Gubuku – Pernah nggak sih kamu lagi jalan-jalan terus nemu tulisan spanduk warung lele yang gaya gambarnya khas banget, atau stiker “Doa Ibu” di kaca truk yang estetik tanpa berusaha keras? Nah, dalam dunia desain, keunikan visual serba lokal ini punya nama keren: Vernacular Typography alias tipografi jalanan.
Di tengah gempuran desain digital yang makin rapi, presisi, dan serba minimalis, tipografi jalanan justru makin dilirik anak muda. Gaya visual ini terasa punya “jiwa” yang nggak bisa ditiru oleh font bawaan laptop atau template instan.
Apa Itu Vernacular Typography?
Singkatnya, vernacular typography adalah seni menata huruf yang dibuat oleh orang biasa untuk kebutuhan sehari-hari tanpa mengikuti kaidah desain formal. Karakter utamanya sederhana:
-
Seni Manual & Otodidak: Dibuat kuas, cat semprot, atau cetakan buatan sendiri oleh pembuat spanduk, tukang cat, atau pembuat stiker jalanan.
-
Tidak Sempurna tapi Berkarakter: Kemiringan garis, jarak antarhuruf (kerning), dan gradasi warnanya sering kali sporadis, justru di situlah letak keindahannya.
-
Lokal Banget: Sangat dipengaruhi oleh budaya tempatan, dialek, hingga tren populer di sekitar lokasi tersebut.
Alasan Gen Z Ketagihan Estetika Tipografi Jalanan
1. Anti-Perfect & Menyuarakan Realita Gen Z udah jenuh sama estetik yang terlalu rapi, filtered, dan terkesan ‘palsu’. Tipografi jalanan menyajikan visual yang raw, jujur, dan apa adanya. Rasa tidak sempurna ini justru terasa manusiawi dan dekat dengan keseharian.
2. Nostalgia & Sentuhan Retro Lokal Ada rasa hangat dan familiar saat melihat tipografi khas spanduk pecel lele atau plang toko kelontong tua. Elemen ini memicu vibe nostalgia khas Indonesia yang belakangan sering diangkat jadi sub-kultur tren fashion dan art-direction.
3. Storytelling Visual yang Kuat Tiap goresan huruf jalanan menyimpan cerita pengrajinnya. Pilihan warna mencolok—seperti merah, kuning, hijau menyala—bukan cuma acak, tapi taktik berani demi bertahan dan terlihat di kerasnya persaingan jalanan.
Penulis kiki dari smkn 9 bungo




Leave a Reply