Gubuku – 1. Tentukan Grid dan Size Standard Sebelum mulai menarik garis, tentukan ukuran canvas (bounding box). Standar umum UI biasanya memakai ukuran 24×24 px atau 16×16 px dengan padding (jarak aman) di sekelilingnya. Grid ini menjaga agar semua icon yang kamu buat punya proporsi visual yang seimbang.
2. Jaga Konsistensi Stroke & Style Ini kunci paling krusial! Kamu harus tentukan gaya visual dari awal:
-
Outline vs Filled: Mau pakai garis tepi aja (outline) atau bentuk padat (filled)?
-
Corner Radius: Ujung garisnya mau tajam (siku-siku) atau membulat (rounded)?
-
Stroke Weight: Gunakan ketebalan garis yang sama (misalnya 2px) untuk seluruh koleksi icon.
3. Gunakan Geometri Sederhana Icon yang baik adalah icon yang mudah dikenali dalam sekejap (scannable). Jangan bikin bentuk yang terlalu rumit. Mulailah dari kombinasi bentuk dasar (basic shapes) seperti lingkaran, persegi, dan segitiga, lalu gabungkan memakai fitur Pathfinder atau Boolean Operations.
4. Uji Keterbacaan (Legibility Test) Ingat, icon bakal tampil dalam ukuran sangat kecil di layar HP. Coba zoom out desain kamu sampai ukuran 100%. Kalau detailnya mendadak kabur atau samar, berarti desainmu terlalu kompleks. Sederhanakan lagi!
Trik Ekstra: Bikin Icon Berjiwa (Micro-interaction Ready)
Zaman sekarang, icon gak cuma diam. Dengan merancang vector yang rapi menggunakan layer yang terpisah dengan baik, icon kamu siap dianimasikan (disebut micro-interaction). Misalnya, icon hati yang “membalas” dengan animasi meletup kecil saat dipencet. Detail kecil ini yang bikin pengguna betah pakai aplikasi kamu!
Penulis : Adellia smk SUDJ



Leave a Reply