Gubuku – Pernah gak sih lo udah begadang semalaman bikin desain yang super estetik di Illustrator atau Figma, tapi pas dicetak hasilnya malah mengecewakan? Warnanya kelihatan kusam, kertasnya kelembutan, atau malah terlalu mengilap sampai teksnya susah dibaca.
Fix, itu bukan karena printer tempat digital printing-nya yang rusak, tapi lo salah milih jenis kertas!
Bagi seorang desainer grafis (terutama pemula), paham jenis kertas itu hukumnya wajib. Dua jenis kertas yang paling sering ditanyain dan bikin bingung adalah Art Paper dan Matt Paper. Walaupun sekilas mirip, dua kertas ini punya vibes dan fungsi yang beda banget.
Biar karya cetak lo hasilnya makin slay dan gak buang-buang uang, yuk simak panduan milih kertas di bawah ini!
1. Kenalan Sama Art Paper: Si Paling Glowing & Pop-Up!
Kalau lo butuh hasil cetak yang warnanya “keluar” banget, tegas, dan kelihatan kinclong, Art Paper adalah jawabannya.
-
Karakteristik: Permukaannya licin, halus, dan punya efek kilau (glossy) di kedua sisinya.
-
Kelebihan: Menyerap tinta dengan sangat baik sehingga warna desain lo bakal kelihatan super tajam, cerah, dan detail. Kertas ini juga lebih tahan terhadap air dan debu dibanding kertas biasa.
-
Kekurangan: Karena permukaannya licin, kertas ini susah banget ditulis pakai pulpen biasa atau pensil. Selain itu, kalau kena pantulan cahaya terang, bakal ada efek bayangan (glare).
-
Cocok Buat Cetak: Brosur makanan/produk, poster konser, flyer promosi, kalender dinding, dan cover majalah.
2. Kenalan Sama Matt Paper: Si Paling Estetik & Elegant!
Kebalikan dari Art Paper yang glowing, Matt Paper (sering juga disebut Doff Paper) punya tampilan yang lebih kalem dan dewasa.
-
Karakteristik: Permukaannya halus tapi tanpa kilap (non-glossy/doff). Pas dipegang rasanya smooth dan sedikit doff.
-
Kelebihan: Gak memantulkan cahaya pas dilihat, bikin teks yang ukurannya kecil tetap nyaman dibaca. Warnanya kelihatan lebih soft, mewah, dan punya kesan high-end atau aesthetic.
-
Kekurangan: Karakter warnanya gak se-“jreng” atau semencolok Art Paper.
-
Cocok Buat Cetak: Katalog properti mewah, company profile, buku fotografi/artbook, kartu nama elegan, dan brosur bertema minimalis.
Adu Mekanik: Art Paper vs Matt Paper (Mana yang Lebih Oke?)
Biar gak bingung pas ditanya mas-mas kasir percetakan, cek perbandingannya di tabel ini:
| Parameter | Art Paper | Matt Paper (Doff) |
| Tampilan | Mengilap / Glossy | Doff / Tidak Mengilap |
| Hasil Warna | Sangat tajam & vibrant | Soft, kalem & elegan |
| Kenyamanan Baca | Kadang silau kena cahaya | Sangat nyaman, gak memantulkan cahaya |
| Bisa Ditulis Pulpen? | Susah / Licin | Bisa (lebih mudah dibanding Art Paper) |
| Kesan Visual | Populer, ramai, ceria | Eksklusif, mahal, minimalis |
Cheat Sheet: Cara Pilih Kertas Sesuai Kebutuhan Projek Lo
Masih galau mau milih yang mana? Pakai rumus simpel ini aja:
-
Pilih Art Paper KALAU:
-
Desain lo penuh dengan foto berwarna-warni (misal: menu makanan yang bikin ngiler).
-
Tujuannya buat narik perhatian orang dari kejauhan (poster acara, flyer jalanan).
-
Lo mau hasil cetakan yang tahan banting dan gak gampang kotor.
-
-
Pilih Matt Paper KALAU:
-
Desain lo didominasi sama teks panjang yang butuh dibaca fokus (katalog, isi majalah).
-
Lo mau ngasih kesan brand yang mahal, elegan, dan classy.
-
Hasil cetakan bakal sering difoto ulang (karena Matt Paper gak bakal mantulin flash kamera).
-
Tips Tambahan: Perhatikan juga Gramatur (GSM)!
Selain jenis kertasnya, jangan lupa cek GSM (Grams per Square Meter) alias ketebalannya.
-
100 – 150 GSM: Tipis, cocok buat isi flyer atau brosur lipat.
-
190 – 260 GSM: Lumayan tebal, cocok buat poster mini, cover brosur, atau kalender.
-
260 – 310 GSM: Tebal dan kaku, cocok banget buat cover buku, kartu nama, atau postcard.
penulis:bungasmksudj




Leave a Reply