Gubuku- Strategi Konten Evergreen Pinterest untuk Bisnis Online
Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi outfit, resep, desain, atau ide dekorasi. Kalau dimanfaatkan dengan benar, Pinterest juga bisa menjadi sumber traffic dan peluang cuan untuk bisnis online.
Salah satu strategi yang menarik untuk dicoba adalah membuat konten evergreen Pinterest. Sederhananya, konten evergreen adalah konten yang tetap relevan meskipun sudah dipublikasikan sejak lama.
Jadi, kamu nggak harus selalu bikin konten baru setiap hari. Konten lama yang dibuat dengan strategi yang tepat tetap bisa ditemukan pengguna melalui pencarian Pinterest.
Apa Itu Konten Evergreen Pinterest?
Konten evergreen Pinterest adalah konten yang memiliki nilai jangka panjang dan tidak cepat basi.
- Tutorial yang bisa digunakan kapan saja
- Tips memilih produk
- Panduan untuk pemula
- Checklist
- Ide dekorasi
- Tips bisnis online
- Tutorial penggunaan aplikasi
- Panduan membuat produk digital
- Tips menghemat uang
- Inspirasi desain
Misalnya kamu menjual template desain. Daripada hanya membuat Pin dengan tulisan “Template Terbaru 2026”, kamu bisa membuat konten seperti “Cara Membuat Desain Instagram yang Profesional untuk Pemula”.
Konten tersebut lebih awet karena topiknya masih relevan meskipun tren berubah.
Kenapa Konten Evergreen Penting untuk Bisnis Online?
Ada beberapa alasan kenapa strategi ini worth it untuk dicoba.
1. Konten Bisa Bertahan Lebih Lama
Konten di Pinterest punya peluang untuk ditemukan kembali melalui pencarian. Jadi, sebuah Pin tidak selalu berhenti mendapatkan perhatian setelah beberapa hari.
Kalau topiknya relevan dan optimasinya bagus, konten bisa terus mendatangkan pengunjung.
2. Membantu Mendapatkan Traffic
Pinterest dapat digunakan untuk mengarahkan pengguna menuju website, blog, toko online, atau halaman produk.
Semakin banyak konten evergreen yang dibuat, semakin banyak juga peluang untuk mendapatkan traffic organik.
3. Menghemat Waktu
Bayangkan kalau kamu harus membuat konten baru setiap hari hanya supaya akun tetap aktif.
Dengan evergreen content, kamu bisa membuat konten yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Setelah dipublikasikan, tinggal melakukan evaluasi dan optimasi jika diperlukan.
4. Cocok untuk Bisnis Jangka Panjang
Bisnis online membutuhkan strategi yang nggak cuma mengejar viral sesaat.
Konten evergreen membantu membangun aset konten yang bisa terus memberikan manfaat dan mendukung pemasaran bisnis.
Cara Membuat Strategi Konten Evergreen Pinterest
Berikut langkah yang bisa kamu coba.
1. Tentukan Niche Bisnis
Sebelum membuat Pin, tentukan dulu topik utama akunmu.
Contohnya:
Jangan terlalu random dalam membuat konten. Fokus pada niche akan membantu akun lebih mudah dikenali oleh audiens.
2. Cari Topik yang Selalu Dicari
Pilih topik yang kemungkinan tetap dibutuhkan dalam waktu lama.
Contoh:
Kurang evergreen:
“Tren Outfit Viral Minggu Ini”
Lebih evergreen:
“Cara Memilih Outfit yang Cocok untuk Acara Formal”
Topik kedua lebih memiliki potensi bertahan karena kebutuhan informasinya tidak bergantung pada tren mingguan.
3. Gunakan Keyword Pinterest
Pinterest juga berfungsi seperti mesin pencarian. Karena itu, keyword sangat penting.
Masukkan keyword yang relevan pada:
Contohnya, jika niche kamu adalah bisnis online, beberapa keyword yang bisa ditargetkan yaitu “cara memulai bisnis online”, “ide bisnis online”, “tips bisnis online”, dan “strategi pemasaran online”.
Jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Gunakan secara natural supaya tetap nyaman dibaca.
4. Buat Judul yang Menarik
Judul adalah salah satu bagian yang menentukan apakah orang tertarik melihat Pin kamu atau tidak.
Contohnya:
“7 Strategi Pinterest Marketing untuk Bisnis Online”
atau
“Cara Mendapatkan Traffic dari Pinterest Tanpa Iklan”
Buat judul yang jelas, spesifik, dan sesuai dengan isi konten.
5. Buat Desain Pin yang Mudah Dibaca
Visual adalah bagian penting dari Pinterest.
Gunakan desain yang:
- Tidak terlalu ramai
- Tulisan mudah dibaca
- Memiliki hierarki teks yang jelas
- Sesuai dengan identitas brand
- Menampilkan manfaat utama konten
Hindari memasukkan terlalu banyak tulisan dalam satu gambar.
Tujuannya sederhana: pengguna harus bisa memahami topik Pin hanya dalam beberapa detik.
6. Hubungkan Pin dengan Website
Kalau kamu memiliki website atau blog, manfaatkan Pin untuk mengarahkan pengunjung ke artikel yang relevan.
Misalnya kamu membuat Pin berjudul:
“10 Cara Menghasilkan Uang dari Produk Digital”
Pin tersebut dapat diarahkan ke artikel website yang membahas topik tersebut secara lebih lengkap.
Dengan begitu, Pinterest bukan hanya menjadi tempat memposting gambar, tetapi juga menjadi sumber traffic.
7. Buat Beberapa Pin untuk Satu Konten
Satu artikel tidak harus memiliki satu Pin saja.
Kamu bisa membuat beberapa desain dengan sudut pandang berbeda tetapi tetap mengarah ke artikel yang sama.
Contohnya artikel:
“Cara Memulai Bisnis Online untuk Pemula”
Bisa dibuat menjadi:
- 7 Langkah Memulai Bisnis Online
- Panduan Bisnis Online untuk Pemula
- Kesalahan Pemula Saat Memulai Bisnis Online
- Tips Mendapatkan Pelanggan Pertama
- Strategi Bisnis Online dengan Budget Minim
Cara ini membuat satu konten memiliki lebih banyak peluang untuk ditemukan.
Contoh Konten Evergreen Pinterest untuk Bisnis Online
Berikut beberapa ide yang bisa kamu gunakan:
| Topik | Contoh Judul Pin |
|---|---|
| Bisnis online | Cara Memulai Bisnis Online dari Nol |
| Affiliate | Panduan Affiliate Marketing untuk Pemula |
| Produk digital | 10 Ide Produk Digital yang Bisa Dijual |
| SEO | Cara Mendapatkan Traffic Organik dari Google |
| Cara Menggunakan Pinterest untuk Bisnis | |
| Marketing | Strategi Marketing Online untuk Pemula |
| Branding | Cara Membangun Brand di Media Sosial |
| E-commerce | Tips Meningkatkan Penjualan Toko Online |
| Content marketing | Cara Membuat Konten yang Menarik Pelanggan |
| Website | Cara Membuat Website Bisnis yang Profesional |
Kesalahan yang Harus Dihindari
Strategi evergreen bukan berarti membuat satu konten lalu melupakannya.
Hindari beberapa kesalahan berikut:
1. Membuat konten tanpa riset keyword
Konten yang bagus tetap perlu dibuat berdasarkan apa yang dicari audiens.
2. Menggunakan desain yang sulit dibaca
Desain keren tetapi tulisannya tidak terbaca justru bisa membuat pengguna skip.
3. Clickbait berlebihan
Judul harus menarik, tetapi tetap sesuai dengan isi konten.
4. Tidak memperbarui informasi
Konten evergreen tetap perlu diperiksa. Jika ada informasi yang sudah tidak relevan, lakukan update.
5. Hanya mengejar viral
Viral memang menarik, tetapi bisnis juga membutuhkan konten yang bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Tips Optimasi Konten Evergreen Pinterest
Supaya strategi kamu semakin maksimal, coba lakukan beberapa hal berikut:
- Gunakan keyword yang relevan.
- Buat desain Pin yang konsisten dengan brand.
- Tulis deskripsi yang informatif.
- Gunakan judul yang jelas dan menarik.
- Arahkan Pin ke halaman yang relevan.
- Buat beberapa variasi desain.
- Evaluasi performa Pin secara berkala.
- Perbarui konten lama yang mulai kurang relevan.
penulis : Ghiyas – SMKN 9 Bungo




Leave a Reply