Cara Merancang Identity System Kampus

Cara Merancang Identity System Kampus

Gubuku – 1. Temukan Vibe & DNA Kampus (Brand Core)

Sebelum masuk ke software des

  • Tentukan Personalitas: Tentukan tone branding-nya. Apakah bold, profesional, modern, atau community-driven?

Tanpa brand core yang jelas, visual yang kamu buat cuma bakal jadi “hiasan” tanpa karakter.

2. Modernisasi Logo Tanpa Menghilangkan Identitas Utama

Banyak logo kampus di Indonesia kelihatan terlalu rumit karena memuat banyak simbol sejarah. Untuk era digital sekarang, logo harus versatile—tetap jelas meski ukurannya sekecil profile picture Instagram atau TikTok.

  • Fokus pada Sederhana & Scalable: Jika logo utama kampus terlalu detail dan sakral untuk diubah, buatlah Logo Sekunder atau Monogram yang lebih minimalis untuk kebutuhan media sosial, merchandise, dan acara mahasiswa.

  • Buat Sistem Logotype: Pastikan nama kampus memiliki penulisan typography yang konsisten.

3. Pilih Palette Warna yang Punya Storytelling

Warna adalah hal pertama yang diingat orang. Jangan cuma pakai satu warna primer, tapi bangun sistem kombinasi warna yang fleksibel!

  • Warna Utama (Primary): Warna warisan kampus (misal: kuning khas, biru tua, atau hijau).

  • Warna Pendukung (Secondary): Turunan warna yang lebih cerah atau kekinian untuk aksen grafis di media sosial.

  • Aturan Penggunaan: Buat panduan rasio warna (misal 60-30-10) agar penerapan visual di media apa pun tetap konsisten dan enak dipandang.

4. Tentukan Typography System yang Readable

ain, langkah pertama adalah memahami siapa sebenarnya kampus kamu. Apakah kampus kamu dikenal inovatif dan berorientasi teknologi? Fokus pada seni dan kreativitas? Atau penuh dengan tradisi dan sejarah?

  • Riset & Dengar Suara Mahasiswa: Tanya ke anak-anak kampus, apa satu kata yang paling menggambarkan kampus mereka.Pilihan font sangat menentukan karakter kampus. Dulu kampus identik dengan font Serif yang formal, tapi sekarang banyak yang beralih ke font Sans-Serif yang lebih modern dan ramah di layar smartphone.

  • Display Font: Buat judul/heading poster yang menarik perhatian.

  • Body Font: Gunakan font yang sangat mudah dibaca (legible) untuk isi konten, pengumuman akademik, atau artikel website.

  • Maksimal 2-3 Typeface: Jangan gunakan terlalu banyak jenis font dalam satu sistem agar tidak bikin pusing visualnya.

Baca Juga  Panduan Grid System untuk Layout Peta Rekreasi

5. Buat Graphic Assets & Supergraphic yang Fleksibel

Identity system bukan cuma soal logo dan warna, tapi juga elemen pendukung yang bikin visual kampus langsung mengenali identitasnya bahkan tanpa melihat logonya.

 Penulis : Adellia SMK SUDJ