu sediakan space khusus di bagian akhir (biasanya di lipatan terakhir atau bagian bawah) untuk info krusial seperti:
-
Scan QR Code untuk info lebih lanjut.
-
Akun Instagram / TikTok resmi.
-
Nomor WhatsApp yang bisa dihubungi.
Bikin dengan ukuran yang jelas atau ditaruh di dalam box warna kontras biar gampang di- klik atau di- scan pakai HP.
penulis : pebrian SMKN 6 BUNGO




Leave a Reply