Menilai Otentisitas dan Keaslian Portofolio Desain

Menilai Otentisitas dan Keaslian Portofolio Desain

Menilai Otentisitas dan Keaslian Portofolio Desain

Gubuku –

Zaman sekarang, nemu gambar estetik atau desain visual tingkat dewa di internet itu gampang banget. Tinggal ketik prompt sebaris di alat Gen-AI, taraaa… dalam hitungan detik visual sekelas karya desainer senior langsung ready!

Tapi di balik kemudahan ini, ada plot twist buat dunia kreatif. Maraknya konten generatif bikin HRD, klien, sampai sesama kreator makin pusing bedain mana karya yang beneran hasil keringat & pemikiran desainer asli, mana yang cuma hasil ketik-ketik prompt.

Nge-klaim karya AI sebagai karya orisinal tanpa transparansi itu udah pasti red flag. Nah, biar lo gak gampang kecolongan atau tertipu portfolio flex yang ternyata hasil generate, yuk bongkar cara menilai keaslian portofolio desain di era AI saat ini!

1. Cek “Jejak Dapur”: Ada Process & Case Study-nya Gak?

Karya AI memang bisa menghasilkan final render yang memanjakan mata, tapi AI gak punya catatan proses berpikir. Desainer yang beneran jago dan otentik pasti paham kalau value terbesar dari desain adalah proses pemecahan masalahnya.

  • Lihat Wireframe & Sketsa Awal: Portofolio asli biasanya memajang sketsa kasar di kertas, brainstormingboard, atau corat-coret ide awal.

  • Case Study yang Detil: Perhatikan apakah dia menjelaskan problem statement, alasan pemilihan warna, atau kendala yang dihadapi saat mengerjakan proyek. Kalau cuma ada gambar bagus tanpa penjelasan alur mikir, lo wajib curiga!

2. Perhatikan Detail “Glitch” Khas Generative AI

AI sekilas kelihatan sempurna, tapi kalau lo zoom in lebih dekat, sering ada cacat-cacat kecil yang gak masuk akal secara estetika maupun anatomi.

  • Tipografi Aneh: AI sering kesulitan menghasilkan teks yang konsisten. Cek tulisan kecil di latar belakang—kalau bentuk hurufnya kayak bahasa alien atau blurry gak jelas, fix itu hasil AI.

  • Anatomi & Proporsi: Cek bentuk jari tangan, lipatan baju, bayangan, atau perspektif bangunan. Desain buatan AI sering punya bayangan yang arahnya aneh atau garis arsitektur yang melengkung gak logis.

Baca Juga  Gaze Cueing Effect: Cara Mengarahkan Pandangan Mata Audiens

3. Minta Versi “Raw File” atau Design System

Cara paling ampal buat nguji otentisitas seorang desainer adalah dengan melihat kedalaman file kerjanya. AI cuma bisa ngasih file gambar mati (JPG/PNG).

  • Layer yang Terorganisir: Desainer asli di Figma atau Adobe Illustrator punya working file dengan layer yang tertata, penggunaan components, autolayout, serta color styles.

  • Vektor yang Adaptif: Kalau itu portofolio logo atau ikon, minta/lihat versi vector wireframe-nya. Logo hasil buatan desainer asli pasti punya node/anchor point yang presisi saat di-zoom.

4. Buka Sesi “Live Walkthrough” / Wawancara Singkat

Skill ngomong dan ngejelasin karya itu gak bisa dipalsukan pakai prompt. Kalau lo posisi lagi hiring atau nyari freelancer, ajak mereka obrolan singkat soal karyanya.

  • Tanya pertanyaan mendasar kayak: “Kenapa lo milih font ini buat target audiens brand tersebut?” atau “Bagian mana yang paling susah pas bikin layout ini?”

  • Kreator asli pasti bakal cerita panjang lebar dengan antusias. Tapi kalau jawabannya mengambang, normatif, atau bingung sendiri, well… you know the answer.

5. Cek Jejak Digital & Konsistensi Digital Signature

Otentisitas juga bisa dilihat dari konsistensi seorang desainer di ekosistem digital.

  • Nongkrong di Platform Kreatif: Cek akun Behance, Dribbble, GitHub, atau Instagram-nya. Apakah dia punya rekam jejak perkembangan skill dari waktu ke waktu?

  • Gaya Desain yang Konsisten: Meskipun desainer bisa eksplorasi berbagai gaya, biasanya mereka punya “ciri khas” atau kebiasaan teknis yang terasa konsisten di beberapa karyanya.

Ringkasan: Beda Portofolio Asli vs Generatif AI

Biar gampang dibayangkan, ini dia perbandingannya:

Parameter Portofolio Desainer Otentik Portofolio Murni AI (Tanpa Edit)
Dokumentasi Ada sketsa, wireframe, & case study Cuma ada hasil akhir (JPG/PNG)
Working File Punya file Figma/AI/PSD ber-layer Tidak punya file mentahan
Detail Teknis Tipografi jelas, fungsi UI/UX masuk akal Teks sering glitch, anatomi/perspektif aneh
Penjelasan Karya Solutif & paham alasan tiap elemen Bingung ngejelasin proses pembuatannya
Baca Juga  Cara Menentukan Niche Desain untuk Microstock

Penulis : adellia smk sudj