Cara Merancang Infografis Data Keuangan

Cara Merancang Infografis Data Keuangan

Gubuku – Cara Merancang Infografis Data Keuangan: Bikin Angka Ribet Jadi Aesthetic & Keren!

Jujur aja, pas ngelihat deretan angka di spreadsheet atau laporan keuangan Excel, reaksi pertama kebanyakan orang pasti sama: pusing dan bikin ngantuk! Tapi gimana kalau data-data rumit itu disulap jadi infografis yang visualnya aesthetic, warna-warni, dan gampang dipahami dalam hitungan detik?

Nah, buat kamu yang pengen nyajiin data keuangan biar kelihatan profesional tapi tetap relatable dan menarik buat Gen Z, yuk simak cara merancang infografis data keuangan yang simpel dan dijamin gak bikin dahi berkerut berikut ini!

1. Pahami Dulu “Cerita” di Balik Datanya (Data Storytelling)

Sebelum buka aplikasi desain, langkah pertama yang paling krusial adalah memahami poin utama dari data kamu. Infografis itu bukan sekadar mindahin tabel ke gambar, tapi menyampaikan cerita.

  • Cari highlight-nya: Apa pesan paling penting? Apakah pengeluaran terbesarmu bulan ini ada di coffee shop, atau grafik tabungan yang naik 20%?

  • Fokus pada poin kunci: Jangan masukkan semua angka. Pilih 3–5 poin data utama saja supaya audiens gak kena information overload.

2. Sederhanakan Format Angka dan Teks

Biar gak kelihatan kayak soal ujian matematika, cara menyajikan angka itu ada triknya!

  • Gunakan pembulatan angka: Bandingkan Rp12.485.300 dengan Rp12,5 Juta. Versi kedua jauh lebih cepat diproses oleh otak.

  • Gunakan hierarchy teks: Buat angka utama berukuran besar (bold), lalu beri keterangan kecil di bawahnya.

  • Singkat dan padat: Pakai poin-poin pendek, hindari paragraf panjang yang membosankan.

3. Pilih Jenis Grafik yang Tepat

Beda data, beda juga cara visualisasinya. Jangan asal pilih grafik cuma karena kelihatan bagus, ya!

Baca Juga  Software Terbaik untuk Desain Percetakan
Jenis Grafik Kegunaan Terbaik Contoh Kasus Keuangan
Pie / Donut Chart Menunjukkan proporsi atau persentase dari total Alokasi budget bulanan (makan, investasi, lifestyle)
Bar Chart (Batang) Membandingkan beberapa kategori Perbandingan pengeluaran antar bulan
Line Chart (Garis) Melihat tren dari waktu ke waktu Perkembangan portofolio investasi selama 1 tahun

4. Gunakan Palet Warna yang Konsisten dan Eye-Catching

Warna punya peran besar buat ngarahin mata pembaca. Tapi ingat, jangan pakai terlalu banyak warna sampai bikin pusing!

  • Gunakan maksimal 3–4 warna: Pilih satu warna dominan, satu warna netral (seperti putih atau abu-abu), dan satu warna aksen/kontras untuk highlight.

  • Manfaatkan psikologi warna: Warna hijau identik dengan keuntungan/pertumbuhan, sedangkan merah sering digunakan untuk pengeluaran atau risiko.

5. Pakai Ikon Visual sebagai Pengganti Teks

Dibanding nulis “Pengeluaran Makanan & Minuman”, jauh lebih efektif kalau kamu pasang ikon mangkuk/kopi di sebelah angkanya. Ikon membantu audiens memahami konteks visual secara instan tanpa perlu membaca teks secara lengkap.

Tools Gratis Buat Bikin Infografis Keuangan

Gak jago Adobe Illustrator atau Photoshop? Tenang aja! Sekarang udah banyak design tools gratis dan praktis yang siap pakai:

  • Canva: Punya ribuan templat infografis keuangan yang siap edit.

  • Piktochart: Cocok buat kamu yang pengen visualisasi data lebih detail dan rapi.

  • Visme: Pilihan pas kalau kamu mau bikin grafik interaktif yang dinamis.

 

Penulis : Adellia smk sudj