Mengapa Skeuomorphism Kembali Dilirik dalam Desain

Mengapa Skeuomorphism Kembali Dilirik dalam Desain

Mengapa Skeuomorphism Kembali Dilirik dalam Desain

Gubuku – Pernah gak sih lo merhatiin tampilan icon di HP atau jam pintar (smartwatch) lo akhir-akhir ini? Setelah bertahun-tahun kita disuguhi tren desain yang serba rata, polos, dan minimalis (Flat Design), tiba-tiba elemen visual yang punya bayangan, tekstur 3D, dan kelihatan “bisa disentuh” mulai bermunculan lagi.

Yup, selamat datang kembali di era Skeuomorphism!

Buat lo yang merasa asing sama istilah ini, tenang aja. Kita bakal bedah dengan bahasa yang gampang dipahami, kenapa tren desain jadul yang sempat ditinggalin ini malah balik lagi dan digandrungi banyak kreator serta raksasa teknologi. Yuk, simak sampai habis!

Apa Sih Skeuomorphism Itu? (Versi Gampang Dipahami)

Secara sederhana, Skeuomorphism adalah gaya desain antarmuka (UI) yang meniru bentuk, tekstur, dan fungsi dari objek nyata di dunia fisik.

Coba bayangin:

  • Aplikasi Notes/Catatan yang tampilannya dibuat mirip kertas garis-garis dengan tekstur kulit di bagian atasnya.

  • Tombol di layar yang punya efek bayangan (shadow) dan kilauan (highlight), bikin lo kerasa kayak lagi menekan tombol fisik beneran.

  • Icon Kalkulator yang bentuk dan warna tombolnya mirip banget sama kalkulator meja.

Dulu, gaya desain ini dipopulerkan banget sama Steve Jobs pas Apple pertama kali ngerilis iPhone. Tujuannya simpel: biar orang gak bingung pas baru pertama kali pakai smartphone.

Terus, Kenapa Sempat Ditinggalin dan Diganti Flat Design?

Seiring berjalannya waktu, orang-orang udah terbiasa pakai layar sentuh. Kita gak butuh lagi gambar tekstur kulit atau kertas buat tahu kalau itu aplikasi catatan.

Sekitar tahun 2013-2020, dunia visual didominasi sama Flat Design dan Minimalism. Tampilannya serba bersih, tanpa bayangan, warna-warna block, dan bentuk geometris yang simpel.

Baca Juga  Cara Membuat Poster Seminar di Canva

Tapi masalahnya… lama-kelamaan Flat Design terasa membosankan, dingin, dan kadang bikin bingung karena kita gak tahu mana elemen yang bisa diklik dan mana yang cuma hiasan.

5 Alasan Kenapa Skeuomorphism Kembali Dilirik Zaman Now

Bukan cuma nostalgia, kembalinya Skeuomorphism (yang kini berevolusi jadi Neumorphism atau Fluent Design) punya alasan kuat di balik antarmuka perangkat pintar modern:

1. Munculnya Perangkat Pintar Baru (VR, AR, & Spatial Computing)

Hadirnya perangkat kayak Apple Vision Pro, smartwatch, hingga headset VR bikin interaksi visual berubah. Di dunia 3D/ruang digital (Spatial Computing), desain yang serba rata (flat) kelihatan aneh dan gak menyatu. Skeuomorphism ngasih kedalaman (depth), bayangan, dan tekstur yang bikin objek digital terasa “nyata” di depan mata.

2. Rasa Kangen (Nostalgia) Gen Z terhadap Estetika Y2K & Frutiger Aero

Gen Z itu terkenal banget suka nge-trend-in hal-hal retro. Tren estetika Frutiger Aero dan Y2K yang identik dengan efek glosarium, gelembung air, warna cerah, dan tekstur 3D tahun 2000-an lagi viral banget di TikTok dan Pinterest. Skeuomorphism adalah bagian besar dari estetika nostalgia ini!

3. Memberikan Feedback Visual yang Lebih Jelas (Intuitive UI)

Pada layar jam pintar (smartwatch) yang ukurannya kecil, desain skeuomorphic ngebantu banget. Efek timbul pada tombol digital bikin jari kita lebih gampang mengenali area yang bisa diklik. Sensasi visualnya ngasih tahu otak kita: “Hey, tombol ini aktif dan siap ditekan!”

4. Bikin Antarmuka Punya “Jiwa” dan Karakter

Jujur aja, kalau semua aplikasi cuma pakai kotak polos dan warna rata, semua brand bakal kelihatan sama alias boring. Sentuhan tekstur, pencahayaan, dan material mirip dunia nyata ngasih kepribadian unik pada suatu aplikasi atau operating system (OS).

Baca Juga  Teknik Memilih Foto Berkualitas Tinggi untuk Media Cetak

5. Kombinasi Modern: Neumorphic & Soft UI

Skeuomorphism yang balik sekarang gak mentah-mentah mirip versi 2007, ya! Desainer masa kini menggabungkan kerapian Flat Design dengan tekstur halus Skeuomorphism. Hasilnya? Neumorphism—desain modern dengan bayangan lembut (soft shadows), efek kaca (glassmorphism), dan pencahayaan yang estetik parah.

Ringkasan Perbedaan: Dulu vs Sekarang

Elemen Skeuomorphism Klasik (2000-an) Skeuomorphism Modern / Neumorphism (Sekarang)
Tekstur Sangat detail (kulit, kayu, logam) Halus, mirip kaca (frosted glass), clay, atau plastik matte
Pencahayaan Kontras tinggi & berlebihan Soft lighting, bayangan tipis dan natural
Fokus Utama Meniru objek nyata secara persis Menambah kedalaman visual tanpa merusak kerapian
Vibes Realistis & Tradisional Futuristik, Elegan, & Estetik

Penulis kiki dari smkn 9 bungo