Cara Merancang Identitas Visual untuk Perusahaan

Cara Merancang Identitas Visual untuk Perusahaan

Gubuku – 1. Tentukan “Vibe” dan Kepribadian Brand Kamu

Sebelum buka Adobe Illustrator, Figma, atau Canva, kamu wajib tahu dulu brand kamu itu tipe orang yang kayak gimana.

  • Apakah brand kamu tipe yang playful & seru (kayak streetwear/skincare)?

  • Atau yang serius & elegan (kayak finance/luxury brand)?

Tips Gen Z: Bikin Brand Archetype sederhana. Tulis 3 kata sifat yang paling menggambarkan bisnis kamu. Misalnya: Bold, Futuristic, Friendly.

2. Pilih Palet Warna yang Menguras Emosi (Psychology of Colors)

Warna itu punya daya hipnotis. Mata manusia merespons warna secara subkosadar sebelum membaca tulisan.

  • Merah & Oranye: Semangat, agresif, dan memicu selera makan (cocok buat kuliner/sports).

  • Biru: Kejujuran, tenang, dan profesional (favorit perusahaan tech dan bank).

  • Hijau: Organik, kesehatan, keberlanjutan, dan peaceful.

  • Hitam & Pastel: Elegan, minimalist, dan aesthetic khas Gen Z.

Gunakan rumus 60-30-10 untuk pembagian warna utama, warna sekunder, dan warna aksen (accent color) biar visual gak kelihatan ‘ramai’ dan bikin sakit mata.

3. Pilih Tipografi yang Readable Tapi Berkarakter

Font yang kamu pakai menyampaikan suara brand kamu.

  • Serif (font yang ada ‘kaki’-nya): Terkesan klasik, terpercaya, dan mahal.

  • Sans-Serif (font polos/modern): Terkesan bersih, kasual, dan modern.

  • Display / Script: Unik dan artistik, tapi gunakan hanya untuk judul, jangan untuk isi teks panjang biar tetep gampang dibaca.

4. Bikin Logo yang Simpel dan Versatile

Jaman sekarang, logo rumit yang penuh gradient dan detail kecil udah gak relevan. Logo yang baik harus punya sifat Versatile — artinya tetep kelihatan jelas dan bagus pas ditaruh di avatar profil Instagram yang kecil, di cetak pada merchandise, maupun dipasang di baliho gede.

Baca Juga  Rahasia F-Pattern Layout pada Landing Page

5. Buat Brand Style Guide (Kitab Suci Visual)

Setelah semua elemen siap, rangkum semuanya ke dalam Brand Style Guide (atau Brand Guideline). Dokumen ini isinya aturan main:

  • Ukuran minimal logo

  • Kode warna (HEX Code/CMYK)

  • Font yang boleh dan gak boleh dipakai

  • Cara penempatan elemen di media sosial

Dengan adanya guideline, visual brand kamu bakal konsisten di mana pun dipasang, mau itu di stiker kemasan, website, sampai ke konten TikTok.

 Penulis : Adellia  SMK SUDJ