Gubuku- Cara Menulis Deskripsi Pin Pinterest yang Menghasilkan Klik
Pinterest bukan cuma tempat buat cari inspirasi. Kalau dimanfaatkan dengan benar, Pinterest juga bisa menjadi sumber traffic untuk website, blog, toko online, atau link affiliate.
Salah satu bagian penting yang sering disepelekan adalah deskripsi Pin Pinterest. Deskripsi yang menarik dan relevan bisa membantu orang memahami isi Pin sekaligus membuat mereka penasaran untuk klik.
Apa Itu Deskripsi Pin Pinterest?
Deskripsi Pin adalah teks yang menjelaskan isi dari sebuah Pin. Bagian ini bisa digunakan untuk memberikan konteks, memasukkan keyword, dan mengajak pengguna melihat informasi lebih lengkap.
Contohnya, daripada menulis:
“Tips Pinterest”
Kamu bisa membuatnya lebih menarik:
“Mau mendapatkan lebih banyak klik dari Pinterest? Simak tips membuat Pin yang menarik, memilih keyword yang tepat, dan menulis deskripsi yang bikin pengguna penasaran.”
Kenapa Deskripsi Pin Penting?
Deskripsi Pin punya beberapa fungsi penting, yaitu:
- Membantu Pinterest memahami topik Pin.
- Membantu konten lebih mudah ditemukan melalui pencarian.
- Memberikan informasi kepada calon pengunjung.
- Meningkatkan rasa penasaran pengguna.
- Mengarahkan pengguna untuk melakukan klik.
Jadi, jangan cuma fokus pada desain Pin. Teks deskripsi juga perlu dibuat dengan strategi.
Cara Menulis Deskripsi Pin Pinterest yang Menghasilkan Klik
1. Gunakan Keyword yang Relevan
Keyword adalah kata atau frasa yang biasa digunakan orang ketika mencari sesuatu di Pinterest.
Misalnya topikmu adalah menghasilkan uang dari Pinterest, beberapa keyword yang relevan bisa berupa:
- cara menghasilkan uang dari Pinterest
- Pinterest untuk pemula
- tips Pinterest
- cara mendapatkan uang online
- monetisasi Pinterest
Masukkan keyword secara natural. Jangan menumpuk keyword secara berlebihan karena deskripsi harus tetap nyaman dibaca.
2. Buat Kalimat Pembuka yang Menarik
Bagian awal deskripsi harus bisa membuat orang tertarik untuk membaca.
Contohnya:
Kurang menarik:
“Artikel tentang Pinterest untuk pemula.”
Lebih menarik:
“Baru mulai menggunakan Pinterest dan ingin mendapatkan penghasilan? Ini beberapa strategi simpel yang bisa kamu coba.”
Kalimat pembuka yang kuat membuat pengguna lebih tertarik mengetahui isi konten.
3. Jelaskan Manfaat yang Akan Didapat
Jangan hanya menjelaskan isi artikel. Beri tahu juga apa yang akan didapat pengguna setelah mengklik Pin.
Contoh:
“Pelajari cara membuat Pin yang menarik, memilih keyword, dan mengarahkan traffic Pinterest ke website.”
Pengguna jadi tahu bahwa ada manfaat yang menunggu setelah mereka melakukan klik.
4. Gunakan Bahasa yang Simpel
Kalau targetmu Gen Z, jangan membuat deskripsi terlalu formal atau kaku.
Gunakan bahasa yang natural seperti:
“Mau traffic tambahan tanpa harus selalu upload di media sosial? Pinterest bisa jadi salah satu pilihan yang menarik.”
Tetap gunakan bahasa yang jelas, tetapi jangan terlalu banyak slang sampai sulit dipahami.
5. Tambahkan Call to Action
Call to Action atau CTA adalah ajakan supaya pengguna melakukan sesuatu.
Beberapa contoh CTA:
- “Klik untuk melihat panduan lengkap.”
- “Cek tutorial lengkapnya di sini.”
- “Baca selengkapnya.”
- “Pelajari caranya sekarang.”
- “Lihat tips lengkapnya.”
CTA sederhana bisa membantu pengguna memahami langkah berikutnya.
6. Jangan Membuat Clickbait Berlebihan
Memancing rasa penasaran boleh, tetapi jangan memberikan janji yang tidak sesuai dengan isi konten.
Contoh yang kurang baik:
“Cara menghasilkan jutaan rupiah dalam sehari tanpa usaha!”
Kalimat seperti ini bisa membuat pengguna merasa tertipu jika isi kontennya tidak sesuai.
Lebih baik:
“Pelajari beberapa cara memanfaatkan Pinterest untuk mendapatkan peluang penghasilan secara online.”
Lebih realistis dan tetap menarik.
7. Sesuaikan Deskripsi dengan Landing Page
Kalau Pin mengarah ke artikel atau website, pastikan isi deskripsi sesuai dengan halaman tujuan.
Misalnya Pin membahas cara mendapatkan uang dari Pinterest, jangan mengarahkan pengguna ke artikel yang hanya membahas sejarah Pinterest.
Kesesuaian antara Pin, deskripsi, dan halaman tujuan membuat pengalaman pengguna lebih baik.
Contoh Deskripsi Pin Pinterest yang Menarik
Contoh 1 — Blog
“Mau blog kamu mendapatkan traffic tambahan? Pinterest bisa menjadi salah satu sumber pengunjung yang menarik. Simak cara membuat Pin, menggunakan keyword, dan mengoptimalkan deskripsi agar lebih mudah ditemukan.”
Contoh 2 — Affiliate Marketing
“Mau mencoba affiliate marketing lewat Pinterest? Pelajari cara membuat konten yang menarik, memilih keyword yang relevan, dan mengarahkan pengguna ke link yang sesuai. Cocok untuk pemula!”
Contoh 3 — Produk Digital
“Punya ebook, template, atau produk digital? Pinterest bisa membantu memperkenalkannya ke lebih banyak orang. Cek strategi membuat Pin yang menarik dan mengarahkan traffic ke halaman produk.”
Contoh 4 — Tips Pinterest
“Pin sudah dibuat tapi masih sepi klik? Bisa jadi masalahnya ada pada optimasi konten. Simak tips membuat judul, visual, keyword, dan deskripsi Pinterest yang lebih menarik.”
Formula Deskripsi Pin yang Bisa Kamu Pakai
Biar lebih gampang, gunakan formula sederhana:
Hook + Keyword + Manfaat + CTA
Contoh:
“Mau mendapatkan lebih banyak traffic dari Pinterest? Pelajari cara membuat deskripsi Pin yang SEO-friendly, menggunakan keyword yang tepat, dan membuat pengguna penasaran untuk klik. Cek panduan lengkapnya sekarang!”
Formula ini simpel dan bisa digunakan untuk berbagai jenis konten.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menulis deskripsi Pin:
- Deskripsi terlalu pendek dan tidak informatif.
- Tidak menggunakan keyword yang relevan.
- Keyword dimasukkan terlalu banyak.
- Tidak menjelaskan manfaat konten.
- Tidak menggunakan CTA.
- Menggunakan clickbait berlebihan.
- Deskripsi tidak sesuai dengan link tujuan.
- Menggunakan bahasa yang terlalu rumit.
Tips Agar Deskripsi Pin Lebih SEO-Friendly
Agar deskripsi lebih optimal, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut:
- Tentukan keyword utama sebelum menulis.
- Gunakan keyword secara natural.
- Masukkan variasi keyword yang masih relevan.
- Jelaskan isi konten dengan jelas.
- Gunakan kalimat yang mudah dipahami.
- Tambahkan CTA.
- Pastikan deskripsi sesuai dengan isi halaman tujuan.
Ingat, SEO bukan berarti memasukkan keyword sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting adalah membuat deskripsi yang relevan dan berguna bagi pengguna.
penulis : Ghiyas – SMKN 9 Bungo




Leave a Reply