Cara Mengarahkan Traffic Pinterest ke Landing Page

Cara Mengarahkan Traffic Pinterest ke Landing Page

Cara Mengarahkan Traffic Pinterest ke Landing Page

Gubuku- Strategi Pinterest untuk Meningkatkan Pageview Website

Kalau kamu punya website dan ingin mendapatkan lebih banyak pengunjung tanpa harus selalu mengandalkan iklan berbayar, Pinterest bisa jadi salah satu channel yang menarik untuk dicoba. Platform ini bukan cuma tempat mencari inspirasi foto, desain, atau ide konten, tetapi juga bisa digunakan untuk mengarahkan orang ke website.

Dengan strategi Pinterest yang tepat, sebuah Pin bisa mendatangkan pengunjung ke website bahkan setelah beberapa waktu dipublikasikan. Nah, bagaimana caranya? Yuk, simak panduan berikut.


Apa Itu Pageview Website?

Sebelum masuk ke strateginya, kita kenalan dulu dengan istilah pageview.

Pageview adalah jumlah halaman website yang dilihat oleh pengunjung. Jadi, semakin banyak halaman yang dibuka, semakin tinggi pula jumlah pageview yang didapatkan.

Contohnya, seseorang menemukan artikel kamu melalui Pinterest. Setelah membaca artikel tersebut, dia membuka artikel lain di website kamu. Dari satu pengunjung saja, sudah ada lebih dari satu halaman yang dilihat.

Karena itu, Pinterest bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk mendapatkan pengunjung baru, tetapi juga mendorong mereka menjelajahi lebih banyak konten di website.


Kenapa Pinterest Bisa Membantu Meningkatkan Pageview?

Pinterest punya karakter yang cukup berbeda dibandingkan media sosial pada umumnya.

Pengguna Pinterest biasanya datang untuk mencari ide dan menemukan sesuatu, misalnya tutorial, rekomendasi produk, inspirasi desain, resep, artikel, hingga tips tertentu.

Hal ini membuat Pinterest cukup cocok digunakan sebagai sumber traffic untuk website.

Sederhananya:

Pinterest → Pin menarik → Pengguna klik → Website → Baca artikel lain → Pageview meningkat

Tentu saja hasilnya tidak instan. Kamu tetap perlu membuat konten yang relevan, melakukan optimasi, dan konsisten mengunggah Pin.


1. Buat Pinterest Business Account

Kalau tujuanmu adalah mengembangkan website, sebaiknya gunakan akun Pinterest yang mendukung kebutuhan bisnis atau website.

Dengan akun tersebut, kamu bisa mendapatkan fitur analitik untuk melihat performa konten.

Kamu dapat mengetahui hal seperti:

  • Pin yang paling banyak mendapatkan interaksi
  • Jumlah tayangan
  • Jumlah klik
  • Konten yang paling menarik perhatian
  • Performa akun dari waktu ke waktu

Data tersebut bisa digunakan untuk menentukan strategi konten berikutnya.


2. Optimalkan Profil Pinterest

Jangan menganggap profil Pinterest cuma sebagai formalitas.

Gunakan nama dan deskripsi profil yang menjelaskan topik website kamu. Masukkan keyword yang relevan secara natural.

Baca Juga  9 Peluang Cuan dari Pinterest yang Bisa Dicoba Pemula

Misalnya website kamu membahas teknologi AI, jangan hanya menggunakan deskripsi:

“Selamat datang di akun saya.”

Lebih baik gunakan deskripsi yang menjelaskan topiknya, seperti:

“Tips AI, teknologi digital, tutorial tools AI, dan informasi teknologi terbaru untuk pemula.”

Dengan begitu, Pinterest dan pengguna bisa lebih mudah memahami fokus akunmu.


3. Gunakan Pinterest SEO

Salah satu strategi penting adalah Pinterest SEO.

Pinterest memiliki sistem pencarian yang membuat penggunaan keyword menjadi penting. Jadi, jangan asal memasukkan kata-kata ke dalam Pin.

Gunakan keyword yang sesuai dengan isi konten.

Keyword bisa ditempatkan secara natural pada:

  • Nama profil
  • Bio
  • Judul Pin
  • Deskripsi Pin
  • Nama board
  • Deskripsi board
  • Konten website yang dituju

Misalnya artikel kamu berjudul “Cara Menggunakan AI untuk Membuat Konten”, keyword yang relevan bisa berupa:

  • cara menggunakan AI
  • AI untuk membuat konten
  • tools AI untuk content creator
  • cara membuat konten dengan AI

Hindari memasukkan keyword secara berlebihan karena justru bisa membuat konten terlihat spammy.


4. Buat Pin yang Bikin Orang Penasaran

Desain Pin sangat penting karena pengguna harus tertarik terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk klik.

Gunakan desain yang:

  • Mudah dibaca
  • Tidak terlalu ramai
  • Memiliki judul yang jelas
  • Menggunakan visual yang relevan
  • Memiliki ukuran vertikal yang nyaman dilihat di smartphone

Contohnya, daripada membuat judul:

“Informasi Pinterest”

Kamu bisa membuatnya lebih menarik:

“7 Strategi Pinterest yang Bisa Bikin Traffic Website Naik”

Judul yang spesifik biasanya lebih mudah menarik perhatian.


5. Jangan Lupa Tambahkan Link Website

Ini bagian yang sangat penting.

Kalau tujuan utama kamu adalah meningkatkan pageview website, pastikan Pin mengarah ke halaman website yang relevan.

Misalnya kamu membuat Pin:

“10 Tools AI Gratis untuk Pemula”

Maka link yang digunakan sebaiknya menuju artikel yang membahas tools AI tersebut.

Jangan membuat Pin tentang satu topik tetapi mengarahkannya ke halaman yang tidak berhubungan. Pengalaman pengguna tetap harus menjadi prioritas.


6. Buat Banyak Pin untuk Satu Artikel

Satu artikel tidak harus hanya memiliki satu Pin.

Kamu bisa membuat beberapa desain Pin dengan angle yang berbeda tetapi tetap mengarah ke artikel yang sama.

Contohnya satu artikel:

Baca Juga  Strategi Membuat Konten Pinterest yang Evergreen

“Cara Mendapatkan Uang dari Pinterest”

Bisa dibuat menjadi beberapa Pin:

  • Cara Mendapatkan Uang dari Pinterest untuk Pemula
  • 7 Cara Cuan dari Pinterest
  • Pinterest Bisa Jadi Sumber Penghasilan?
  • Panduan Monetisasi Pinterest
  • Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest Tanpa Ribet

Dengan cara ini, kamu punya lebih banyak peluang untuk menjangkau pengguna yang mencari keyword berbeda.


7. Buat Board Berdasarkan Topik

Board membantu mengelompokkan konten berdasarkan kategori.

Misalnya website membahas digital marketing, kamu bisa membuat board:

  • Digital Marketing
  • Pinterest Marketing
  • SEO untuk Pemula
  • Social Media Marketing
  • Content Marketing
  • Tips Website

Pastikan nama board tetap relevan dengan keyword yang memang berkaitan dengan kontennya.


8. Konsisten Upload Pin

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah berharap hasil besar hanya dari beberapa Pin.

Padahal, membangun traffic membutuhkan proses.

Daripada upload banyak Pin sekaligus lalu berhenti lama, lebih baik buat jadwal yang realistis dan konsisten.

Misalnya:

Senin: 2 Pin
Rabu: 2 Pin
Jumat: 2 Pin
Minggu: 2 Pin

Jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuanmu.

Yang penting, jangan sampai kualitas konten turun hanya karena mengejar jumlah.


9. Buat Konten Website yang Layak Diklik

Pinterest hanya menjadi pintu masuk.

Setelah pengguna masuk ke website, kualitas artikel akan menentukan apakah mereka mau membaca lebih lanjut atau langsung pergi.

Karena itu, artikel sebaiknya:

  • Memiliki judul yang jelas
  • Menggunakan subjudul
  • Mudah dibaca
  • Menjawab pertanyaan pembaca
  • Memiliki gambar pendukung
  • Memiliki internal link
  • Tidak terlalu bertele-tele

Kalau artikel bagus, peluang pengguna membuka halaman lain juga semakin besar.


10. Gunakan Internal Link

Internal link adalah link dari satu halaman website menuju halaman lain di website yang sama.

Contohnya kamu punya artikel:

“Strategi Pinterest untuk Meningkatkan Pageview Website”

Di dalamnya kamu bisa mengarahkan pembaca ke artikel lain seperti:

“Cara Melakukan Pinterest SEO untuk Pemula”

atau

“Cara Membuat Pin yang Menarik dan Mendapatkan Klik”

Strategi ini bisa membantu pengguna menemukan konten lain yang relevan.


11. Analisis Pin yang Paling Banyak Mendapatkan Klik

Jangan cuma upload lalu ditinggal.

Cek performa konten secara berkala.

Perhatikan:

  • Pin mana yang mendapatkan banyak impresi?
  • Pin mana yang menghasilkan banyak klik?
  • Topik apa yang paling diminati?
  • Keyword apa yang sering digunakan?
  • Desain seperti apa yang mendapatkan respons bagus?
Baca Juga  Cara Mengubah Traffic Pinterest Menjadi Pelanggan

Misalnya ternyata Pin bertema AI untuk pemula mendapatkan klik lebih banyak daripada Pin bertema umum.

Berarti kamu bisa membuat lebih banyak konten yang masih berada di sekitar topik tersebut.


12. Gunakan Data untuk Membuat Strategi Baru

Data Pinterest bisa menjadi bahan evaluasi.

Jangan hanya mengejar jumlah tayangan. Kalau tujuanmu adalah meningkatkan pageview website, klik menuju website juga harus diperhatikan.

Contohnya:

Pin A: 10.000 tayangan, 50 klik
Pin B: 5.000 tayangan, 150 klik

Meskipun Pin A memiliki tayangan lebih tinggi, Pin B justru menghasilkan lebih banyak kunjungan website.

Jadi, jangan hanya melihat angka impresi.


13. Buat Judul yang Mengandung Manfaat

Judul Pin sebaiknya membuat pengguna tahu apa yang akan mereka dapatkan.

Beberapa formula yang bisa dicoba:

Angka + manfaat

“7 Cara Meningkatkan Traffic Website dari Pinterest”

Pertanyaan + solusi

“Website Sepi Pengunjung? Coba Strategi Pinterest Ini”

Panduan + target

“Panduan Pinterest untuk Pemula agar Traffic Website Bertambah”

Gunakan judul yang menarik, tetapi tetap sesuai dengan isi artikel.


14. Optimalkan Halaman Website untuk Smartphone

Sebagian besar pengguna internet mengakses konten melalui perangkat mobile.

Karena itu, pastikan website kamu nyaman dibuka melalui smartphone.

Perhatikan:

  • Kecepatan loading
  • Ukuran tulisan
  • Tampilan gambar
  • Jarak antarparagraf
  • Kemudahan navigasi
  • Tombol yang mudah ditekan

Percuma mendapatkan banyak klik dari Pinterest kalau website sulit digunakan.


15. Hindari Clickbait Berlebihan

Clickbait memang bisa membuat orang penasaran, tetapi kalau isi artikel tidak sesuai dengan judul, pengguna bisa langsung keluar.

Misalnya Pin mengatakan:

“10 Cara Mendapatkan Traffic Website Gratis”

Tetapi artikel hanya membahas dua cara.

Hal seperti ini bisa membuat pembaca kecewa.

Lebih baik gunakan judul yang menarik tetapi tetap jujur.


Kesalahan yang Harus Dihindari

Saat menggunakan Pinterest untuk meningkatkan pageview website, hindari beberapa kesalahan berikut:

  1. Mengabaikan Pinterest SEO.
  2. Membuat desain Pin yang sulit dibaca.
  3. Tidak memberikan link menuju website.
  4. Menggunakan judul yang tidak sesuai dengan artikel.
  5. Tidak konsisten membuat konten.
  6. Hanya mengejar impresi tanpa melihat jumlah klik.
  7. Tidak menggunakan internal link.
  8. Mengabaikan tampilan website di smartphone.
  9. Menggunakan keyword secara berlebihan.
  10. Berhenti terlalu cepat karena belum melihat hasil.

 

Penulis : Ghiyas – SMKN 9 Bungo