Gubuku – Pernah gak sih kamu buka aplikasi mobile, tapi pas mau baca teksnya malah bikin mata sepet? Ada yang tulisannya kekecilan, gayanya terlalu ribet, atau malah jarak antar-hurufnya bikin pusing. Langsung rasa mau uninstall gak, sih?
Di dunia mobile app, typeface atau gaya font itu bukan cuma soal “yang penting kelihatan bagus”. Pemilihan font yang tepat bisa bikin aplikasi kamu terasa estetik, makin smooth pas dipakai, dan yang paling penting: bikin pengguna betah berlama-lama.
Nah, buat kamu yang lagi ngerancang UI/UX aplikasi mobile, yuk simak panduan simpel memilih typeface yang ramah di mata Gen Z dan dijamin bikin tampilan aplikasimu makin level up!
1. Utamakan Legibility dan Readability (Bisa Dibaca Jelas!)
Layar HP itu ukurannya terbatas, dan orang-orang sering buka aplikasi sambil jalan atau di bawah terik matahari. Makanya, syarat nomor satu adalah mudah dibaca dalam ukuran sekecil apa pun.
-
Pilih Serif atau Sans-Serif? Buat aplikasi mobile, Sans-Serif adalah juaranya. Bentuknya yang bersih tanpa hiasan di ujung huruf bikin teks kelihatan tajam di layar smartphone.
-
Hindari font dekoratif atau Script: Font tulisan tangan yang bersambung-sambung memang estetik, tapi percaya deh, bikin pengguna males baca kalau dipakai buat teks utama.
2. Gunakan System Font kalau Mau Aman dan Cepat
Kalau bingung atau gak mau ambil risiko aplikasi jadi lemot, pakai aja system font bawaan OS. Font ini sudah dioptimalkan khusus untuk layar perangkat masing-masing!
| Platform | System Font Resmi | Karakteristik |
| iOS / Apple | SF Pro (San Francisco) | Sangat bersih, modern, dan presisi di layar Retina. |
| Android / Google | Roboto / Material Design | Fleksibel, proporsional, dan enak dibaca di berbagai resolusi. |
Menggunakan system font juga bikin proses rendering aplikasi jadi jauh lebih cepat karena HP pengguna gak perlu download berkas font tambahan!
3. Batasi Jumlah Font (Maksimal 2 Typeface)
Kesalahan yang sering bikin aplikasi kelihatan berantakan adalah kebanyakan jenis font. Cukup pakai maksimal dua typeface saja:
-
Header Font: Dipakai buat judul (heading) biar kelihatan punya kepribadian atau branding yang kuat.
-
Body Font: Dipakai buat teks penjelasan atau isi. Wajib netral dan super nyaman dibaca.
Pro tip: Kamu bahkan bisa pakai satu jenis typeface saja, tapi mainkan weight-nya (misal: Bold untuk judul, Regular untuk isi, dan Medium untuk tombol).
4. Perhatikan Ukuran dan Spacing (Jarak Teks)
Font yang bagus bakal kelihatan berantakan kalau ukurannya gak pas. Biar rapi, ikuti rule of thumb desain mobile ini:
-
Ukuran Body Text: Minimal 16px (atau 16sp di Android). Di bawah itu bakal bikin pengguna hrs zoom atau mendekatkan HP ke muka.
-
Line Height (Jarak Antar-Baris): Atur sekitar 1,4 hingga 1,6 kali dari ukuran font. Jangan terlalu rapat biar teks gak menumpuk!
-
Touch Target: Pastikan teks yang bisa diklik (seperti tombol atau link) punya ruang yang cukup besar buat jempol.
5. Tes dalam Mode Dark Mode
Tren Dark Mode itu wajib hukumnya buat Gen Z. Tapi ingat, font yang kelihatan tebal dan bagus di latar belakang putih belum tentu kelihatan oke di latar belakang hitam.
Di mode gelap, teks berwarna putih terang di atas hitam pekat bisa bikin efek “glare” atau menyilaukan mata. Solusinya, gunakan warna off-white (agak sedikit abu-abu terang) dan pilih weight font yang sedikit lebih tipis agar teks tidak berbayang.
Penulis kiki dari smkn 9 bungo



Leave a Reply