Gubuku – Pernah gak sih lo ngelihat sebuah desain poster atau feeds Instagram, terus mata lo langsung otomatis tertuju ke satu titik—misalnya tombol “BUY NOW”, tulisan diskon, atau objek utama tertentu?
Tenang, itu bukan sihir apalagi hipnotis! Itu adalah trik psikologi visual yang dimainkan sama desainer menggunakan yang namanya Accent Color (Warna Aksesori/Aksen).
Banyak desainer pemula asal nemplok warna ngejreng di mana-mana sampai desainnya kelihatan kayak pasar malam: ramai, pusing, dan gak jelas mau nyampein apa. Nah, biar desain lo gak cuma estetik tapi juga fungsional dan sukses ngarahin mata audiens, yuk simak panduan milih accent color di bawah ini!
1. Pahami Dulu Prinsip “Aturan 60-30-10”
Sebelum lo asal milih warna aksen, lo harus tahu rumus keramat dalam kombinasi warna: Aturan 60-30-10. Rumus ini dipakai di mana-mana, dari desain grafis, busana, sampai desain interior!
-
60% Warna Dominan: Biasanya warna latar belakang (background) atau warna paling netral.
-
30% Warna Sekunder: Warna pendukung buat elemen pendukung (kartu, bentuk visual, sub-heading).
-
10% Accent Color: Warna “pemberontak” yang paling mencolok! Gunakan warna ini CUMA 10% di area yang paling penting.
Ingat: Warna aksen itu ibarat perhiasan. Kalau dipakainya dikit kelihatan elegan, tapi kalau dari atas sampai bawah dipakein perhiasan semua, malah kelihatan toko emas berjalan!
2. Manfaatkan Warna Komplementer (Sebarisan Berlawanan di Color Wheel)
Trik paling gampang buat bikin accent color yang meledak di mata audiens adalah pakai Warna Komplementer (Complementary Colors).
Coba buka color wheel (roda warna). Warna komplementer adalah dua warna yang posisinya berseberangan 180 derajat.
-
Latar belakang Biru $\rightarrow$ Aksensikan dengan Oranye/Kuning.
-
Latar belakang Ungu $\rightarrow$ Aksensikan dengan Kuning Neon.
-
Latar belakang Hijau $\rightarrow$ Aksensikan dengan Merah/Pink.
Kontras tinggi dari dua warna berlawanan ini otomatis bikin elemen yang dikasih warna aksen langsung “melompat” keluar dari layar!
3. Gunakan Aksesori Warna Hanya untuk “Call to Action” (CTA)
Tujuan utama accent color adalah sebagai petunjuk arah (visual hierarchy) buat mata audiens. Makanya, jangan semua teks atau elemen lo kasih warna aksen!
Tempatkan accent color HANYA pada elemen krusial seperti:
-
Tombol tindakan (Call to Action / CTA) kayak “Daftar Sekarang”, “Beli”, atau “Swipe Up”.
-
Angka diskon atau penawaran utama (misal: “DISCOUNT 50%”).
-
Poin penting di dalam bullet point atau headline utama.
Dengan begitu, pas audiens scrolling cepat di medsos, otak mereka langsung menangkap pesan paling penting cuma dalam hitungan detik.
4. Mainkan Tingkat Kontras dan Saturasi
Gak selamanya warna aksen harus beda warna (hue). Lo juga bisa pakai warna yang sekeluarga tapi beda saturasi atau kecerahan (brightness).
Contohnya:
-
Jika desain lo didominasi warna biru tua (navy) dan abu-abu gelap, lo bisa pakai warna Biru Cyan Neon atau Biru Terang sebagai warna aksennya.
-
Dampaknya? Desain tetap kelihatan harmonis dan senada, tapi elemen pentingnya tetap menonjol karena punya efek “menyala”.
5. Uji Coba Pakai “The Squint Test” (Uji Kelip Mata)
Masih bingung apakah warna aksen lo udah bekerja dengan baik atau belum? Coba lakukan Squint Test!
Caranya gampang banget:
-
Tampilkan desain lo secara penuh di layar monitor/HP.
-
Mundur sedikit, lalu sipitkan mata lo sampai pandangan agak kabur.
-
Perhatikan: Elemen mana yang paling pertama kelihatan dan tetap menonjol pas mata lo disipitkan?
Kalau elemen tersebut adalah tombol CTA atau pesan utama lo, selamat! Berarti pilihan accent color lo udah pas banget. Tapi kalau yang menonjol malah background atau elemen dekoratif yang gak penting, saatnya lo revisi ulang warnanya!
Kesimpulan
Memilih accent color bukan soal warna apa yang paling lo suka secara pribadi, tapi soal gimana caranya lo mengendalikan pandangan mata audiens. Dengan menguasai permainan warna aksen ini, desain lo gak cuma kelihatan slay dan estetik, tapi juga bisa ningkatin performa bisnis/klien lo secara drastis!
penulis: asil apriliani – SMKN 8 bungo




Leave a Reply