Gubuku- 1. Tentukan Produk dan Target Pembeli
Sebelum mulai membuat Pin, tentukan dulu produk yang ingin kamu jual.
- Produk digital
- Pakaian
- Aksesori
- Peralatan rumah
- Produk kecantikan
- Jasa desain
- E-book
- Template
- Produk affiliate
Setelah itu, tentukan siapa calon pembelinya.
Contohnya, kalau kamu menjual template CV untuk anak muda, targetnya bisa berupa pelajar, mahasiswa, atau fresh graduate.
Semakin jelas targetnya, semakin gampang kamu membuat konten yang relevan.
2. Riset Keyword di Pinterest
Ini bagian yang jangan sampai dilewatkan.
Pinterest bekerja dengan sistem pencarian, sehingga penggunaan keyword sangat penting.
Coba ketik kata yang berhubungan dengan produkmu di kolom pencarian Pinterest.
Misalnya kamu menjual template desain. Kamu bisa mencari:
“template Instagram”
Kemudian lihat saran pencarian yang muncul.
Saran tersebut bisa memberikan gambaran tentang apa yang sedang dicari pengguna.
Gunakan keyword yang relevan pada:
Jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Buat tetap natural supaya mudah dibaca.
3. Buat Pin yang Menarik untuk Diklik
Visual adalah salah satu hal paling penting di Pinterest.
Kamu tidak harus membuat desain yang super rumit. Justru desain yang simpel, jelas, dan mudah dipahami sering lebih efektif.
Gunakan:
- Judul yang jelas
- Font yang mudah dibaca
- Kontras yang cukup
- Gambar yang relevan
- Call to action yang tidak berlebihan
Contohnya:
“7 Template CV Gratis untuk Fresh Graduate”
Judul seperti ini langsung memberi tahu pengguna apa yang akan mereka dapatkan.
4. Buat Konten yang Menjawab Masalah
Jangan hanya membuat Pin yang isinya “Beli produk saya”.
Coba buat konten yang membantu calon pembeli.
Misalnya kamu menjual planner digital.
Daripada hanya membuat:
“Jual Planner Digital”
lebih menarik jika kamu membuat:
“5 Cara Mengatur Jadwal Kuliah Biar Nggak Berantakan”
Kemudian arahkan pengguna ke planner digital yang kamu jual.
Dengan cara ini, kontenmu memberikan value terlebih dahulu sebelum menawarkan produk.
5. Gunakan Pinterest SEO
Pinterest SEO adalah proses mengoptimalkan konten agar lebih mudah ditemukan melalui pencarian Pinterest.
Beberapa hal yang bisa kamu optimasi adalah keyword, judul, deskripsi, board, dan isi visual.
Contohnya:
Judul:
Cara Membuat Jadwal Belajar untuk Pelajar
Deskripsi:
Cari cara membuat jadwal belajar yang simpel dan efektif? Simak tips mengatur waktu belajar agar lebih teratur dan produktif.
Keyword seperti jadwal belajar, cara belajar, dan mengatur waktu dapat digunakan secara natural jika memang relevan.
6. Buat Beberapa Pin untuk Satu Produk
Satu produk tidak harus dipromosikan dengan satu Pin saja.
Misalnya kamu menjual satu produk digital.
Kamu bisa membuat beberapa Pin dengan angle berbeda:
- Manfaat produk
- Cara menggunakan produk
- Masalah yang bisa diselesaikan
- Tips yang berkaitan dengan produk
- Tutorial
- Before-after
- Checklist
- Ide penggunaan produk
Dengan begitu, satu produk bisa memiliki banyak pintu masuk dari Pinterest.
7. Arahkan Pengunjung ke Halaman Produk
Mendapatkan banyak views memang bagus, tetapi tujuan akhirnya adalah mendapatkan tindakan dari calon pembeli.
Karena itu, pastikan Pin mengarah ke halaman yang sesuai.
Misalnya:
Pin → Artikel → Halaman Produk
atau
Pin → Landing Page → Produk
Jangan membuat pengguna bingung setelah mereka mengklik Pin.
Kalau Pin membahas template CV, sebaiknya link yang diberikan juga mengarah ke halaman template CV tersebut.
8. Buat Konten Secara Konsisten
Kamu tidak perlu langsung membuat puluhan Pin setiap hari.
Untuk pemula, lebih baik fokus pada kualitas dan konsistensi.
Buat jadwal upload yang bisa kamu lakukan secara rutin.
Misalnya:
Senin: 2 Pin
Rabu: 2 Pin
Jumat: 2 Pin
Minggu: 2 Pin
Yang penting adalah terus melakukan evaluasi.
Kalau ada format konten yang mendapatkan banyak klik, kamu bisa membuat variasi dengan topik yang masih relevan.
9. Manfaatkan Konten Blog
Kalau kamu punya website atau blog, Pinterest bisa digunakan untuk mendatangkan traffic.
Misalnya kamu memiliki artikel:
“10 Ide Outfit Cowok untuk Nongkrong”
Kamu bisa membuat beberapa Pin yang mengarah ke artikel tersebut.
Ketika pengguna Pinterest menemukan Pin dan tertarik, mereka bisa masuk ke website kamu.
Dari sana, kamu bisa memperkenalkan produk atau layanan yang relevan.
Jadi alurnya:
Pinterest → Website → Konten → Produk → Pembeli
10. Gunakan Call to Action yang Jelas
Call to action atau CTA adalah ajakan kepada pengguna untuk melakukan sesuatu.
Contohnya:
- Lihat selengkapnya
- Cek produknya
- Pelajari caranya
- Dapatkan templatenya
- Baca panduan lengkap
- Cek koleksi terbaru
CTA membuat pengguna lebih tahu apa yang harus dilakukan setelah melihat Pin.
11. Buat Board Sesuai Niche
Jangan membuat semua konten dalam satu board yang tidak jelas.
Buat board berdasarkan topik.
Contohnya, kalau niche kamu adalah produktivitas:
- Tips Produktivitas
- Planner Digital
- To Do List
- Study Tips
- Manajemen Waktu
- Template Produktivitas
Board yang relevan membantu Pinterest memahami topik kontenmu.
12. Analisis Pin yang Mendapat Banyak Klik
Jangan cuma melihat jumlah views.
Perhatikan juga:
- Impressions
- Saves
- Outbound clicks
- Engagement
- Pin yang paling banyak menghasilkan kunjungan
Kalau ada Pin yang menghasilkan banyak klik, cari tahu kenapa.
Apakah judulnya menarik?
Apakah desainnya lebih jelas?
Apakah topiknya memang banyak dicari?
Dari data tersebut, kamu bisa membuat strategi konten berikutnya.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula ketika mencoba mendapatkan pembeli dari Pinterest.
1. Terlalu Fokus Jualan
Kalau setiap Pin hanya berisi promosi, pengguna bisa kehilangan minat.
Campurkan konten edukasi, inspirasi, tips, dan promosi.
2. Tidak Menggunakan Keyword
Pin yang bagus tetapi tidak dioptimasi bisa lebih sulit ditemukan.
3. Desain Terlalu Ramai
Terlalu banyak teks dan elemen bisa membuat pesan utama tidak terlihat.
4. Link Tidak Relevan
Jangan membuat pengguna mengklik Pin tetapi diarahkan ke halaman yang tidak sesuai.
5. Tidak Konsisten
Upload beberapa kali lalu berhenti membuat kamu sulit mengetahui strategi mana yang benar-benar bekerja.
Berapa Lama Sampai Mendapatkan Pembeli?
Tidak ada waktu pasti.
Hasil Pinterest bisa berbeda-beda tergantung niche, kualitas konten, keyword, produk, dan konsistensi.
Jadi jangan berpikir:
“Upload hari ini, besok harus langsung dapat pembeli.”
Lebih baik anggap Pinterest sebagai investasi konten jangka panjang.
Kamu membuat konten sekarang, kemudian terus mengoptimalkannya berdasarkan data yang didapat.
Strategi Simpel untuk Pemula
Kalau kamu masih baru, coba gunakan pola sederhana ini:
1. Pilih satu niche
↓
2. Tentukan produk
↓
3. Riset keyword Pinterest
↓
4. Buat Pin yang menarik
↓
5. Tambahkan keyword secara natural
↓
6. Arahkan Pin ke halaman yang relevan
↓
7. Upload secara konsisten
↓
8. Cek performa
↓
9. Ulangi strategi yang berhasil
Tidak perlu langsung ribet.
Fokus dulu membangun sistem yang bisa kamu jalankan secara rutin.
penulis : Ilham – SMK Setih Setio2




Leave a Reply