Mengapa Doodle Art Style Efektif untuk Kemasan Camilan?

Mengapa Doodle Art Style Efektif untuk Kemasan Camilan?

Gubuku – Pernah gak sih kamu lagi nongkrong di minimarket terus salfok sama bungkus keripik atau cokelat yang gambarnya penuh coretan lucu, ramai, dan rada “acak-acakan” tapi malah kelihatan estetik banget? Nah, gaya visual itu namanya doodle art!

Di tengah gempuran desain kemasan yang makin minimalis dan polos, kemasan camilan dengan gaya doodle art justru makin sering lalu lalang di FYP TikTok dan feeds Instagram. Gak cuma sekadar gambar iseng, gaya ini ternyata punya “sihir” tersendiri yang bikin orang gatal buat beli.

Penasaran kenapa gaya gambar ini manjur banget buat jualan jajanan? Yuk, kita bedah alasannya!

Apa Sih Doodle Art Itu?

Secara harfiah, doodle itu artinya coretan tak sengaja yang biasa kita buat di pojokan buku tulis pas lagi bosan nungguin dosen atau guru menjelaskan.

Namun dalam dunia desain modern, doodle art sudah naik kelas jadi gaya visual yang mengekspresikan kreativitas tanpa batas. Ciri khasnya ada pada garis-garis sederhana, karakter-karakter unik, pola yang ramai, dan kesan playful yang kental.

Alasan Doodle Art Efektif Banget Buat Kemasan Snack

Buat Gen Z yang sangat visual, kemasan itu adalah penentu utama first impression. Ini dia alasan kenapa doodle art sukses besar di industri kemasan camilan:

1. Tampil Beda & Stand Out di Rak

Kebanyakan kemasan makanan zaman dulu cuma pakai foto produk yang di-edit kinclong. Ketika ada produk yang berani pakai doodle art penuh ilustrasi unik, mata calon pembeli otomatis bakal langsung tertuju ke sana karena kontras dengan produk sekitarnya.

2. Punya Vibe Fun & Bikin Relate

Camilan itu identik sama waktu santai, me time, atau momen seru bareng teman. Ilustrasi doodle yang ceria dan ekspresif secara tidak langsung menyampaikan pesan: “Snack ini seru dan bikin happy!”

Baca Juga  Seni Merancang Custom Pattern Berbasis Data

3. Terasa Lebih Personal & “Humanis”

Visual doodle yang kelihatan seperti buatan tangan (hand-drawn) bikin brand kamu terasa dekat, ramah, dan gak kaku. Gen Z umumnya lebih suka produk yang terasa autentik daripada yang terlalu korporat atau kelewat jualan.

4. Luas Buat Diceritain (Storytelling)

Lewat doodle, kamu bisa menyelipkan “easter egg” atau cerita mini di balik kemasan. Misalnya ilustrasi karakter monster kelaparan, komik singkat, atau doodle bahan-bahan racikan snack tersebut. Pembeli jadi punya pengalaman seru sambil menikmati makanan!

Elemen Doodle Art yang Bikin Kemasan Auto-Aesthetic

Biar kemasan snack gak cuma sekadar ramai tapi tetap enak dipandang, ada beberapa formula yang biasa dipakai desainer:

Elemen Fungsi pada Kemasan Efek ke Konsumen
Karakter Masot Unik Memberikan identitas visual pada brand. Bikin produk gampang diingat (memorable).
Warna Pop / Kontras Menarik perhatian dari kejauhan. Memicu rasa penasaran buat memegang produk.
Teks Hand-Lettering Tulisan nama varian rasa yang menyatu dengan gambar. Terlihat menyatu (cohesive) dan tidak kaku.

Tips Menerapkan Doodle Art Buat Brand Camilanmu

Buat kamu yang mau coba pakai gaya ini buat produk jualan sendiri, perhatikan beberapa poin penting ini:

  • Jangan Lupa Hirarki Visual: Rame boleh, tapi pastikan nama produk, merek, dan informasi rasa tetap terbaca jelas dalam sekali lihat.

  • Sesuaikan Warna dengan Rasa: Pakai warna-warna hangat/merah buat varian pedas, atau warna pastel buat varian rasa manis/manis gurih.

  • Manfaatkan Elemen Transparan: Sisakan sedikit area bening di kemasan tempat doodle berada, biar konsumen tetap bisa ngeliat bentuk fisik snack di dalamnya.

    penulis;bungasmksudj