Gubuku – Meskipun cuma modal tulisan, wordmark logo yang dirancang dengan tepat justru bisa kelihatan jauh lebih elegan, gampang diingat, dan punya karakter yang kuat banget.
Buat kamu yang lagi mau bikin branding usaha sendiri, project kampus, atau mau jadi freelance designer, yuk simak cara merancang wordmark logo yang berkarakter dan nggak pasaran berikut ini!
1. Pahami Dulu Vibe dan Personalitas Brand Kamu
Sebelum sibuk buka software desain, hal pertama yang wajib kamu lakuin adalah nentuin personalitas brand. Logo wordmark bertumpu sepenuhnya pada teks, jadi gaya tulisannya harus mencerminkan identitas yang mau dibangun.
Pertanyakan beberapa hal ini ke diri kamu:
-
Apakah brand kamu terkesan elegan, santai, futuristik, atau playful?
-
Siapa target audiens utama yang mau disasar?
Kalau brand-nya bergerak di bidang konsultasi hukum, jenis font yang playful jelas kurang masuk. Sebaliknya, kalau brand-nya skincare kekinian, gaya yang terlalu kaku malah bikin kelihatan membosankan.
2. Pilih Typeface Dasar yang Tepat
Langkah selanjutnya adalah memilih tipe font (typeface) yang akan jadi fondasi desainmu. Secara umum, ada empat kategori besar yang bisa kamu pilih:
| Kategori Font | Karakter & Kesan | Contoh Penggunaan |
| Serif | Klasik, formal, mewah, dan tepercaya | Vogue, Tiffany & Co. |
| Sans-serif | Modern, bersih, simpel, dan profesional | Google, Spotify, Netflix |
| Script/Handwritten | Personal, kreatif, artistik, dan elegan | Disney, Instagram, Coca-Cola |
| Display/Decorative | Unik, eksentrik, berani, dan eksploratif | Fila, Sega |
Tips: Jangan ragu buat coba ribuan font, tapi pastikan pilihan utamanya tetap mudah dibaca dalam ukuran sekecil apa pun!
3. Beri Custom Touch (Elemen Pembeda)
Ini dia kunci rahasia biar wordmark logo kamu punya karakter dan nggak kelihatan kayak cuma ketikan di Microsoft Word! Kamu harus memodifikasi salah satu bagian dari huruf tersebut.
Beberapa trik modifikasi unik yang bisa kamu coba:
-
Ligatur: Menyambungkan dua huruf berdampingan menjadi satu garis yang menyatu.
-
Pengurangan Garis (Negative Space): Memotong sebagian garis huruf tanpa menghilangkan bentuk aslinya (contoh: huruf ‘A’ tanpa garis tengah).
-
Modifikasi Sudut: Mengubah sudut tajam pada huruf menjadi tumpul (rounded), atau sebaliknya.
-
Mengganti Elemen Huruf: Mengubah titik pada huruf ‘i’ atau ‘j’ menjadi bentuk geometris lain yang relevan dengan brand.
4. Atur Kerning dan Spacing dengan Teliti
Banyak desainer pemula yang kelewat di bagian ini, padahal kerning (jarak antar-huruf individual) sangat menentukan estetika logo.
-
Jarak antar-huruf yang terlalu renggang bikin logo kelihatan lepas dan susah dibaca.
-
Jarak yang terlalu rapat bikin logo kelihatan sempit dan sesak.
Gunakan mata visualmu untuk menyeimbangkan ruang kosong di antara setiap huruf. Pro tip: Coba balik logo kamu secara vertikal (flip upside down) saat mengatur kerning. Trik ini bikin mata kamu fokus pada bentuk ruang kosongnya, bukan membaca kata-katanya.
5. Pilih Warna yang Menguatkan Pesan
Terakhir, tentukan skema warna yang makin mempertegas karakter logo. Dalam wordmark logo, kamu bisa main aman dengan warna tunggal (seperti hitam/putih untuk kesan minimalis), atau menggunakan gradient dan warna kontras pada huruf tertentu untuk memberi aksen visual.
Pastikan juga logo kamu tetap terlihat jelas dan berkarakter saat diubah ke versi hitam-putih (monochrome).
penulis;bungasmksudj



Leave a Reply