Bertema Retro Dasa Warsa 90-an Disukai oleh Kalangan Gen z

Bertema Retro Dasa Warsa 90-an Disukai oleh Kalangan Gen z

Bertema Retro Dasa Warsa 90-an Disukai oleh Kalangan Gen z

Gubuku –

Lo pasti sering nge-skrol TikTok, Instagram, atau Pinterest terus nemu desain dengan tulisan tebal, melengkung-melengkung, warna pop-out, atau efek piksel ala gim arcade tua, kan?

Aneh tapi nyata: Gen Z—generasi yang lahir dan tumbuh besar di era internet super cepat dan teknologi canggih—justru lagi gila-gilanya sama elemen estetika zaman dulu, khususnya Typography Retro 90-an.

Padahal sebagian besar Gen Z bahkan belum lahir atau masih balita di tahun 90-an. Lantas, kenapa sih tren gaya tulisan jadul ini bisa comeback dan makin populer di kalangan anak muda zaman now? Yuk, kita bedah alasannya satu per satu!

1. Efek Nostalgia Semu (Anemoia Vibes)

Pernah gak lo ngerasa rindu sama suatu masa yang sebenarnya gak pernah lo alami sendiri? Di dunia psikologi, fenomena ini dikenal dengan istilah Anemoia.

Gen Z merasa tahun 90-an adalah era yang lebih santai, hangat, dan autentik sebelum dunia dipenuhi oleh algortima medsos yang bikin stres. Lewat typography 90-an yang penuh warna dan gaya funky, Gen Z merasa bisa “melarikan diri” sejenak dari keruwetan dunia modern menuju masa lalu yang kelihatan lebih estetik.

2. Bosan dengan Desain Minimalis yang “Terlalu Sepi”

Beberapa tahun terakhir, dunia desain didominasi sama gaya flat design dan minimalis ala korporat modern—garis tipis, warna netral, dan font tanpa lekukan yang kesannya kaku dan dingin.

Nah, typography 90-an hadir sebagai bentuk “perlawanan” visual!

  • Bentuknya Berani: Menggunakan gaya bubble font, chunky letterform, hingga efek drop shadow yang tebal.

  • Anti-Bosan: Tipografi 90-an punya karakter yang kuat, ramai, dan playful.

  • Penyegar Feeds: Elemen ini bikin feeds Instagram atau desain poster kelihatan lebih hidup dan gak ngebosenin.

Baca Juga  Menghindari Visual Stereotyping Saat Membuat Maskot negara

3. Tren Pop Culture & Kebangkitan Y2K Aesthetics

Kembalinya tren gaya 90-an gak bisa dilepaskan dari tren fashion dan musik populer yang lagi digandrungi Gen Z saat ini:

  • K-Pop & Western Music: Grup musik K-Pop populer hingga musisi global banyak yang mengusung konsep visual album dan merchandise bertema vintage arcade serta tipografi 90-an.

  • Y2K & Streetwear: Brand fashion lokal maupun internasional berlomba-lomba pakai gaya font ala kaos band, sampul majalah jadul, atau logo skateboarding era 90-an buat menarik minat Gen Z.

4. Terlihat Lebih Humanis dan Autentik

Di era di mana gambar bisa dibuat secara instan pakai AI, sesuatu yang kelihatan “cacat”, tidak sempurna, atau buatan tangan justru punya nilai estetik yang lebih tinggi.

Typography 90-an identik dengan:

  • Tekstur vhs glitch atau efek cetakan koran tua.

  • Lekukan huruf yang tidak simetris tapi artistik.

  • Gaya graffiti dan hand-lettering yang terasa lebih personal dan tidak dibuat oleh mesin.

Bagi Gen Z, visual seperti ini terasa lebih “manusiawi” dan punya jiwa (soul).

Elemen Khas Typography 90-an yang Wajib Lo Tahu

Buat lo yang mau coba bikin desain bertema 90-an, ini beberapa karakteristik utama tipografi era tersebut:

Elemen Typography Ciri Khas Visual Contoh Penggunaan
Bubble Fonts Huruf membulat tebal mirip balon Sampul majalah remaja, logo streetwear
Pixelated Fonts Huruf patah-patah ala layar komputer tua Desain gim retro, poster konser
Neon & Gradient Warna mencolok (pink, cyan, kuning) dengan efek gradasi Visual vaporwave, desain kafe estetik
Chunky Block Letters Huruf kapital tebal dengan shadow 3D Poster acara musik, sampul album

Penulis : Adellia smk sudj