Gubuku – Pernah gak sih lo lagi scrolling feed Instagram, TikTok, atau Pinterest, terus ngerasa poster-poster digital yang lewat kelihatan “gitu-gitu aja”? Poster 2D yang serba flat, tulisan nempel di gambar, dan tata letak yang datar emang masih eksis, tapi jujur aja… udah mulai kerasa ngebosenin dan kurang popping!
Nah, di tengah gempuran teknologi kayak Apple Vision Pro, AR (Augmented Reality), dan Web3, ada satu tren visual yang lagi naik daun banget dan diprediksi bakal “membunuh” era poster 2D biasa: Volumetric Design.
Buat lo yang belum tahu atau baru denger istilahnya, yuk kita spill kenapa Volumetric Design ini digadang-gadang bakal jadi masa depan poster digital dan kenapa lo wajib paham tren ini dari sekarang!
Apa Sih Volumetric Design Itu? (Bukan Cuma 3D Biasa!)
Biar gak bingung, volumetric design itu bukan sekadar gambar 3D biasa yang lo taruh di atas bidang datar.
Secara gampang, volumetric design adalah teknik visual yang memberikan efek kedalaman (depth), pencahayaan realistis, tekstur, dan ruang tiga dimensi nyata pada elemen desain. Kalau poster 2D cuma punya sumbu X (kiri-kanan) dan Y (atas-bawah), volumetric design nambahin sumbu Z (depan-belakang) yang bikin elemen visual terasa punya “bobot”, bentuk, dan seolah-olah bisa disentuh dari layar HP lo.
4 Alasan Volumetric Design Bakal “Menggeser” Poster 2D Flat
1. Audiens Gen Z Udah Lelah Sama “Flat Design”
Jujur-jujuran aja, era flat design dan minimalism yang udah menguasai internet lebih dari sedekade ini mulai bikin jenuh. Kita butuh sesuatu yang lebih ekspresif dan dinamis. Volumetric design bawa kembali tekstur, efek pencahayaan, bayangan, dan elemen interaktif yang bikin visual terasa lebih “hidup” dan gak kaku.
2. Efek “Spatial Computing” & AR yang Makin Merajalela
Sekarang kita lagi masuk ke era Spatial Computing (komputasi spasial). Orang-orang gak cuma ngetik di layar 2D, tapi mulai interaksi sama konten di ruang 3D lewat kacamata AR/VR.
Poster digital di masa depan gak cuma buat dipajang di feed, tapi bisa melayang di ruang tamu lo lewat AR. Poster 2D datar bakal kelihatan outdated banget di ekosistem kayak gini!
3. “Stop-Stopping Effect” yang Lebih Tinggi di Sosmed
Di algoritma media sosial zaman sekarang, kunci viral adalah seberapa lama audiens berhenti nge-scroll pas ngelihat konten lo (attention span).
Volumetric design punya efek visual yang kuat banget. Efek kedalaman bayangan, bayangan optik, dan pencahayaan yang realistis bikin mata audiens otomatis berhenti dan nyimak detailnya lebih lama daripada sekadar poster 2D biasa.
4. Generative AI Bikin Bikin Konten 3D/Volumetric Jadi Super Gampang
Dulu, bikin desain ber-volume atau 3D itu butuh komputer spek dewa dan proses rendering berjam-jam pakai software ribet kayak Blender atau Cinema 4D.
Sekarang? Tools AI visual makin canggih! Lo bisa nge-generate tekstur, efek depth-map, dan elemen volumetric cuma hitungan detik. Hambatan teknisnya udah hilang, jadi makin banyak desainer yang beralih ke tren ini.
Poster 2D vs Volumetric Design: Apa Bedanya?
Biar makin jelas bayangin perbedaannya, cek tabel komparasi simpel ini:
| Fitur / Karakteristik | Poster Digital 2D (Flat) | Volumetric Design |
| Dimensi | Datar (Sumbu X & Y) | Memiliki Kedalaman (Sumbu X, Y, & Z) |
| Interaktivitas | Pasif (Cuma bisa dilihat) | Aktif (Bisa direspons lewat AR / 3D tilt) |
| Pencahayaan & Shadow | Bawaan 2D / Buatan manual | Pencahayaan realistis & simulasi bayangan |
| Vibes Visual | Konvensional, simpel, bersih | Futuristik, imersif, eye-catching |
Terus, Apakah Poster 2D Bakal Punah Total?
Jawabannya: Gak juga. Poster 2D tetap punya tempatnya sendiri, terutama buat kebutuhan informasi cepat kayak infografis berita atau pengumuman resmi yang butuh keterbacaan (readability) tinggi.
Tapi untuk kebutuhan branding, marketing media sosial, hiburan, dan kampanye produk kreatif, volumetric design bakal jadi standar baru. Kalau brand atau desainer gak mau kelihatan ketinggalan zaman, adaptasi ke visual berbasis volume dan ruang adalah jalan satu-satunya.
Kesimpulan: Saatnya Upgrade Skill Visual Lo!
Perubahan dalam dunia desain itu pasti. Dari lukisan gua, mesin cetak, Photoshop, sampai sekarang era volumetric dan AI. Buat lo desainer grafis muda, jangan takut sama tren baru ini. Mulai eksplorasi elemen 3D, pelajari efek depth, dan coba integrasiin aspek volumetric ke dalam karya lo selanjutnya.
penulis: asil – SMKN 8 Bungo



Leave a Reply