Gubuku- Cara Menjual Jasa Desain melalui Pinterest
Punya skill desain tapi masih bingung mencari klien? Jangan cuma mengandalkan Instagram atau TikTok. Pinterest juga bisa menjadi tempat untuk mempromosikan jasa desain dan mendapatkan calon customer.
Pinterest bukan sekadar tempat mencari inspirasi foto, outfit, atau ide dekorasi. Platform ini juga bisa dimanfaatkan untuk membangun portofolio, mengarahkan orang ke website atau halaman jasa, dan mendapatkan peluang order.
Menariknya, kamu tidak harus punya ribuan followers untuk mulai mendapatkan traffic dari Pinterest. Yang penting adalah membuat konten visual yang menarik dan menggunakan kata kunci yang sesuai dengan apa yang dicari pengguna.
1. Tentukan Jasa Desain yang Mau Dijual
Sebelum membuat akun Pinterest, tentukan dulu jasa yang ingin kamu tawarkan.
- Desain logo
- Desain poster
- Desain banner
- Desain feed media sosial
- Desain thumbnail YouTube
- Desain undangan
- Desain kemasan produk
- Desain presentasi
- Desain kartu nama
- Desain konten Instagram
Sebaiknya jangan menawarkan terlalu banyak jenis jasa di awal. Pilih beberapa layanan yang paling kamu kuasai agar branding kamu lebih jelas.
Misalnya, kamu fokus pada jasa desain konten Instagram untuk UMKM. Dengan niche yang jelas, calon klien akan lebih mudah memahami keahlianmu.
2. Buat Portofolio yang Menarik
Calon klien biasanya ingin melihat hasil pekerjaan sebelum menggunakan jasa kamu.
Karena itu, buat portofolio yang rapi dan mudah dilihat. Kamu bisa menampilkan beberapa desain terbaik dalam bentuk pin Pinterest.
Misalnya:
“10 Contoh Desain Feed Instagram untuk Bisnis Kuliner”
Di dalam pin tersebut, tampilkan beberapa contoh desain yang pernah kamu buat.
Pastikan desain terlihat profesional, teks mudah dibaca, dan identitas brand kamu tetap terlihat.
3. Buat Akun Pinterest untuk Bisnis
Untuk kebutuhan jasa, gunakan akun Pinterest yang terlihat profesional.
Gunakan nama akun yang berhubungan dengan jasa atau brand kamu. Lengkapi juga:
- Foto profil atau logo
- Nama bisnis
- Deskripsi singkat
- Link portofolio
- Link kontak
- Informasi tentang jasa yang ditawarkan
Contoh bio:
Jasa Desain Kreatif untuk Bisnis & Personal ✨
Logo • Poster • Social Media Design
Lihat portofolio & pesan desain di link berikut.
Tujuannya simpel: ketika seseorang menemukan pin kamu, mereka langsung tahu kamu menawarkan apa dan harus menghubungimu lewat mana.
4. Buat Pin yang Bisa Menarik Calon Klien
Jangan hanya upload desain tanpa konteks. Buat pin yang memang bisa menjawab kebutuhan target customer.
Contohnya:
- “5 Ide Desain Logo untuk Bisnis Fashion”
- “Contoh Desain Poster Promosi yang Menarik”
- “Inspirasi Feed Instagram untuk UMKM”
- “Jasa Desain Banner Profesional”
- “Before After Desain Instagram”
- “10 Ide Desain Kemasan Produk”
Konten seperti ini bisa membuat orang tertarik melihat portofolio kamu.
5. Gunakan Keyword pada Pin
Pinterest memiliki sistem pencarian, sehingga penggunaan keyword sangat penting.
Masukkan keyword yang relevan pada:
- Judul pin
- Deskripsi pin
- Nama board
- Profil Pinterest
Misalnya keyword utama kamu adalah “jasa desain logo”.
Kamu bisa membuat judul:
Jasa Desain Logo Profesional untuk Bisnis
Kemudian deskripsinya menjelaskan layanan yang kamu tawarkan dan mengarahkan pengguna ke portofolio.
Jangan memasukkan keyword secara berlebihan. Buat tetap natural dan mudah dibaca.
6. Buat Board Sesuai Niche
Board membantu mengelompokkan konten berdasarkan topik.
Jika kamu menawarkan jasa desain, kamu bisa membuat board seperti:
- Inspirasi Desain Logo
- Desain Instagram
- Desain Poster
- Desain Branding
- Desain Kemasan
- Tips Desain untuk UMKM
Dengan board yang terorganisir, profil Pinterest kamu akan terlihat lebih profesional.
7. Arahkan Pengunjung ke Portofolio
Pinterest sebaiknya tidak hanya digunakan untuk mendapatkan views. Tujuan akhirnya adalah membuat orang tertarik menggunakan jasa kamu.
Karena itu, arahkan traffic ke tempat yang bisa digunakan untuk melihat portofolio atau melakukan pemesanan.
Contohnya:
Pinterest → Portofolio → Kontak → Diskusi → Order
Kamu bisa menggunakan website, halaman portofolio, atau platform yang memang kamu gunakan untuk menerima pesanan.
8. Tampilkan Harga atau Paket Jasa
Calon klien biasanya ingin tahu apakah jasa kamu sesuai dengan budget mereka.
Kamu bisa membuat beberapa paket sederhana.
Contoh:
Paket Basic
1 desain + 1 kali revisi
Paket Standard
3 desain + 2 kali revisi
Paket Premium
5 desain + beberapa kali revisi
Sesuaikan harga dengan tingkat kemampuan, jenis desain, waktu pengerjaan, dan nilai layanan yang kamu berikan.
9. Buat Konten Before dan After
Konten before-after sangat cocok untuk menunjukkan kemampuan desain.
Misalnya kamu mengambil desain lama yang masih sederhana lalu menunjukkan hasil setelah diperbaiki.
Formatnya bisa seperti:
Before → After
Tambahkan judul yang jelas seperti:
“Before After Desain Feed Instagram”
Konten seperti ini membantu calon klien melihat kemampuan kamu secara lebih nyata dibanding hanya menampilkan desain akhir.
10. Konsisten Upload
Jangan berharap langsung mendapatkan banyak klien setelah mengunggah beberapa pin.
Pinterest membutuhkan waktu untuk membangun traffic. Karena itu, lakukan secara konsisten.
Kamu bisa membuat jadwal sederhana, misalnya beberapa pin setiap minggu.
Yang paling penting bukan sekadar banyak upload, tetapi memastikan setiap pin:
- Memiliki desain yang menarik
- Menggunakan keyword yang relevan
- Memberikan informasi yang jelas
- Mengarah ke portofolio atau layanan
- Sesuai dengan target customer
11. Buat Konten yang Menjawab Masalah Klien
Strategi yang cukup efektif adalah membuat konten berdasarkan masalah yang sering dialami calon customer.
Contohnya, target kamu adalah pemilik UMKM.
Kamu bisa membuat:
“5 Kesalahan Desain Instagram yang Bikin Bisnis Terlihat Kurang Profesional”
Di akhir pin, kamu bisa mengarahkan pengguna untuk melihat portofolio atau layanan desain kamu.
Jadi, kamu tidak sekadar berkata “Beli jasa saya”, tetapi memberikan informasi yang berguna terlebih dahulu.
12. Gunakan Call to Action
Setiap pin yang bertujuan mendapatkan klien sebaiknya memiliki CTA atau ajakan bertindak.
Contohnya:
- “Lihat portofolio lengkap”
- “Pesan desain sekarang”
- “Cek paket desain”
- “Hubungi kami untuk konsultasi”
- “Lihat contoh desain lainnya”
CTA membuat pengguna tahu apa yang harus dilakukan setelah melihat konten.
13. Pantau Pin yang Paling Banyak Mendapatkan Traffic
Setelah rutin membuat konten, lihat pin mana yang mendapatkan performa paling bagus.
Misalnya ternyata konten tentang desain logo UMKM lebih banyak mendapatkan kunjungan daripada konten lainnya.
Itu bisa menjadi tanda bahwa topik tersebut menarik bagi audiens kamu.
Selanjutnya, kamu bisa membuat lebih banyak konten dengan tema yang masih berkaitan.
14. Jangan Hanya Mengejar Viral
Views tinggi memang menyenangkan, tetapi tujuan utama kamu adalah mendapatkan calon klien yang relevan.
Pin dengan ribuan views tetapi tidak menghasilkan calon customer belum tentu lebih berguna dibanding pin dengan views lebih kecil tetapi mendatangkan orang yang benar-benar membutuhkan jasa desain.
Jadi, fokuslah pada:
Target yang tepat + konten berkualitas + keyword relevan + CTA jelas.
penulis : Ilham – SMK Setih Setio2




Leave a Reply