Gubuku – Jujur deh, kamu pasti pernah ngerasa bosen sama tampilan aplikasi atau website yang gitu-gitu aja. Semuanya kelihatan datar, kotak-kotak, dan makin mirip satu sama lain. Nah, kalau kamu mikir dunia design lagi jalan di tempat, siap-siap buat kaget!
Ada tren baru yang lagi rame banget diomongin para kreator dan desainer teknologi: Volumetric Design. Tren ini digadang-gadang bakal bikin tampilan UI/UX jadul yang serba flat (datar) ketinggalan zaman.
Tapi emang apa sih Volumetric Design itu? Terus kenapa tren ini digadang-gadang bakal menggantikan layout konvensional? Yuk, kita bedah bareng-bareng!
Apa Sih Volumetric Design Itu? (Bahasanya Anak Muda!)
Gampangnya gini: kalau flat design itu kayak kamu ngeliat gambar di atas kertas HVS, Volumetric Design itu kayak kamu ngeliat benda asli yang punya ruang, kedalaman, dan volume.
Gak cuma sekadar efek 3D abal-abal, Volumetric Design memanfaatkan tekstur, pencahayaan, bayangan yang realistis, sampai manipulasi ruang (3D) supaya elemen di layar seolah-olah bisa dipegang dan punya bobot.
Kenapa sekarang baru rame? Karena teknologi kayak Apple Vision Pro, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan performa smartphone zaman now udah makin kenceng buat ngesimulasiin grafik 3D secara real-time tanpa bikin lagging.
5 Alasan Kenapa Volumetric Design Bakal Bikin Layout Datar “Pensiun”
+------------------------+---------------------------------------+
| Layout Konvensional | Volumetric Design |
+------------------------+---------------------------------------+
| Datar & 2D | Punya kedalaman, bayangan & tekstur |
| Interaksi via ketukan | Interaksi via gesture & ruang (spatial|
| Terasa kaku & membosankan | Visual interaktif, seru & immersif |
+------------------------+---------------------------------------+
1. Capek Bosen Sama Tampilan “Minimalis Gepeng”
Beberapa tahun terakhir, tren Flat Design emang mendominasi banget. Semuanya serba polos, simpel, dan bersih. Tapi pas semua brand pake gaya yang sama, tampilannya jadi terasa dingin dan tanpa jiwa. Volumetric Design datang bawa efek “WOW” yang bikin visual kembali hidup, seru, dan aesthetic!
2. Lahirnya Era Spatial Computing (Bukan Cuma Ngetuk Layar!)
Sekarang kita gak cuma interaksi sama gadget lewat ketukan jari di layar kaca padat (touchscreen). Lewat perangkat AR/VR dan fitur spatial, kita butuh tombol atau ikon yang kelihatan “nyata” di dalam ruang 3D. Tombol dengan efek volume bikin mata dan otak kita refleks tahu kalau elemen itu bisa disentuh atau digeser.
3. Interaksi Jadi Jauh Lebih Intuitif
Pernah bingung tombol di aplikasi bisa di-klik atau enggak? Di Volumetric Design, kebingungan itu hilang. Karena ada bayangan (shadow), pencahayaan (lighting), dan efek kedalaman (depth), otak kita secara alami langsung paham: “Oh, tombol ini lebih tinggi, berarti bisa dipencet!” Intuisi alami manusia dimanjakan banget di sini.
4. Pengalaman Visual yang Bikin Betah (Immersive UX)
Anak Gen Z itu paham banget mana aplikasi yang dibuat dengan effort dan mana yang ala kadarnya. Aplikasi dengan Volumetric Design memberikan sensasi micro-interaction yang memuaskan. Saat kamu scroll atau tekan sesuatu, ada animasi gerakan 3D halus yang bikin pengalaman makai aplikasi terasa kayak main game premium.
5. Brand Identity Jadi Makin Stand Out
Di tengah gempuran konten yang serba cepat di TikTok atau Instagram, visual yang eyecatching dalam 3 detik pertama itu kunci! Aplikasi atau website yang mengadopsi Volumetric Design bakal kelihatan lebih futuristik, modern, dan bernilai tinggi (high-end). Brand yang pake gaya ini otomatis langsung kelihatan lebih keren dibanding kompetitornya.
penulis;bungasmksudj




Leave a Reply