Brand Produk Makanan Membutuhkan Nutrition Facts Layout

Brand Produk Makanan Membutuhkan Nutrition Facts Layout

Brand Produk Makanan Membutuhkan Nutrition Facts Layout

Gubuku –

Lagi santai makan snack kesukaan lo, pernah gak sih iseng ngebalikin kemasannya cuma buat baca tabel Nutrition Facts atau Informasi Nilai Gizi? Buat Gen Z yang makin aware sama kesehatan, tabel kotak berisi angka-angka ini bukan sekadar pajangan formalitas, lho.

Buat lo yang punya brand makanan atau lagi megang proyek packaging design, ngatur layout Nutrition Facts itu gak boleh asal tempel. Ada seni dan regulasi ketat di baliknya.

Kenapa sih hal sekecil layout tabel gizi ini vital banget buat bisnis makanan? Yuk, kita bedah alasannya satu per satu!

1. Biar Gak Kena “Banned” Sama BPOM (Aspek Legalitas)

Ini alasan paling nomor satu. Di Indonesia, aturan soal kemasan pangan itu diatur ketat sama BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Desain kemasan lo boleh aja super estetik dan instagrammable, tapi kalau format Nutrition Facts-nya salah (misal: ukuran font kekecilan, urutan nutrisi kebalik, atau salah penamaan), izin edar produk lo bisa tertahan. Daripada udah cetak ribuan kemasan tapi malah ditarik dari pasaran gara-gara gak sesuai standar, mending paham aturannya dari awal!

2. Membangun “Trust” Sama Konsumen Gen Z yang Makin Smart

Gen Z itu dikenal sebagai mindful consumers. Sebelum beli makanan atau minuman kemasan, kita sering banget ngecek:

  • Berapa total kalori per sajian?

  • Gula-nya kebanyakan gak, ya?

  • Ada kandungan alergen-nya gak?

Tabel Nutrition Facts yang rapi, gampang dibaca, dan jujur bakal bikin konsumen merasa aman. Ketika brand lo transparan soal bahan dan nilai gizi, kepercayaan (trust) pembeli bakal naik drastis.

3. Seni Menyeimbangkan Estetika dan Keterbacaan (Legibility)

Tantangan terbesar desainer grafis adalah bikin tabel yang kaku ini tetap menyatu harmonis sama desain kemasan keseluruhan. Di sinilah seni layouting bermain!

  • Hierarchy & Grid System: Tulisan “Informasi Nilai Gizi” dan “Takaran Saji” harus jelas bedanya dengan garis pembatas yang tegas.

  • Pilihan Font: Gunakan font tipe Sans Serif yang bersih (kayak Helvetica, Arial, atau Montserrat) biar angka-angkanya gak bikin sakit mata.

  • Kontras Warna: Pastikan warna teks tabel kontras banget sama latar belakang kemasan. Jangan sampai tulisan putih ditempel di atas warna cream muda—pasti gak bakal kelihatan!

Baca Juga  Rahasia Mengatur Bleed dan Crop Marks Agar Hasil Cetak Presisi

4. Menghindari “Greenwashing” dan Misinformasi

Pernah lihat kemasan yang klaim depan-nya “Low Sugar”, tapi pas dibaca tabel belakangnya ternyata gula-nya tetap tinggi? Nah, itu namanya misinformasi!

Regulasi Nutrition Facts dibuat biar produsen gak bikin klaim sepihak yang menyesatkan. Desain layout yang sesuai standar bakal menampilkan data apa adanya, mulai dari persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi), lemak jenuh, hingga natrium secara presisi.

Elemen Wajib yang Harus Ada di Layout Nutrition Facts

Biar gak keliru pas bikin desainnya, pastikan elemen-elemen standar ini masuk ke dalam layout lo:

Elemen Utama Fungsi & Catatan Layout
Takaran Saji (Serving Size) Menunjukkan acuan porsi sekali makan. Harus paling menonjol di bagian atas.
Jumlah Per Sajian Informasi total kalori dari porsi tersebut.
Rincian Nutrisi Lemak, Protein, Karbohidrat, Gula, dan Garam/Natrium.
Persen AKG (%DV) Persentase kebutuhan gizi harian berdasarkan pola 2150 kkal.

Penulis: Adellia smk sudj