Gubuku- Cara Mendapatkan Order dari Pinterest: Panduan Lengkap untuk Pemula
Meta Deskripsi
Pelajari cara mendapatkan order dari Pinterest dengan strategi simpel, mulai dari membuat Pin menarik, optimasi Pinterest SEO, hingga mengarahkan calon pembeli ke produkmu.
Apa Itu Pinterest Marketing?
Pinterest marketing adalah strategi menggunakan Pinterest untuk memperkenalkan produk, jasa, atau bisnis kepada calon pelanggan.
Berbeda dari beberapa media sosial yang lebih fokus pada interaksi dan followers, Pinterest lebih mirip mesin pencari visual. Pengguna biasanya mencari ide atau solusi dengan memasukkan kata kunci tertentu.
Misalnya, seseorang mencari:
“ide outfit cowok”
Jika kamu menjual pakaian, kamu bisa membuat Pin yang relevan dan mengarahkannya ke halaman produk.
Jadi, semakin mudah kontenmu ditemukan oleh orang yang tepat, semakin besar peluang mendapatkan klik, calon pembeli, hingga order.
Apakah Pinterest Bisa Mendatangkan Order?
Bisa. Pinterest dapat membantu mendatangkan pengunjung ke toko online, website, marketplace, atau halaman produk.
Namun, jangan berharap upload satu Pin langsung menghasilkan banyak pesanan. Kamu perlu membangun strategi secara konsisten.
Alurnya kurang lebih seperti ini:
Pinterest → Pin → Klik → Halaman Produk → Calon Pembeli → Order
Karena itu, tujuan utama bukan sekadar mendapatkan banyak views. Kamu harus membuat konten yang mampu menarik orang yang memang memiliki kebutuhan terhadap produkmu.
1. Tentukan Produk yang Mau Dijual
Sebelum membuat banyak Pin, tentukan dulu produk atau jasa yang ingin kamu promosikan.
- Fashion
- Produk digital
- Aksesori
- Dekorasi rumah
- Jasa desain
- E-book
- Template
- Produk kecantikan
- Peralatan rumah
- Produk handmade
Pilih produk yang memiliki target pasar jelas. Dengan begitu, kamu lebih mudah menentukan jenis konten dan kata kunci yang digunakan.
2. Kenali Target Pembeli
Jangan membuat konten untuk semua orang.
Coba tentukan siapa yang paling mungkin membeli produkmu.
Misalnya kamu menjual template desain untuk pelajar. Targetnya bisa berupa pelajar yang membutuhkan template presentasi, jadwal belajar, atau desain tugas.
Setelah mengetahui targetnya, buat konten yang menjawab kebutuhan mereka.
Contohnya:
“10 Template Presentasi Minimalis untuk Pelajar”
Konten seperti ini lebih berpotensi menarik orang yang memang membutuhkan produk tersebut.
3. Gunakan Pinterest Business
Kalau Pinterest digunakan untuk bisnis, akun bisnis bisa menjadi pilihan yang lebih tepat karena menyediakan fitur yang mendukung aktivitas pemasaran dan analisis performa.
Pastikan profilmu terlihat profesional.
Gunakan:
- Nama bisnis yang jelas
- Foto profil atau logo
- Deskripsi singkat
- Kata kunci yang relevan
- Link menuju toko atau website
Jangan membuat profil yang terlalu kosong karena calon pembeli perlu tahu apa yang kamu tawarkan.
4. Buat Pin yang Menarik
Pin adalah salah satu bagian paling penting dalam strategi Pinterest.
Gunakan desain yang:
- Mudah dibaca
- Tidak terlalu ramai
- Memiliki judul yang jelas
- Menggunakan gambar berkualitas
- Sesuai dengan produk
- Memiliki call-to-action
Contohnya, jika menjual produk digital, kamu bisa membuat judul:
“5 Template CV Profesional untuk Fresh Graduate”
Kemudian arahkan Pin tersebut ke halaman produk.
Ingat, desain menarik memang penting, tetapi pesan yang jelas jauh lebih penting.
5. Manfaatkan Pinterest SEO
Pinterest juga menggunakan sistem pencarian berdasarkan kata kunci. Karena itu, kamu perlu menerapkan Pinterest SEO.
Masukkan keyword secara natural pada:
- Nama profil
- Bio
- Judul Pin
- Deskripsi Pin
- Nama board
- Deskripsi board
Misalnya keyword utama kamu adalah:
cara mendapatkan order dari Pinterest
Jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Gunakan secara natural dan tetap buat konten yang nyaman dibaca.
6. Buat Konten yang Menjawab Masalah
Orang biasanya mencari sesuatu di Pinterest karena sedang membutuhkan ide, informasi, atau solusi.
Jadi, jangan hanya membuat Pin dengan format:
“Beli Produk Saya!”
Coba buat konten yang memberikan manfaat terlebih dahulu.
Contohnya:
“7 Ide Outfit untuk Acara Santai”
Jika kamu menjual pakaian, produkmu bisa dimasukkan secara relevan ke dalam konten tersebut.
Strategi ini terasa lebih natural dan tidak terlalu hard selling.
7. Arahkan Pin ke Halaman Produk
Ini bagian yang sering dilupakan.
Kalau tujuanmu mendapatkan order, jangan membuat pengguna berhenti di Pinterest.
Tambahkan link menuju:
- Website
- Toko online
- Marketplace
- Landing page
- Halaman produk
- Katalog online
Pastikan halaman tujuan sesuai dengan isi Pin.
Misalnya Pin membahas produk A, jangan mengarahkan pengguna ke halaman yang tidak berhubungan.
8. Buat Call-to-Action yang Jelas
Call-to-action atau CTA membantu pengguna mengetahui tindakan berikutnya.
Contohnya:
- Lihat produknya
- Cek koleksi lengkap
- Pelajari selengkapnya
- Lihat katalognya
- Cek detail produk
- Dapatkan templatenya
CTA sederhana bisa membantu mengubah orang yang hanya melihat Pin menjadi pengunjung halaman produk.
9. Buat Banyak Konten dengan Topik Berbeda
Jangan hanya membuat satu Pin untuk satu produk.
Misalnya kamu menjual satu produk fashion. Kamu bisa membuat beberapa konten seperti:
- Ide outfit menggunakan produk tersebut
- Tips memilih outfit
- Inspirasi warna pakaian
- Tren fashion
- Cara memadukan pakaian
- Kesalahan dalam memilih outfit
Semua konten tersebut bisa mengarah ke produk yang relevan.
Dengan cara ini, satu produk bisa memiliki banyak pintu masuk dari Pinterest.
10. Konsisten Upload
Pinterest bukan strategi instan.
Kamu perlu menguji berbagai jenis konten dan melihat mana yang paling banyak menghasilkan:
- Impression
- Saves
- Klik
- Pengunjung
- Order
Tidak semua Pin akan langsung berhasil.
Kalau satu konten kurang bagus, jangan langsung menyerah. Coba ubah desain, judul, keyword, atau angle kontennya.
11. Jangan Hanya Mengejar Views
Views memang terlihat keren, tetapi belum tentu menghasilkan penjualan.
Misalnya:
Pin A: 20.000 views tetapi hanya 10 klik.
Pin B: 5.000 views tetapi menghasilkan 100 klik dan beberapa order.
Pin B bisa saja lebih berharga untuk bisnis.
Jadi, fokuslah pada metrik yang benar-benar mendukung tujuanmu, terutama klik dan konversi.
12. Gunakan Strategi Konten yang Beragam
Agar akun Pinterest tidak monoton, gunakan beberapa jenis konten.
Contohnya:
Konten edukasi:
“5 Kesalahan Saat Membeli Sepatu Online”
Konten inspirasi:
“10 Ide Outfit Simpel untuk Hangout”
Konten tutorial:
“Cara Membuat CV yang Menarik”
Konten produk:
“Template CV Profesional Siap Edit”
Konten promosi:
“Template CV Premium dengan Desain Minimalis”
Dengan variasi tersebut, akunmu bisa memberikan value sekaligus mempromosikan produk.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang bisa membuat strategi Pinterest kurang maksimal.
1. Hanya Fokus pada Desain
Desain memang penting, tetapi keyword, judul, dan link juga berpengaruh.
2. Tidak Memakai Link
Kalau tujuanmu mendapatkan order, pengguna harus memiliki jalan menuju produk.
3. Keyword Tidak Relevan
Jangan menggunakan keyword populer tetapi tidak berhubungan dengan produk.
4. Terlalu Hard Selling
Jangan semua Pin hanya berisi promosi. Campurkan konten edukasi dan inspirasi.
5. Tidak Konsisten
Mengunggah beberapa Pin lalu berhenti membuat prosesnya sulit berkembang.
6. Tidak Mengecek Analytics
Data performa bisa membantu mengetahui konten mana yang paling menarik bagi audiens.
Strategi Sederhana Mendapatkan Order dari Pinterest
Kalau kamu masih pemula, gunakan alur sederhana berikut:
1. Pilih produk
↓
2. Tentukan target pembeli
↓
3. Riset keyword
↓
4. Buat Pin menarik
↓
5. Optimasi judul dan deskripsi
↓
6. Tambahkan link produk
↓
7. Upload secara konsisten
↓
8. Cek performa
↓
9. Perbaiki konten yang kurang maksimal
Dengan pola ini, kamu bisa membangun sistem pemasaran Pinterest secara bertahap.
Penulis : Deri – SMKN 6 Tebo




Leave a Reply