Cara Merancang Visual System untuk Exhibition Booth

Cara Merancang Visual System untuk Exhibition Booth

Gubuku – Pernah gak sih kamu datang ke sebuah event atau pameran, terus dari jarak jauh mata langsung tertuju ke satu booth yang kelihatan stand out banget? Visualnya rapi, warnanya “nyetel”, dan bikin kepo buat langsung nyamperin. Nah, rahasia di baliknya bukan cuma soal dekorasi mahal, tapi keberhasilan visual system yang matang!

Buat kamu yang lagi merancang exhibition booth—baik buat tugas kampus, brand sendiri, maupun projek klien—membuat visual yang estetik dan konsisten itu kunci utama biar gak kalah saing di tengah keramaian event.

Yuk, simak langkah simpel merancang visual system exhibition booth yang bakal bikin pengunjung auto-melirik!

1. Tentukan “Vibe” dan Konsep Utama

Sebelum masuk ke tahap desain grafis, kamu wajib tahu dulu pesan dan vibe apa yang mau disampaikan. Apakah booth kamu mengusung gaya futuristik, minimalis elegan, cozy, atau playful?

  • Kenali audiens: Siapa yang bakal lewat di depan booth?

  • Satu pesan kunci: Jangan masukkan semua informasi sekaligus. Pilih satu fokus utama yang ingin diingat pengunjung.

2. Buat Hierarki Visual yang Jelas

Di tengah venue pameran yang padat, kamu cuma punya waktu sekitar 3 detik buat mencuri perhatian orang yang lewat. Di sinilah hierarki visual berperan penting:

Tingkatan Elemen Visual Fungsi
Atas (Jarak Jauh) Logo & Header Utama Bikin orang sadar keberadaan booth dari kejauhan.
Tengah (Jarak Menengah) Headline & Elemen Grafis Utama Menjelaskan secara singkat brand atau produk apa yang dijual.
Bawah (Jarak Dekat) Detail Produk, QR Code, & Teks Penjelas Dibaca saat pengunjung sudah masuk dan berdiri di dalam booth.

3. Batasi Palet Warna dan Tipografi

Kesalahan paling sering terjadi saat bikin booth adalah terlalu banyak pakai warna dan jenis font sampai kelihatan berantakan.

  • Palet Warna: Pakai rumus 60-30-10.

    • 60% warna dominan (background/booth structure),

    • 30% warna sekunder (furnitur/panel visual),

    • 10% warna accent (tombol CTA/highlight neon).

  • Tipografi: Cukup gunakan maksimal dua kombinasi font. Pakai font yang tebal dan bersih (clean/sans-serif) supaya mudah dibaca dari jauh.

Baca Juga  Konsep White Space dan Mengapa Desain Tidak Terlalu Ramai                                                                                                                       

4. Maksimalkan Pencahayaan (Lighting System)

Lighting itu ibarat filter foto—bisa bikin desain biasa jadi kelihatan mewah! Visual system yang oke bakal terasa kurang kalau pencahayaannya remang-remang.

  • Gunakan spotlight tepat di atas produk unggulan.

  • Manfaatkan LED strip atau backlit banner untuk memberikan efek modern dan estetik.

  • Pastikan pencahayaan cukup terang buat pengunjung yang mau foto-foto (photogenic/Instagrammable area).

5. Integrasikan Elemen Interaktif dan Cetak

Visual system gak cuma sebatas gambar di dinding (wall graphic), tapi juga mencakup seluruh materi yang bisa diinteraksi oleh pengunjung:

  • Materi Cetak: Brosur, flyer, atau merchandise harus punya bahasa visual yang sama dengan dinding booth.

  • Elemen Digital: Kalau pakai layar TV atau interactive display, pastikan motion graphic atau aset videonya menggunakan warna dan font yang senada.

Penulis kiki dari smkn 9 bungo