Gubuku- Strategi Mengubah Pengunjung Pinterest Menjadi Pelanggan
Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi outfit, resep, desain, atau ide DIY. Kalau dimanfaatkan dengan strategi yang tepat, Pinterest juga bisa menjadi sumber traffic yang potensial untuk mendatangkan pelanggan.
Masalahnya, mendapatkan banyak pengunjung saja belum cukup. Kamu perlu membuat pengunjung tersebut tertarik, percaya, lalu mengambil tindakan seperti mengunjungi website, mendaftar, menghubungi bisnis, atau membeli produk.
Lalu, bagaimana cara mengubah pengunjung Pinterest menjadi pelanggan? Yuk, simak strateginya!
Apa Itu Konversi Pengunjung Pinterest Menjadi Pelanggan?
Konversi adalah proses ketika seseorang yang awalnya hanya melihat atau mengklik konten Pinterest akhirnya melakukan tindakan yang kamu inginkan.
- Mengunjungi website.
- Membeli produk.
- Mengisi formulir.
- Berlangganan newsletter.
- Menghubungi bisnis.
- Mengunduh produk digital.
- Mengikuti akun bisnis.
Jadi, tujuan Pinterest bukan hanya mengejar jumlah views, tetapi bagaimana traffic tersebut bisa memberikan hasil nyata.
1. Buat Pin yang Bikin Orang Penasaran
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah tampilan Pin. Pengguna Pinterest biasanya melihat banyak konten dalam waktu singkat, jadi desain harus mampu menarik perhatian.
Gunakan:
- Judul yang jelas dan menarik.
- Visual yang relevan dengan isi.
- Font yang mudah dibaca.
- Warna yang sesuai dengan brand.
- Call-to-action yang sederhana.
Misalnya, daripada menggunakan judul “Tips Bisnis”, kamu bisa membuatnya lebih spesifik seperti “7 Strategi Bisnis Online untuk Pemula”.
Semakin jelas manfaat yang ditawarkan, semakin besar kemungkinan orang tertarik untuk mengklik.
2. Gunakan Keyword yang Relevan
Pinterest memiliki sistem pencarian yang membuat penggunaan keyword menjadi penting. Karena itu, jangan asal memasukkan kata kunci.
Gunakan keyword yang memang berhubungan dengan kontenmu.
Contohnya jika kamu menjual template desain, keyword yang bisa digunakan antara lain:
- template desain
- template Instagram
- desain konten media sosial
- template Canva
- desain untuk bisnis
Masukkan keyword secara natural pada judul Pin, deskripsi, nama board, dan konten yang relevan.
Jangan melakukan keyword stuffing karena konten tetap harus nyaman dibaca.
3. Arahkan Pengunjung ke Landing Page
Jangan membuat pengunjung bingung setelah mereka mengklik Pin.
Jika Pin membahas produk tertentu, arahkan mereka ke halaman yang memang membahas produk tersebut.
Misalnya:
Pin: “Template Instagram untuk Bisnis Pemula”
Link: halaman khusus template Instagram
CTA: “Lihat Template”
Dengan alur seperti ini, pengunjung tidak perlu mencari-cari lagi apa yang sebenarnya kamu tawarkan.
4. Buat Call-to-Action yang Jelas
Call-to-action atau CTA adalah ajakan agar pengunjung melakukan tindakan tertentu.
Contohnya:
- “Lihat Selengkapnya”
- “Cek Koleksinya”
- “Download Sekarang”
- “Pelajari Panduannya”
- “Lihat Produk”
- “Mulai Gratis”
CTA yang jelas membantu pengunjung memahami langkah berikutnya.
Hindari membuat terlalu banyak CTA dalam satu halaman karena bisa membuat pengguna bingung.
5. Tawarkan Sesuatu yang Bernilai
Orang biasanya tidak langsung membeli hanya karena melihat sebuah Pin.
Kamu bisa membangun ketertarikan terlebih dahulu dengan memberikan sesuatu yang bermanfaat.
Contohnya:
- Ebook gratis.
- Checklist.
- Template gratis.
- Panduan singkat.
- Tutorial.
- Diskon khusus.
- Free trial jika tersedia.
Strategi ini bisa membantu membangun hubungan dengan calon pelanggan sebelum mereka melakukan pembelian.
6. Bangun Kepercayaan Sebelum Menjual
Pengunjung baru belum tentu langsung percaya dengan brand atau bisnis kamu.
Karena itu, tampilkan informasi yang bisa meningkatkan kepercayaan, seperti:
- Testimoni pelanggan.
- Portofolio.
- Contoh hasil produk.
- Informasi bisnis yang jelas.
- FAQ.
- Kebijakan pembelian yang transparan.
Semakin mudah calon pelanggan mendapatkan informasi, semakin kecil rasa ragu mereka.
7. Pastikan Website Mobile-Friendly
Sebagian besar pengguna Pinterest mengakses platform melalui perangkat mobile. Karena itu, website yang lambat atau sulit digunakan di HP bisa membuat pengunjung pergi sebelum melakukan pembelian.
Pastikan:
- Website cepat dibuka.
- Tulisan mudah dibaca.
- Tombol mudah diklik.
- Gambar tidak terlalu berat.
- Formulir tidak ribet.
- Halaman checkout mudah dipahami.
Traffic dari Pinterest akan lebih bernilai jika website mampu memberikan pengalaman yang nyaman.
8. Gunakan Konten yang Sesuai dengan Niat Pengunjung
Tidak semua pengguna Pinterest memiliki tujuan yang sama.
Ada yang sedang mencari informasi, mencari inspirasi, membandingkan produk, atau sudah siap membeli.
Kamu bisa membuat konten berdasarkan tahap tersebut.
Tahap awal:
“10 Ide Dekorasi Kamar Minimalis”
Tahap pertimbangan:
“Cara Memilih Dekorasi Kamar yang Tepat”
Tahap pembelian:
“Rekomendasi Dekorasi Kamar Minimalis untuk Pemula”
Dengan strategi ini, kamu bisa menjangkau calon pelanggan dari berbagai tahap.
9. Buat Banyak Pin untuk Satu Konten
Satu artikel atau satu produk tidak harus memiliki satu Pin saja.
Kamu bisa membuat beberapa desain Pin dengan angle yang berbeda tetapi tetap mengarah ke halaman yang sama.
Contohnya satu artikel berjudul “Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest” bisa dibuat menjadi:
- “5 Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest”
- “Panduan Monetisasi Pinterest untuk Pemula”
- “Cara Mendapatkan Penghasilan dari Pinterest”
- “Pinterest Bisa Jadi Sumber Penghasilan?”
Hal ini memberi lebih banyak peluang agar konten ditemukan oleh pengguna yang berbeda.
10. Analisis Performa Pin
Jangan hanya melihat jumlah views.
Perhatikan juga metrik seperti:
- Jumlah klik.
- Engagement.
- Traffic ke website.
- Pin yang paling banyak menghasilkan kunjungan.
- Halaman yang paling sering dikunjungi.
- Konversi atau pembelian.
Misalnya sebuah Pin memiliki views tinggi tetapi hampir tidak menghasilkan klik. Artinya, kamu mungkin perlu memperbaiki judul, desain, atau CTA.
Sebaliknya, Pin dengan views lebih kecil tetapi menghasilkan banyak klik dan pelanggan justru bisa menjadi konten yang lebih berharga.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat menggunakan Pinterest untuk mendapatkan pelanggan.
Hanya Mengejar Views
Views memang terlihat menarik, tetapi bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Traffic dan konversi jauh lebih penting jika tujuanmu adalah mendapatkan pelanggan.
Link Tidak Relevan
Jangan mengarahkan pengguna ke halaman yang tidak sesuai dengan isi Pin. Hal ini bisa membuat pengalaman pengguna buruk dan menurunkan kepercayaan.
Desain Terlalu Ramai
Terlalu banyak teks, warna, atau elemen visual bisa membuat pesan utama sulit dipahami.
Tidak Konsisten
Mengunggah konten sekali lalu berhenti bukan strategi yang ideal. Pinterest membutuhkan konsistensi agar kamu bisa menguji konten dan mengetahui apa yang paling disukai audiens.
Strategi Sederhana yang Bisa Kamu Coba
Kalau kamu masih pemula, gunakan alur sederhana berikut:
Pinterest → Pin menarik → Klik → Landing page → Penawaran → CTA → Pelanggan
Contohnya:
Pin: “7 Ide Konten Instagram untuk Bisnis”
↓
Artikel: Panduan lengkap membuat konten
↓
Freebie: Template konten gratis
↓
CTA: “Download Template”
↓
Follow-up: Tawarkan produk atau layanan yang relevan
Dengan alur ini, Pinterest tidak hanya menjadi tempat mendapatkan views, tetapi juga bagian dari strategi pemasaran digital.
Penulis : Deri – SMKN 6 Tebo




Leave a Reply