Gubuku – 1. Tentukan “Vibe” dan Kepribadian Brand Sebelum menyentuh software desain, tentukan dulu karakter perusahaanmu. Kalau merek kamu itu manusia, dia tipe orang yang seperti apa?
-
Aesthetic & Minimalis: Cocok buat brand lifestyle atau skincare.
-
Bold & High-Energy: Pas buat produk olahraga, game, atau minuman energi.
-
Playful & Friendly: Cocok buat industri rekreasi atau aplikasi harian.
2. Pilih Palet Warna yang Nggak “Cringe” Warna memicu emosi secara instan. Jangan cuma pakai warna standar tanpa alasan yang jelas.
-
Pastel & Muted Tones: Memberikan kesan tenang, modern, dan aesthetic.
-
Neon & Vibrant Colors: Menarik perhatian dengan cepat di feed Instagram atau TikTok.
3. Bikin Logo yang Simpel tapi “Memorable” Tren logo zaman sekarang adalah simplisitas. Logo yang terlalu rumit bakal susah diingat dan kelihatan outdated saat dipasang di profil media sosial yang ukurannya kecil. Buat logo yang fleksibel—bagus dipasang di website, kemasan produk, maupun foto profil avatar.
4. Tipografi yang Mudah Dibaca di Layar HP Mayoritas Gen Z menikmati konten lewat layar smartphone. Pilih kombinasi font yang bersih dan fleksibel:
-
Gunakan Sans-serif (seperti Inter, Montserrat, atau Poppins) untuk kesan modern dan rapi.
-
Hindari font dekoratif yang terlalu rumit untuk teks utama karena bikin mata cepat lelah.
5. Konsistensi di Semua Platform Identitas visual yang kuat adalah identitas yang konsisten. Bikin panduan visual (Brand Guidelines) sederhana yang mencakup aturan penggunaan logo, warna, hingga gaya fotografi. Mulai dari feeds Instagram, konten TikTok, website, sampai desain kemasan harus terasa berasal dari “dunia” yang sama.
Penulis :Adellia smk sudj




Leave a Reply