Gubuku- Cara Membuat Konten Pinterest yang Mendatangkan Pelanggan
Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi foto, outfit, resep, atau desain. Kalau digunakan dengan strategi yang tepat, Pinterest juga bisa menjadi sumber traffic dan pelanggan untuk bisnis, blog, toko online, maupun produk digital.
Tapi, upload gambar saja belum tentu bikin orang tertarik membeli. Konten Pinterest harus dibuat supaya menarik perhatian, mudah ditemukan, dan mendorong orang melakukan tindakan.
Apa Itu Konten Pinterest yang Mendatangkan Pelanggan?
Konten Pinterest yang mendatangkan pelanggan adalah konten yang dibuat untuk menarik pengguna Pinterest lalu mengarahkan mereka ke halaman tertentu, seperti website, toko online, landing page, atau produk.
Konten menarik → orang klik → masuk ke halaman tujuan → tertarik → menjadi pelanggan.
Karena itu, jangan hanya fokus membuat pin yang terlihat bagus. Pastikan konten juga punya tujuan yang jelas.
1. Tentukan Target Audiens
Sebelum membuat konten, tentukan dulu siapa yang ingin kamu jangkau.
Misalnya kamu menjual produk skincare, targetnya bisa orang yang sedang mencari:
- Tips merawat kulit
- Rekomendasi skincare
- Skincare untuk pemula
- Rutinitas perawatan wajah
- Produk skincare tertentu
Dengan mengetahui target audiens, kamu bisa membuat konten yang lebih relevan.
2. Cari Topik yang Banyak Dicari
Salah satu kunci Pinterest adalah membuat konten berdasarkan apa yang sedang dicari pengguna.
Gunakan kata kunci yang sesuai dengan niche kamu. Contohnya:
“Cara Memilih Skincare untuk Pemula”
bisa dikembangkan menjadi beberapa konten:
- 5 Tips Memilih Skincare untuk Pemula
- Kesalahan Saat Memilih Skincare
- Rutinitas Skincare Simpel untuk Pemula
- Produk yang Dibutuhkan untuk Skincare Pemula
Dengan cara ini, kamu tidak kehabisan ide konten.
3. Buat Desain Pin yang Menarik
Visual adalah salah satu hal pertama yang dilihat pengguna Pinterest.
Gunakan desain yang:
- Bersih dan tidak terlalu ramai
- Tulisan mudah dibaca
- Memiliki judul yang jelas
- Menggunakan gambar yang relevan
- Memiliki warna yang konsisten dengan brand
Jangan memasukkan terlalu banyak tulisan dalam satu gambar. Buat pengguna langsung memahami isi konten hanya dengan melihat pin.
4. Gunakan Judul yang Bikin Orang Ingin Klik
Judul punya peran besar dalam menarik perhatian.
Contohnya, daripada menggunakan:
“Tips Skincare”
lebih menarik jika menggunakan:
“7 Kesalahan Skincare yang Sering Dilakukan Pemula”
Judul seperti ini membuat orang penasaran dan memiliki alasan untuk mengklik konten.
5. Optimalkan Keyword Pinterest
Pinterest juga menggunakan sistem pencarian, sehingga penggunaan keyword penting.
Masukkan keyword secara natural pada:
- Judul pin
- Deskripsi pin
- Nama board
- Judul artikel atau halaman tujuan
- Teks pada gambar jika relevan
Contohnya jika keyword utamanya adalah “cara mendapatkan pelanggan dari Pinterest”, kamu bisa menggunakannya dalam judul dan deskripsi tanpa melakukan keyword stuffing.
6. Tambahkan Call to Action
Jangan membuat pengguna bingung setelah melihat konten.
Tambahkan ajakan seperti:
- “Klik untuk membaca selengkapnya”
- “Lihat panduan lengkapnya”
- “Cek produknya di sini”
- “Pelajari caranya”
- “Dapatkan panduan lengkap”
CTA membantu mengarahkan pengguna ke langkah berikutnya.
7. Arahkan Pin ke Halaman yang Relevan
Kalau pin membahas “Cara Membuat Konten Pinterest”, jangan mengarahkannya ke halaman yang tidak berhubungan.
Arahkan pengguna ke:
- Artikel blog yang relevan
- Produk yang sesuai
- Landing page
- Toko online
- Halaman produk digital
Semakin sesuai antara pin dan halaman tujuan, semakin besar peluang pengguna melanjutkan aktivitasnya.
8. Buat Konten yang Memberikan Solusi
Orang biasanya mencari Pinterest karena ingin menemukan ide atau solusi.
Jadi, jangan hanya membuat konten yang berisi promosi.
Contohnya, daripada membuat pin:
“Beli Produk Kami Sekarang!”
buat konten:
“5 Cara Memilih Produk yang Cocok untuk Pemula”
Kemudian arahkan pengguna ke produk atau halaman yang relevan.
Konten edukatif bisa membuat brand terlihat lebih membantu dan tidak terlalu hard selling.
9. Buat Beberapa Pin untuk Satu Konten
Satu artikel atau produk tidak harus dibuat menjadi satu pin saja.
Kamu bisa membuat beberapa desain dengan angle berbeda.
Misalnya artikel:
“Cara Mendapatkan Uang dari Pinterest”
bisa dibuat menjadi:
- Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest untuk Pemula
- 7 Cara Mendapatkan Cuan dari Pinterest
- Panduan Monetisasi Pinterest
- Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest Tanpa Banyak Followers
Setiap pin bisa menargetkan keyword dan sudut pandang yang berbeda.
10. Konsisten Upload
Jangan berharap satu pin langsung mendatangkan banyak pelanggan.
Pinterest membutuhkan waktu untuk menemukan audiens yang tepat. Karena itu, lebih baik membuat konten secara konsisten daripada upload banyak konten hanya dalam satu hari lalu berhenti.
Buat jadwal yang realistis dan terus evaluasi performanya.
11. Analisis Konten yang Berhasil
Perhatikan pin mana yang mendapatkan:
- Banyak tayangan
- Banyak klik
- Banyak penyimpanan
- Traffic tinggi
- Konversi atau pembelian
Kalau ada pola tertentu, gunakan sebagai referensi untuk membuat konten berikutnya.
Misalnya pin dengan judul berbentuk “5 Cara…” ternyata lebih banyak mendapatkan klik. Kamu bisa mencoba format serupa dengan topik lain yang masih relevan.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat membuat konten Pinterest antara lain:
Hanya fokus pada desain.
Pin memang harus menarik, tetapi keyword dan isi konten juga penting.
Terlalu sering hard selling.
Tidak semua konten harus langsung menjual produk.
Tidak menggunakan keyword.
Konten yang bagus bisa sulit ditemukan jika tidak dioptimalkan untuk pencarian.
Link tidak relevan.
Jangan membuat pengguna mengklik pin tetapi mendapatkan halaman yang tidak sesuai.
Tidak melakukan evaluasi.
Gunakan data performa untuk mengetahui konten mana yang paling efektif.
penulis : Ghiyas – SMKN 9 Bungo




Leave a Reply